Mengangkat Martabat Hingga Ke Tingkat Surgawi
Pernahkah kita membayangkan hidup dalam lingkaran makhluk-makhluk suci yang tidak pernah bermaksiat? Malaikat adalah makhluk yang senantiasa taat dan berada di tempat-tempat yang mulia. Luar biasanya, Islam memberikan kesempatan bagi kita sebagai manusia biasa untuk sejajar dengan mereka dalam hal kemuliaan. Caranya adalah dengan menjadi orang yang mahir dalam membaca dan menghafal Al-Quran. Kemahiran ini bukan didapat secara instan, melainkan melalui proses panjang penuh perjuangan yang sangat dihargai oleh Allah SWT.
Bagi kita yang mungkin saat ini masih terbata-bata, jangan berkecil hati. Allah sangat adil dalam memberikan apresiasi. Mereka yang sudah lancar akan dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia, sementara kita yang masih berjuang keras dengan lisan yang kaku justru mendapatkan dua pahala. Tidak ada alasan untuk menyerah. Di Executive Tahfizh, setiap progres sekecil apa pun dirayakan sebagai kemenangan iman yang akan membawa kita pada kedekatan dengan para penjaga wahyu di langit.
Kefasihan dalam membaca Al-Quran adalah kunci untuk memasuki komunitas makhluk-makhluk langit yang penuh dengan cahaya.
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)
Lihatlah bagaimana para ulama terdahulu seperti Imam Syafii yang mampu mengkhatamkan Al-Quran berkali-kali dalam sehari di bulan Ramadhan. Mereka bukan sekadar membaca, tapi lisan mereka sudah menyatu dengan ruh Al-Quran sehingga mereka seolah-olah hidup di alam malaikat sebelum mereka benar-benar wafat. Kedisiplinan mereka dalam menjaga interaksi dengan wahyu membuat wajah mereka memancarkan ketenangan. Kita pun bisa merasakan atmosfer yang sama jika kita mau berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas bacaan kita tanpa henti.
Ketika kita bersama Al-Quran, kita sedang membangun aura yang tidak disukai oleh setan namun sangat dicintai oleh malaikat. Rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Quran akan terlihat bercahaya bagi penduduk langit, sebagaimana bintang-bintang bercahaya bagi kita penduduk bumi. Jangan biarkan hari-hari kita terlewat tanpa ada satu ayat pun yang terucap dari bibir kita. Jadikan setiap sesi belajar sebagai momen untuk “naik kelas” secara spiritual. Kelak, kita akan dikumpulkan bersama barisan para nabi dan malaikat karena kesetiaan kita pada Kitabullah.
Penutup
Semoga Allah memberikan kita kelancaran lisan dan kejernihan hati agar dapat berkumpul bersama para malaikat yang mulia di surga-Nya. Amin.
Referensi:
Al-Qushayri, Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim. Kairo: Dar al-Hadith, 2001.\n\n
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

