Mewakilkan Menghafal Al-Qur’an. Seandainya belajar bisa diwakilkan, “Kamu saja yang belajar nanti kalau kamu sudah bisa tolong pindahkan isi kepalamu padaku.”

Wah itu nggak mungkin.

Tapi untungnya pahala menghafal Al-Qur’an bisa diwakilkan. Misalnya Anda yang sibuk luar biasa sehingga tidak sempat meluangkan waktu untuk menghafal Al-Qur’an tetapi ingin mendapatkan pahala menghafal Al-Qur’an maka pilihan solusinya:

  1. Membiayai pendaftaran dan akomodasi Peserta untuk menghafal Al-Qur’an. Misalnya membiayai 1 orang fakir miskin yang berprestasi untuk menghafal Al-Qur’an di YKTN maka pahalanya setiap kali 1 Peserta tersebut membaca Al-Qur’an nilai pahala setiap hurufnya akan menjadi amal jariyah yang terus-menerus mengalir.
  2. Wakaf gedung YKTN, dengan cara seperti ini siapa pun seluruh orang yang telah menggunakan gedung ini untuk belajar Al-Qur’an maka setiap kali mereka membaca Al-Qur’an maka pahalanya mengalir kepada orang-orang yang mewakafkan hartanya untuk tanah, gedung, asrama maupun masjid. Wakaf gedung tidak harus bernilai Milyaran bahkan boleh dimulai dengan Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) sudah dapat 1 meter persegi tanah.

Pahala bisa diwakilkan namun kelancaran Hafalan Al-Qur’an 30 Juz merupakan perjuangan individu setiap penghafal Al-Qur’an dan tidak bisa diwakilkan.

Semoga Allah memberikan keberkahan kepada guru-guru Al-Qur’an dan orang-orang yang terlibat dalam perjuangan menghafal Al-Qur’an baik di YKTN www.hafalquransebulan.com maupun di lembaga mana pun berkiprah dalam dakwah Islam.

author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri