Penulis: Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,

Atasi Masalah Berat dengan Ringan

Atasi masalah berat dengan ringan. Khusus untuk masalah-masalah berat justru tidak perlu pakai usaha.

Selama ini penulis menggunakan pendekatan akal, pikiran, perasaan, tindakan nyata untuk mengatasi masalah-masalah sederhana dan itu alhamdulillah beres.

Tetapi ternyata ada yang lebih unik lagi, khusus untuk masalah-masalah berat justru kita tidak perlu pakai itu semua. Nyaris tanpa akal, pikiran, perasaan, dan tindakan. Cukup dengan sabar dan salat semua masalah beres. Persoalannya hanya menunggu waktu saja.

Karena sebenarnya ‘Masalah’ itu tidak pernah ada. Semua yang terjadi di dunia ini adalah yang terbaik untuk terjadi. Semua yang terjadi itu netral sampai kemudian pikiran manusia menganggap itu baik atau buruk.

Masalah itu bukan terletak pada apa yang terjadi melainkan terletak pada pilihan sikap kita dalam menghadapinya.

Kalau pun ada sesuatu yang dianggap sebagai suatu masalah maka bisa dihadapi dengan 2 pendekatan:
1. Hadapi dengan ikhtiar terbaik
2. Hadapi dengan sikap terbaik

Sabar dan salat merupakan sikap terbaik, adapun untuk masalah-masalah sederhana disertai ikhtiar terbaik.

Ingatlah bahwa pada setiap masalah terdapat potensi rejeki. Ini yang tidak disadari bagi setiap orang. Masalah merupakan peluang untuk mendapatkan rejeki.

Mau contoh?…
1. Kelangkaan bahan makanan dan keuangan merupakan peluang bagi para pengangguran.
2. Kelangkaan BBM merupakan peluang bagi para inovator.
3. Kelangkaan penghafal Al-Quran merupakan peluang bagi guru Al-Quran.

Allah pasti menurunkan rejeki sebagaimana air hujan diturunkan maka luaskan dimensi kapasitas wadah untuk menampungnya berupa bekal keimanan dan ilmu pengetahuan.

Sebutkan suatu yang dianggap masalah maka pasti beserta masalah tersebut terkandung peluang untuk mendapatkan rejeki halal dan thayyib.

Tenang saja, semua sudah ada skenarionya.

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Doa untuk mengatasi masalah yang berat

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah” (Riwayat Ibn Hibban).

Semangat pagi, selamat beraktivitas.

Karantina Tahfidz Nasional Jogja
Karantina Tahfidz Nasional Jogja
Keterhubungan Sanad Hafalan Al-Quran

Keterhubungan Sanad Hafalan Al-Quran

Keterhubungan Sanad Hafalan Al-Quran di Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta

Di era digital yang serba cepat ini, akses terhadap ilmu pengetahuan semakin mudah. Dengan hanya beberapa klik di Google atau menonton video tutorial di YouTube, siapa pun dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu. Namun, ketika membahas ilmu agama Islam, khususnya dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an, ada nilai-nilai esensial yang tidak bisa digantikan oleh teknologi semata. Salah satu aspek penting dalam pembelajaran Al-Qur’an adalah keterhubungan sanad hafalan , yaitu jalur transmisi ilmu yang menghubungkan murid dengan Rasulullah SAW melalui rantai guru-guru yang kompeten dan terpercaya.

Executive Tahfizh Quran Learning Center (QLC) Yogyakarta hadir sebagai solusi profesional untuk menjaga keaslian dan keutuhan warisan Al-Qur’an melalui pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teknologi modern dengan tradisi sanad yang otentik. Program ini tidak hanya membantu peserta menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memastikan bahwa proses belajar dilakukan dengan bimbingan langsung dari para Muhaffizh/Muhaffizhah bersertifikat yang memiliki sanad ilmu yang jelas.

Mengapa Sanad Hafalan Al-Quran Penting?

Sanad adalah jalur transmisi ilmu yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Rasulullah SAW. Dalam konteks Al-Qur’an, sanad memastikan bahwa setiap huruf, tajwid, dan makna ayat-ayat suci diajarkan sesuai dengan cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tanpa sanad yang valid, risiko kesalahan dalam pengucapan, pemahaman, atau penerapan Al-Qur’an menjadi lebih besar.

