Penulis: Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,

Mewakilkan Menghafal Al-Qur’an

Mewakilkan Menghafal Al-Qur’an. Seandainya belajar bisa diwakilkan, “Kamu saja yang belajar nanti kalau kamu sudah bisa tolong pindahkan isi kepalamu padaku.”

Wah itu nggak mungkin.

Tapi untungnya pahala menghafal Al-Qur’an bisa diwakilkan. Misalnya Anda yang sibuk luar biasa sehingga tidak sempat meluangkan waktu untuk menghafal Al-Qur’an tetapi ingin mendapatkan pahala menghafal Al-Qur’an maka pilihan solusinya:

  1. Membiayai pendaftaran dan akomodasi Peserta untuk menghafal Al-Qur’an. Misalnya membiayai 1 orang fakir miskin yang berprestasi untuk menghafal Al-Qur’an di YKTN maka pahalanya setiap kali 1 Peserta tersebut membaca Al-Qur’an nilai pahala setiap hurufnya akan menjadi amal jariyah yang terus-menerus mengalir.
  2. Wakaf gedung YKTN, dengan cara seperti ini siapa pun seluruh orang yang telah menggunakan gedung ini untuk belajar Al-Qur’an maka setiap kali mereka membaca Al-Qur’an maka pahalanya mengalir kepada orang-orang yang mewakafkan hartanya untuk tanah, gedung, asrama maupun masjid. Wakaf gedung tidak harus bernilai Milyaran bahkan boleh dimulai dengan Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) sudah dapat 1 meter persegi tanah.

Pahala bisa diwakilkan namun kelancaran Hafalan Al-Qur’an 30 Juz merupakan perjuangan individu setiap penghafal Al-Qur’an dan tidak bisa diwakilkan.

Semoga Allah memberikan keberkahan kepada guru-guru Al-Qur’an dan orang-orang yang terlibat dalam perjuangan menghafal Al-Qur’an baik di YKTN www.hafalquransebulan.com maupun di lembaga mana pun berkiprah dalam dakwah Islam.

Murojaah Binnazhar dan Hafalan Mutqin 30 Juz

Berikut ini akan diuraikan bagaimana prosedur murojaah binnazhar dan hafalan mutqin 30 Juz setelah menghafal Al-Quran sebulan 30 juz di program karantina tahfizh.

Murajaah berasal dari kata رجع يرجع raja’a-yarji’u artinya kembali. Istilah Murajaah adalah proses mengulangi hafalan atau membaca kembali secara rutin ayat-ayat Al-Quran yang sudah dihafalkan. Murojaah adalah aktivitas rutin para penghafal Al-Quran yang bertujuan agar hafalan senantiasa terjaga dan mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca.

Binnazhar berasal dari kata نظر ينظر  artinya melihat. Sehingga binnazhor artinya membaca Al-Quran sambil melihat mushaf. Proses membaca Al-Quran ini memiliki keutamaan yaitu ketelitian saat membaca agar pada saat menghafal bacaannya bisa sesuai kaidah tajwid. 

Muraja’ah binnazhor

Berikut ini target minimal tilawah binnazhar dan muraja’ah mutqin alumni karantina tahfizh:

1- Jika hafal 1-5 juz, maka muraja’ahnya 1/2 juz per hari

2- Jika hafal 5-10 juz, maka muraja’ahnya 1 juz per hari

3- Jika hafal 10-15 juz, maka muraja’ahnya 1,5 juz per hari

4. Jika hafal 15-20 juz, maka muraja’ahnya 2 juz per hari

5. Jika hafal 20-25 juz, maka muraja’ahnya 2,5 juz per hari

6. Jika hafal 25-30 juz, maka muraja’ahnya 3 juz per hari

Hafalan Al-Quran Murojaah Mutqin 

Arti mutqin adalah kuat melekat dan benar, agar hafalan menjadi mutqin memerlukan upaya intensif yang terus menerus. Menghafal Al-Quran tidak cukup hanya dengan satu kali khatam setoran hafalan. Itu baru permulaan saja. Saat penghafal Al-Quran sering mengkhatamkan bacaan Al-Quran maka hafalan pun menjadi lebih lancar.

Tujuan menghafal Al-Quran yaitu untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan yang terdapat padanya. Perilaku para penghafal Al-Quran hendaknya dapat mengikuti petunjuk Al-Quran. Padanya terdapat petunjuk antara perintah dan larangan. Memahami Al-Quran dan menjadikannya rumusan aturan kehidupan merupakan jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

Hafalan mutqin dapat menjadi pembeda sekaligus indikator kemurnian niat menghafal Al-Quran hanya karena Allah Subhanahu Wata’ala. Kedekatan interaksi mengkaji Al-Quran merupakan ciri seorang hamba dekat dengan Allah Subhanahu Wata’ala.

Siapa pun akan dimudahkan untuk menghafal Al-Quran asalkan mau menghafalkannya. Agar hafalan dapat mutqin maka harus istiqamah dalam mengulang hafalan Al-Quran disertai penerapan makna-maknanya dalam kehidupan. Tentu saja penerapan makna-makna Al-Quran yang sudah jelas perintah dan larangannya. Adapun ayat-ayat yang memerlukan penjelasan detail dapat membuka buku tafsir atau lebih utama jika bertanya kepada guru yang lebih mahir di bidangnya.

Hendaknya pemula yang baru wisuda karantina tahfizh melancarkan kembali per-5 halaman/hari atau seminggu mutqin 1 juz hafalan sampai 30 juz.

Jika sudah khatam 30 juz, maka mulailah per-10 halaman sampai 30 juz,

kemudian per-juz sampai 30 juz,

per-2 juz sampai 30 juz,

per-3 juz sampai 30 juz,

per-5 juz sampai 30 juz,

per-10 juz sampai 30 juz,

per 15 juz sampai 30 juz

dan 30 juz sekali majelis setoran.

Selanjutnya mengamalkan muraja’ah FAMI BISYAUQIN

Kelancaran hafalan Al-Qur’an merupakan karunia dari Allah Subhanahu Wata’ala. Sedangkan kita hanya melakukan ikhtiar saja. Selebihnya terserah bagaimana Allah saja hasilnya.

Program karantina mutqin artinya kegiatan karantina tahfizh untuk menguatkan, melekatkan hafalan dengan benar, agar hafalan menjadi mutqin memerlukan upaya intensif yang terus menerus. Dalam program mutqin peserta karantina tahfizh menyetorkan hafalan per 5 halaman, per 10 halaman, per juz, per 5 juz, per 10 juz, per 15 juz, dan 30 juz dalam satu majelis dalam program tersebut.

Hafal Quran Sebulan dari alumni: Diyas Sekar Wulandari 

Alhamdulillahirobbilalamin atas berkat rahmat Allah saya dapat bergabung dengan Yayasan Karantina Tahfidz Al-Qur’an Nasional sehingga saya dapat mengikuti program yang telah ditetapkan.

Rajin-rajinlah menghafal Al-Quran, ikhlaskan niat hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan karena niat yang lain agar kita selalu dimudahkan oleh Allah dalam menghafalnya.

Saya memilih Yayasan Karantina Tahfihz Al-Qur’an Nasional karena saya yakin dengan mengikuti program yang didesain sedemikian rupa ini saya Insyaa Allah akan khatam dan hafal 30 juz, ternyata betul berkat rahmat Allah hingga hari ke 30 saya dapat menyelesaikan 30 juz.

Perjuangannya sangat banyak dan sangat menyenangkan sekali karena saat saya mau setoran saya harus antri karena banyaknya penghafal Al-Qur’an yang setorannya cepat.

Tips menghafal:
– Niatkan hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala
– Yakin hafal 30 juz dalam sebulan
– Ingin membahagiakan kedua orang tua
– Yakin setelah hafal Quran pasti dimudahkan oleh Allah dalam segala hal

Tips mengatur waktu: setelah saya bangun malam langsung menghafal Al-Quran dan membuat stok hafalan untuk disetorkan nantinya. Penting mentaati segala peraturan. Apabila di jadwal harus tidur siang maka harus benar-benar tidur siang agar malamnya dapat setoran sampai malam dan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam setiap harinya.

Untuk mengatasi kejenuhan biasanya saya tidur sebentar atau bercanda-canda sebentar dengan teman sekamar terkadang kalau lagi bosen di halaqoh saya kabur sebentar untuk refreshing meninggalkan halaqah tapi alhamdulillah walaupun saya sering kabur tapi saya dapat menyelesaikan 30 juz.

Terimakasih semoga Allah membalas semua kebaikan para pengurus Karantina Tahfizh terutama Muhaffizhah yang telah sabar membimbing.

Bacalah Apa Yang Mudah Dari Alquran

Setiap Muslim pasti pernah mendengar ayat berikut:

“Bacalah apa yang mudah (untukmu) dari Al-Qur’an.”
(QS. Al-Muzzammil: 20)

Ayat ini terdengar sederhana, tapi punya makna yang dalam dan sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Di tengah kesibukan, tantangan zaman, dan berbagai ujian hidup, Allah tidak membebani kita untuk membaca seluruh Al-Qur’an sekaligus. Sebaliknya, Allah memerintahkan kita untuk membaca apa yang mudah bagi kita.

Inilah prinsip yang dipegang teguh oleh Qur’an Learning Center Yogyakarta (QLC): memudahkan umat Islam untuk dekat dengan Al-Qur’an, tanpa merasa berat, takut gagal, atau minder karena belum hafal banyak.

Kenapa Al-Qur’an Itu Spesial?

Al-Qur’an adalah kalāmullāh—firman Allah yang diturunkan untuk menjadi petunjuk hidup manusia. Bukan sekadar bacaan spiritual, Al-Qur’an adalah manual hidup yang memandu kita dalam setiap aspek kehidupan: ibadah, muamalah, akhlak, bahkan solusi atas problematika dunia modern.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

Al-Qur’an bukan hanya “dibaca,” tetapi harus dipelajari, diresapi, diamalkan, dan diajarkan. Namun, bagaimana jika kita baru mulai? Bagaimana jika kita belum hafal banyak atau bahkan masih belajar membaca?

Jawabannya: mulailah dengan apa yang mudah.

Fakta Menarik: Dahsyatnya Bacaan yang Sederhana

Seringkali kita merasa bahwa membaca Al-Qur’an itu harus dalam jumlah banyak agar terasa manfaatnya. Padahal, Al-Qur’an sendiri telah memberikan banyak contoh betapa amalan kecil pun dihitung besar oleh Allah.

  • Membaca Surah Al-Ikhlas 3x: Pahalanya setara dengan membaca sepertiga Al-Qur’an! (HR. Bukhari)
  • Membaca Ayat Kursi setelah shalat: Mendatangkan penjagaan langsung dari Allah.
  • Membaca Surah Al-Baqarah: Membawa berkah dan perlindungan dari sihir.

Artinya, setiap huruf yang kita baca dicatat sebagai kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh.”
(HR. At-Tirmidzi)

Jadi jangan sepelekan walau hanya satu ayat. Bahkan dengan kondisi terbatas, setiap Muslim tetap punya peluang mendapatkan pahala yang luar biasa besar.

Allah Maha Tahu Kondisi Kita

Salah satu pesan yang menggetarkan hati dari QS. Al-Muzzammil: 20 adalah bahwa Allah tahu betapa manusia memiliki berbagai kondisi:

  • Ada yang sakit dan fisiknya lemah.
  • Ada yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Ada yang berjuang di jalan Allah, berjihad, berdakwah, atau sibuk mengurus umat.

Karena itulah, Allah menegaskan: bacalah apa yang mudah untukmu. Tidak ada paksaan untuk membaca hingga berlembar-lembar jika memang tidak mampu. Yang penting adalah konsistensi dan keikhlasan.

Inilah esensi pembelajaran di Qur’an Learning Center Yogyakarta: Al-Qur’an itu mudah, dan harus dibuat semakin mudah.

Filosofi di Balik Program Qur’an Learning Center Yogyakarta

QLC Yogyakarta hadir dengan misi besar: Membangun Generasi Qur’ani untuk Hayatan Thayyibah (kehidupan yang lebih baik). Dengan berbagai program yang sudah dirancang rapi, QLC menjawab kegelisahan umat Islam yang ingin dekat dengan Al-Qur’an tapi terkendala waktu, metode, atau rasa minder.

Beberapa Program Andalan QLC:

  • 🕋 Executive Tahsin Tilawah (28 hari): Memperbaiki bacaan hingga sesuai kaidah tajwid.
  • 🕋 Executive Mahir Terjemah (28 hari): Membantu peserta memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.
  • 🕋 Executive Tahfizh 30 Juz (28 hari): Program akseleratif untuk menghafal dengan cepat dan tepat.
  • 🕋 Executive Mutqin (28 hari): Muraja’ah hafalan agar benar-benar kokoh.
  • 🕋 Kelas Online & TOT Qur’an Isyarat: Fleksibel bagi yang tidak bisa hadir langsung.
  • 🕋 Program Custom & Event Qur’ani: Disesuaikan dengan kebutuhan kelompok atau institusi.

Semua program dirancang dengan prinsip memudahkan. Tidak ada paksaan atau tekanan, tapi ada sistem mentoring, monitoring, dan coaching yang memastikan setiap peserta berkembang.

Metode Unggulan: Yadain Litahfizhil Quran

Salah satu hal yang membedakan QLC Yogyakarta dari tempat lain adalah penggunaan Metode Yadain Litahfizhil Quran. Metode ini dikembangkan oleh Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd., Al-Hafizh, yang telah berpengalaman bertahun-tahun dalam dunia tahfizh dan pendidikan Al-Qur’an.

Metode Yadain terbukti:

✅ Mempercepat hafalan.
✅ Memperkuat daya ingat.
✅ Mudah diikuti siapa pun, dari pemula hingga lanjutan.
✅ Didukung teknologi monitoring berbasis WhatsApp & e-learning.

Dengan metode ini, peserta tidak hanya diminta menghafal, tapi dilatih untuk paham pola dan keterkaitan antar ayat, sehingga hafalan tidak mudah hilang.

Fasilitas & Suasana yang Mendukung

QLC Yogyakarta menyediakan fasilitas yang membuat proses belajar nyaman:

🏢 Gedung Executive Tahfizh ber-AC.
📖 Mushaf Yadain sebagai standar.
🍱 Konsumsi halal & bergizi 3x sehari.
🧺 Layanan laundry setiap 3 hari.
🕌 Lingkungan Islami yang kondusif.
👩‍🏫 Mentor & Muhaffizh/ah yang siap membimbing.
📲 Monitoring berbasis teknologi digital.

Bahkan setelah lulus, peserta tetap terhubung lewat Komunitas Alumni QLC untuk terus menjaga semangat belajar Al-Qur’an.

Mulai dari yang Kecil, Konsisten itu Kunci

Banyak orang gagal dekat dengan Al-Qur’an karena target yang terlalu tinggi di awal. Akibatnya? Mudah lelah, cepat menyerah.

Padahal, yang Allah sukai adalah amalan yang konsisten, walau sedikit. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus walaupun sedikit.”
(HR. Muslim)

Maka jangan tunda lagi. Mulai saja dari yang terkecil:

  • ✅ 1 ayat per hari.
  • ✅ Surah Al-Ikhlas 3x setiap selesai shalat.
  • ✅ Muraja’ah hafalan 5 menit sehari.

Lama-lama, tanpa sadar, Anda akan semakin kuat dalam hafalan dan pemahaman. Jika untuk lebih optimal tentu disarankan ikhtiarnya dengan mengikuti program 28 hari hafal Quran.

Testimoni Alumni

“Saya awalnya minder karena belum lancar ngaji. Alhamdulillah, setelah ikut Executive Tahsin di QLC Yogyakarta, bacaan saya jauh lebih baik dan saya lebih percaya diri. Mentornya sabar dan sistem belajarnya rapi banget!” – Aulia, Jogja.

“Program 28 hari di QLC benar-benar luar biasa. Saya bisa hafal banyak juz yang selama ini nggak pernah saya bayangkan. Barokallah!” – Rizky, Semarang.

Penutup: Ayo, Dekatkan Diri dengan Al-Qur’an Sekarang!

Tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai selain sekarang. Ingat pesan QS. Al-Muzzammil: 20 tadi? Bacalah apa yang mudah untukmu.

Tak perlu takut, tak perlu malu. Di Qur’an Learning Center Yogyakarta, Anda akan dibimbing dengan penuh kasih sayang, profesionalitas, dan pendekatan yang memudahkan.


📍 Lokasi: Gedung Executive Tahfizh QLC Yogyakarta
Jl. Taman Siswa, Gg. Warsokusumo, RT 54, RW 17, Wirogunan, Kota Yogyakarta 55151

📞 Info & Pendaftaran: 0812-2400-3100
🌐 www.executivetahfizh.com | www.hafalquran.com


✨ “Semoga Allah menjadikan kita semua ahli Al-Qur’an yang mendapat syafaat di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.” 🤲