Mencari Pembela di Saat Semua Orang Menjauh
Ada sebuah hari yang pasti akan kita datangi, sebuah masa di mana harta tidak lagi berguna dan jabatan hanyalah kenangan yang tak berarti. Pada hari itu, setiap orang akan berlari menyelamatkan diri sendiri, bahkan orang tua akan lupa pada anaknya. Di tengah ketakutan yang mencekam itu, adakah sosok yang akan berdiri di samping kita, membela kita, dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk kita? Jawabannya ada pada apa yang kita lakukan hari ini terhadap Al-Quran. Al-Quran bukan sekadar buku, ia adalah entitas yang akan menjelma menjadi pembela yang sangat gigih bagi para sahabatnya di dunia.
Menjadi “sahabat” Al-Quran berarti membangun hubungan yang intim. Kita tidak hanya membacanya saat sempat, tapi kita menyediakan waktu khusus untuknya. Melalui bimbingan di Executive Tahfizh, kita diajarkan bagaimana menjadikan Al-Quran sebagai kawan setia dalam kesendirian. Semakin sering kita berinteraksi dengannya, semakin kuat pula ikatan yang terbangun, sehingga kelak ia tidak akan membiarkan kita sendirian saat menghadapi pengadilan Allah yang maha adil.
Syafaat Al-Quran adalah jaminan pasti bagi siapa saja yang mau meluangkan waktunya untuk berakrab-ria dengan ayat-ayat-Nya.
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
Dikisahkan dalam berbagai riwayat bagaimana Al-Quran akan berargumen di depan Allah untuk menyelamatkan pembacanya dari siksa kubur dan api neraka. Surat Al-Mulk, misalnya, akan terus membela orang yang rutin membacanya hingga ia diampuni. Ini adalah bentuk loyalitas yang tidak akan kita temukan dari makhluk mana pun. Jika kita mampu setia pada pekerjaan yang hanya memberi gaji bulanan, mengapa kita tidak mampu setia pada Al-Quran yang menjanjikan keselamatan abadi? Kita perlu merenungkan kembali prioritas hidup kita sebelum waktu yang kita miliki habis ditelan usia.
Mari kita bayangkan betapa sejuknya hati saat Al-Quran datang menjemput kita di padang mahsyar yang panas. Ia akan memayungi kita dengan cahayanya. Setiap ayat yang kita hafal akan menjadi anak tangga menuju kedudukan yang lebih tinggi di surga. Tidak ada kata rugi dalam mendekati Al-Quran. Justru, kerugian terbesar adalah ketika kita melewatkan hari-hari kita tanpa sedikit pun menyentuh atau merenungi maknanya. Mulailah dari sekarang, jadikan Al-Quran sebagai bagian dari identitas diri kita, sehingga kelak kita dikumpulkan bersama golongan orang-orang yang selamat.
Penutup
Ya Rabb, jangan biarkan kami jauh dari Al-Quran dan jadikanlah ia pemberi syafaat bagi kami di hari perhitungan nanti. Amin.
Referensi:
An-Naisaburi, Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim. Juz 1. Beirut: Dar Ihya al-Turath al-Arabi, 1955.\n\n
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