Meskipun banyak orang berhasil menghafal Al-Qur’an secara otodidak melalui sumber-sumber online, metode ini memiliki keterbatasan. Belajar tanpa bimbingan langsung dari seorang guru yang kompeten dapat menyebabkan kesalahan dalam tajwid, irama bacaan, atau bahkan pemahaman terhadap ayat-ayat suci. Oleh karena itu, keterhubungan dengan guru yang memiliki sanad hafalan Al-Qur’an sangatlah penting untuk memastikan keakuratan dan kesempurnaan hafalan.


Peran Teknologi dalam Pembelajaran Al-Qur’an

Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi telah membuka pintu baru dalam pembelajaran Al-Qur’an. Platform seperti YouTube, aplikasi mobile, dan e-learning memungkinkan siapa saja untuk belajar Al-Qur’an kapan saja dan di mana saja. Namun, teknologi ini seharusnya dijadikan alat bantu, bukan pengganti interaksi langsung dengan guru.

Di QLC Yogyakarta , teknologi dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran. Misalnya, peserta program Executive Tahfizh Online dapat mengakses materi pembelajaran melalui aplikasi hafalan Al-Qur’an dan platform e-learning. Namun, semua ini dilakukan di bawah bimbingan langsung para Muhaffizh/Muhaffizhah yang memiliki sanad hafalan Al-Qur’an. Hal ini memastikan bahwa teknologi tidak menggantikan nilai-nilai tradisional dalam pembelajaran Al-Qur’an, tetapi justru memperkuatnya

Program Inovatif: Executive Tahfizh di QLC Yogyakarta

Salah satu program unggulan di QLC Yogyakarta adalah Executive Tahfizh , yang dirancang untuk membantu peserta menghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat, yaitu 28 hari . Program ini menggunakan Metode Yadain Litahfizhil Quran , sebuah metode inovatif yang memanfaatkan visualisasi dan tadabbur untuk mempermudah proses menghafal.

Keunggulan Program Executive Tahfizh

  1. Bimbingan Langsung dari Guru Bersanad
    Setiap peserta didampingi oleh Muhaffizh/Muhaffizhah bersertifikat yang telah menghafal 30 juz dan memiliki sanad hafalan Al-Qur’an yang sahih. Guru-guru ini tidak hanya membimbing hafalan, tetapi juga memberikan koreksi tajwid dan motivasi ruhiyah.
  2. Pendekatan Personal
    Setiap peserta memiliki mentor pribadi yang akan memantau perkembangan hafalan mereka, memberikan arahan, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama proses belajar.
  3. Fasilitas Lengkap
    Peserta program mendapatkan fasilitas lengkap, termasuk penginapan ber-AC, konsumsi halal dan bergizi, serta layanan laundry. Hal ini memastikan bahwa peserta dapat fokus sepenuhnya pada proses menghafal.
  4. Sistem Monitoring Terstruktur
    Kemajuan peserta dipantau secara berkala melalui evaluasi harian, mingguan, dan bulanan. Selain itu, peserta juga dimotivasi untuk melakukan muraja’ah secara rutin melalui grup WhatsApp alumni.
  5. Konektivitas Sanad
    Keterhubungan sanad hafalan Al-Qur’an di QLC Yogyakarta dengan sistem karantina tahfizh Al-Quran disandarkan pada DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA., Al-Hafizh, seorang ulama yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam mengajar dan menghafal Al-Qur’an. Melalui rantai sanad ini, peserta dapat yakin bahwa hafalan mereka diajarkan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Manfaat Mengikuti Program Executive Tahfizh

  1. Belajar dengan Metode yang Efektif
    Program ini dirancang untuk membantu peserta menghafal Al-Qur’an dengan cepat dan efisien tanpa mengorbankan kualitas hafalan.
  2. Menjaga Keaslian Warisan Al-Qur’an
    Dengan bimbingan langsung dari guru bersanad, peserta dapat memastikan bahwa hafalan mereka sesuai dengan standar yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
  3. Meningkatkan Spiritualitas
    Proses menghafal Al-Qur’an tidak hanya melibatkan otak, tetapi juga hati. Peserta akan merasakan kedekatan spiritual yang lebih mendalam dengan Allah SWT.
  4. Komunitas Alumni yang Solid
    Setelah menyelesaikan program, peserta akan bergabung dengan komunitas alumni QLC Yogyakarta yang saling mendukung dalam menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah kemajuan teknologi yang memudahkan akses terhadap ilmu pengetahuan, penting bagi umat Islam untuk tetap menjaga keterhubungan sanad hafalan Al-Qur’an. Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta adalah jawaban bagi mereka yang ingin menghafal Al-Qur’an dengan metode yang efektif, terarah, dan otentik. Dengan kombinasi teknologi modern dan tradisi sanad yang kuat, QLC Yogyakarta siap menjadi mitra terbaik dalam perjalanan spiritual Anda menuju kedekatan dengan Al-Qur’an.

Jika Anda tertarik untuk memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an atau meningkatkan hafalan Anda, segera daftarkan diri di Executive Tahfizh QLC Yogyakarta . Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs resmi kami: www.executivetahfizh.com .

Mari wujudkan visi “Hayatan Thayyibah” (kehidupan yang baik) melalui kedekatan dengan Al-Qur’an!

(Artikel ini ditulis oleh Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd., Al-Hafizh, Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an)

Ayat Kursi dan Artinya, Ayat Kursi Latin dan Arab

Ayat Kursi dan Artinya, Ayat Kursi Latin dan Arab. Doa Ayat Kursi beserta artinya memiliki keutamaan bagi yang rutin mengamalkannya. Doa Ayat Kursi sebaiknya dibaca selepas sholat fardhu.

 

 

Ada beberapa nama lain selain ayat kursi, yaitu: A’zhomul ayat, Sayyidatu Ayyil Qur’an, Afdholu ayyil Qur’an, Asyroful Ayyil Qur’an.

 

 

Ayat kursi dan artinya, ayat kursi latin dan arab

 

 

 

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ

 

 

 

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ

 

 

 

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

 

 

Bacaan ayat kursi latin

 

 

Allaahu Laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi.

 

 

Mangdzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih. Ya’lamu maa baina aiydiihim wamaa kholfahum walaa yukhiithuuna bisyayin min ‘ilmihii illaa bimaa syaaa a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho. Walaa yauduhuu hifdhuhumaa wa huwal’aliyyul ‘adhiim.

 

 

Terjemah ayat kursi: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk, dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi Allah melainkan dengan seizin-Nya.

 

 

Allah mengetahui semua apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi.

 

 

Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS. Al Baqarah: 255).

 

 

Tulisan ayat kursi latin

 

 

Surat ayat kursi latin bisa digunakan oleh pemula yang belum bisa membaca Al-Quran. Selain itu, mendengarkan MP3 atau youtube ayat kursi juga bisa dijadikan alternatif sementara sampai bisa membaca Al-Quran secara mandiri.

 

 

Ayat kursi ayat berapa?

 

 

Ayat kursi terdapat pada Al-Baqarah ayat 255 ini memiliki keutamaan yang luar biasa bagi yang membacanya. Simak apa saja keutamaan yang dimiliki Ayat Kursi beserta bacaan lengkap Ayat Kursi dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia.

 

 

Surah ayat kursi mengungkapkan Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Besar. Dikatakan bahwa ‘Kursi’ (singgasana) Allah SWT adalah langit dan bumi. Dia lah yang mengendalikan atas apa yang ada dan yang terjadi di dunia ini.

 

 

Bacaan Ayat Kursi sebelum Tidur agar Terhindar dari Gangguan Setan dan Jin Lengkap dengan Artinya. Bacaan Ayat Kursi Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia serta Keutamaan. Tak Kalah Ampuh dari Ayat Kursi, Berikut Doa Pengusir Setan Menurut Al-Qur’an. Bacaan Ayat Kursi Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia tentang Keesaan Allah.

 

 

Bacaan ayat kursi lengkap tulisan arab, Latin, dan artinya dalam Bahasa Indonesia, Beserta Keutamaan.

 

 

Manfaat ayat kursi akan diperoleh apabila kita membaca Ayat Kursi pada setiap selesai shalat wajib. Oleh sebab itu, jangan lewatkan untuk berdzikir, berdoa, dan tidak melewatkan bacaan Ayat Kursi setelah salam pada shalat.

 

 

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga melainkan kematian.” (HR. An Nasâi).

 

 

Mendapat penjagaan Allah di waktu tidur. Setiap muslim yang membaca Ayat Kursi sebelum terlelap di malam hari, akan mendapatkan jaminan penjagaan dari Allah. Setan tidak mampu menggodanya hingga waktu subuh tiba.

 

 

Sebagaimana dikutip Pustaka Lajnah Kemenag, sebuah hadits datang dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Dia berkata, “Rasulullah menugaskan kepadaku untuk menjaga zakat di bulan Ramadhan. Kemudian seseorang datang kepadaku dan mencuri dari makanan (zakat)”.

 

 

Di akhir hadits, pencuri itu berkata: ”Bila engkau hendak tidur, maka bacalah ‘Ayat Kursi’ karena penjagaan dari Allah akan terus bersamamu dan setan tidak akan mendekatimu sampai Subuh”. Kemudian Nabi berkata: “Dia telah berkata benar kepadamu, walau ia pendusta. Ia adalah setan.” [HR al-Bukhâri].

 

 

Menghafal ayat kursi latin bisa saja dilakukan, namun alangkah lebih baiknya jika belajar membaca Al-Quran sehingga bacaannya benar sesuai kaidah tajwid. Download ayat kursi mp3 bisa dilakukan sebagai alternatif sambil melihat teks ayat kursi tersebut.

 

 

Melindungi muslim sepanjang hari jika dibaca pagi dan petang. Ayat Kursi turut menjadi pelindung bagi setiap muslim yang membaca di pagi dan petang sebagai bagian dari dzikir. Jika dibaca pagi, maka dia dilindungi oleh Allah hingga petang.

 

 

Kalau dibaca sore, maka Allah melindunginya sampai pagi.

 

 

Dasar tuntutannya merujuk pada hadits Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

“Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim).

 

 

Ayat kursi lengkap di atas dapat dibacakan pada kondisi apapun. Atau jika kamu ingin mengikuti sunnah Rasulullah, maka bacaan ayat tadi bisa digunakan sebagai doa.

 

 

Sebelum hendak tidur di malam hari. Fungsinya sendiri ialah agar kita senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT sepanjang malam. Selain itu, bacaan ayat kursi tadi juga sangat dianjurkan untuk umat muslim baca setelah kita selesai menunaikan ibadah sholat. Jadi kapanpun kita ingin memohon perlindungan Allah SWT, kita bisa senantiasa membaca ayat tersebut.

 

 

Keutamaan Ayat Kursi.

 

 

Membaca Ayat Kursi secara istiqomah setelah shalat fardhu menjadi salah satu jalan untuk meraih surga Allah SWT. Ini karena Ayat Kursi memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa.

 

 

  1. Ayat yang Paling Agung.

 

 

Alasan mengapa ayat Kursi begitu istimewa adalah terdapat asma Allah yang paling agung di dalamnya, yaitu al-hayyu dan al-qayyum.

 

 

Rasulullah pernah mengajukan pertanyaan kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam Kitabullah, wahai Abu Mundzir?”.

 

 

Ubay menjawab, “Ayat Kursi.”

 

 

Rasulullah kemudian menepuk dada Ubay bin Ka’ab seraya berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang telah engkau miliki.” (HR. Muslim).

 

 

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya Ayat Kursi (karena di dalamnya telah mencakup nama dan sifat Allah).”. Sufyan ats-Tsauri berkata, “Ayat Kursi merupakan (salah satu) kalamullah (perkataan Allah), sementara kalamullah itu lebih agung dari ciptaan Allah SWT yang berupa langit dan bumi.” (HR. Tirmidzi).

 

 

  1. Dijaga dari Setan Sampai Pagi

 

 

Siapa saja yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga oleh Allah SWT dari gangguan setan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (pada malam hari) maka bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah SWT akan senantiasa menjagamu, dan setan tīdak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Bukhari).

 

 

Ayat kursi bahasa Indonesia baik tulisan latin maupun kaligrafi ayat kursi yang ditempelkan di rumah hendaknya bukan semata-mata hiasan saja melainkan harus menjadi amalan rutinitas dzikir harian.

 

 

Penulis teringat awal mula hafal ayat kursi saat disuruh menulis ayat kursi sebanyak 25 kali karena hukuman telat shalat shubuh berjamaah. Hasilnya menjadi hafalan yang kuat. Tips menghafal melalui tulisan ayat kursi arabnya memudahkan dalam hafalan.

 

 

  1. Ketika pagi dan petang

 

 

Mengenai orang yang membaca ayat kursi di pagi dan petang hari, dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

 

إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

 

 

“Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim).

 

 

  1. Sebelum tidur

 

 

Hal ini dapat dilihat dari pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.

 

 

 

دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ )

 

 

 

حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ،

 

 

 

فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ

 

 

 

قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ )

 

 

 

وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ

 

 

 

فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

 

 

Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.”

 

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’.

 

 

Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta.

 

 

Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari).

 

 

  1. Setelah shalat lima waktu

 

 

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

 

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

 

 

“Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai)

 

 

Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

 

 

Intinya, ayat kursi punya keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

 

 

 

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ».

 

 

 

قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ »

 

 

 

. قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ »

 

 

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum.”

 

 

Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, “Semoga engkau mudah memperoleh ilmu, wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim).

 

 

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan, “Hadits ini adalah dalil akan bolehnya mengutamakan sebagian Al-Qur’an dari lainnya dan mengutamakannya dari selain kitab-kitab Allah. Maknanya adalah pahala membacanya begitu besar, itulah makna hadits.”

 

 

Apa sebab ayat kursi lebih agung? Imam Nawawi menyebutkan, para ulama berkata bahwa hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, sifat kehendak. Itulah tujuh nama dan sifat dasar yang disebutkan dalam ayat kursi. (Syarh Shahih Muslim).

 

 

Ingin menghafal Al-Quran 30 juz?…domain hafalquran.com

 

4 Janji Allah untuk Penghafal Al-Qur’an (Dalil Shahih)

Motivasi Menghafal Alquran

Banyak ayat Al-Quran dan Hadits keutamaan menghafal Al Quran, mempelajari, dan mengamalkannya. Supaya pembahasan ini lebih singkat maka hadits tentang menghafal Al Quran berikut ini hanya ditampilkan sebagian hadits Rasulullah SAW mengenai keutamaan Al-Qur’an.

Keutamaan Menghafal Al Qur’an adalah sebaik-baik ucapan

Ayat tentang menghafal Al Quran karena sebaik-baik ucapan adalah Al Quran, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat” (Hadits Riwayat Muslim).

2. Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.

Hadits tentang menghafal al quran menjadi sebaik-baik manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan  mengajarkannya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

3. Hadits keutamaan menghafal Al Qur’an akan memberi syafaat

Hadits keutamaan menghafal alquran yakni hadits tentang al quran menjadi syafaat. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

 

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (Hadits Riwayat Muslim).

4. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat

Hadits keutamaan menghafal alquran atau mahir membaca Al-Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

 

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُالْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (Hadits Riwayat Muslim)

5. Hadits keutamaan membaca Al Quran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis

Hadits keutamaan membaca Al Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَاطَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis.

Orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim)

6. Membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar

Hadits tentang motivasi menghafal Alquran akan diberikan sesuatu yang terbaik. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada para sahabat:

 

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ

“Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?”

Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al-Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (Hadits Riwayat Muslim)

7. Rahmat dan ketenteraman akan turun ketika berkumpul membaca Al-Quran

Hadits tentang keutamaan membaca dan menghafal Al Quran di tempat berkumpul. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketenteraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (Hadits Riwayat Muslim)

8. Membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan

Hadits menghafal Alquran pahalanya sepuluh kebaikan dari setiap hurufnya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf” (Hadits Riwayat Tirmidzi).

9. Pembaca Al-Qur’an akan ditinggikan derajatnya

Hadits tentang keutamaan membaca dan menghafal Al Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

“Akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.”  (Hasan shahih, Hadits Riwayat Tirmidzi)

10. Dengan Al-Qur’an, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

Dalil menghafal al quran akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al-Qur’an ini dan merendahkan juga karenanya.” (Hadits Riwayat Muslim)

11. Keutamaan Menghafal Al Qur’anlainnyaadalahOrang yang membaca Al-Qur’an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan

Hadits tentang al quran dibaca terang-terangan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ

“Orangyangmembaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yangbersedekah secara sembunyi.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.

12. Hadits Keutamaan Menghafal Al Qur’an Akan Dimuliakan Oleh Ajaran Islam

Keutamaan Menghafal Al Qur’an Penghafal Al-Qur’an lebih berhak diangkat menjadi imam

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hafalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Al-Qur’an). Jika mereka sama dalam hafalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.”
(Hadits Riwayat Muslim)

  • Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal. Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang gugur, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghafal Al-Qur’an.
  • Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat.
    Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghafal Al-Qur’an duduk di majelis musyawarahnya.
  • Berhak diangkat menjadi pimpinan safar.
    Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Hadits Hasan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallampernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Al-Qur’an, maka mereka pun membacakan Al-Qur’an. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hafalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hafal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hafal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hafal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah pemimpinnya.”

Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al-Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ عَلَى مِسْكٍ

“Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan Al-Qur’an bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, di mana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Al-Qur’an ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”

Hadits diatas merupakan keutamaan menghafal al quran walaupun belum mampu mengamalkannya.

13. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al-Qur’an

Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Al-Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (Hadits Riwayat Thabraniy dengan isnad, dan para perawinya tsiqah)

Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

Begitu banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi siapa saja yang mempelajari Al-Qur’an. Semoga ini akan menjadi dasar motivasi yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an ikhlas hanya karena Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Sesungguhnya upah yang paling benar kalian terima adalah Kitabullah”  (Hadits Riwayat Bukhari).

Ibnu Hajar mengatakan bahwa jumhur ulama telah berdalil dengan hadits ini di dalam membolehkan mengambil bayaran dari mengajarkan Al-Qur’an. Program tahfidz quran idealnya gratis, namun untuk hal-hal teknis seperti fasilitas penunjang belajar tentu harus ada donatur yang membiayainya.

Hadits tentang menghafal Al Quran dari Imam ash Shon’ani mengatakan bahwa Jumhur ulama, Malik dan Syafi’i membolehkan mengambil upah dari mengajarkan Al Qur’an baik orang yang belajarnya adalah anak kecil atau orang dewasa seandainya hal itu dapat membantu si pengajar di dalam pengajarannya berdasarkan hadits di atas. Hal ini diperkuat lagi dengan apa yang disebutkan di dalam bab nikah di mana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah memerintahkan seseorang untuk mengajarkan istrinya Al Qur’an sebagai mahar baginya.

Demikian berbagai dalil dan hadits mengenai keutamaan menghafal Al-Qur’an. Meskipun terdapat lebih dari 13 dalil yang menjelaskannya, setidaknya kita harus mengingat kuat minimal 4 janji Allah bagi penghafal Al-Quran sebagai motivasi. Semoga bermanfaat. 

Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Ingin mulai menghafal dengan bimbingan? Executive Tahfizh QLC menyelenggarakan program karantina tahfizh untuk dewasa di Jogja, mulai 1 pekan hingga 1 tahun. Belum yakin program mana yang cocok? Coba kuis penempatan gratis.

Ringkasan Surah Al-Baqarah: Tema, Ayat & Pelajaran Penting

Ringkasan Isi Kandungan Surah Al-Baqarah

Pada saat menjadi imam salat wajib hendaknya imam membaca Al-Quran ayat pendek-pendek maka lebih diutamakan membaca satu surah secara utuh. Adapun jika satu surah terlalu panjang maka bisa membaca ayat Al-Quran sesuai dengan batas-batas tema atau maqra.

Berikut ini ringkasan isi kandungan Surah Al-Baqarah agar dapat dipraktikkan entah dalam batas hafalan maupun saat dibaca pada waktu salat.

Beberapa ahli tafsir menjelaskan tentang pokok surah Al-Baqarah dalam buku karya Muhammad, Mushthafa Muslim (2010). At-Tafsir al-Maudhu’i Lisuwar al-Qur`an al-Karim. Jilid 1. Sharjah: University of Sharjah.

Abu Ja’far bin az-Zubair al-Gharnathi; dia berpendapat bahwa surah ini dengan segala rahasianya adalah “Penjelasan tentang al-shirath al-mustaqim (jalan yang lurus) dengan sempurna, tidak tertinggal sedikit pun, dan penjelasan mulianya orang yang mengambil (pelajaran) darinya dan buruknya orang yang menjauhkan diri darinya.”

Burhanuddin al-Biqa’i: “Sumber hukum yang tegas bahwa Al-Kitab (Alquran) adalah petunjuk agar diikuti semua perkataan di dalamnya, petunjuk teragung mengenai iman kepada hal gaib, dan kumpulan (petunjuk tentang) iman kepada hari akhir. Isinya seputar iman kepada kebangkitan yang diterangkan melalui kisah sapi betina, yang juga masih seputar iman kepada hal gaib.”

Ath-Thahir bin Asyur: “Tujuan terbesar surah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu (1) tujuan untuk menetapkan martabat agama ini (Islam) di atas agama terdahulu dan kemuliaan petunjuk dan norma-norma penyucian jiwa di dalamnya serta (2) tujuan untuk menjelaskan hukum-hukum agama ini dan maslahatnya kepada para pengikutnya.”

A. Tiga Golongan Manusia dalam menghadapi Al-Qur’an (1-20)

1. Golongan Mukmin (1-5)
2. Golongan Kafir (6-7)
3. Golongan Munafik (8-20)

B. Keesaan dan kekuasaan Allah SWT. (21-39)

1. Perintah menyembah Allah SWT Yang Maha Esa (21-22)
2. Tantangan Allah SWT kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur’an (23-24)
3. Ganjaran bagi orang-orang yang beriman (25)
4. Perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur’an dan hikmah-hikmahnya (26-27)
5. Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29)
6. Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi (30-39)

C. Peringatan Allah SWT kepada Bani Israil (40-141)

1. Beberapa perintah dan larangan Allah SWT Israil]] (40-48)
2. Perincian nikmat Allah SWT kepada Bani Israil (49-60)
3. Pembalasan terhadap sikap dan perbuatan Bani Israil (61)
4. Pahala orang yang beriman (62)
5. Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Allah SWT. (63-66)
6. Kisah penyembelihan Sapi Betina (67-74)
7. Keimanan Orang Yahudi sukar diharapkan (75-82)
8. Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah SWT. (83-86)
9. Sikap Orang Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. (87-91)
10. Penyembelihan anak sapi yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka kepada benda (92-96)
11. Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT yang mengutusnya (97-101)
12. Tuduhan Orang Yahudi terhadap Nabi Sulaiman AS. (102-103)
13. Ketidaksopanan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya (104-105)
14. Menasakhkan suatu ayat adalah urusan Allah SWT. (106-113)
15. Tindakan-tindakan menghalangi ibadah (114-118)
16. Larangan mengikuti Yahudi dan Nasrani (119-123)
17. Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129)
18. Agama Nabi Ibrahim AS. (130-141)

D. Kakbah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214)

1. Sekitar pemindahan Kakbah (142-152)
2. Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran (153-157)
3. Manasik Haji (158)
4. Laknat terhadap orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT dan orang-orang kafir (159-162)
5. Allah SWT Yang Berkuasa dan Yang Menentukan (163-171)
6. Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176)
7. Pokok-pokok kebajikan (177)
8. Kisas dan hikmahnya (178-179)
9. Wasiat (180-182)
10. Puasa (183-188)
11. Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195)
12. Haji (196-203)
13. Perbuatan orang-orang munafik (204-210)
14. Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para pengikutnya (211-214)

E. Beberapa Hukum Syariat (215-252)

1. Orang-orang yang diberi nafkah (215)
2. Hukum perang dalam Islam (216-218)
3. Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan anak yatim (219-220)
4. Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237)
5. Kewajiban mengerjakan salat meskipun dalam keadaan takut (238-239)
6. Wasiat untuk Istri dan Mutah (240-242)
7. Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah SWT. (243-252)

F. Tentang rasul-rasul dan kekuasaan Allah SWT. (253-260)

1. Keistimewaan dan perbedaan derajat rasul-rasul (253)
2. Anjuran membelanjakan harta (254)
3. Ayat Kursi (255)
4. Tidak ada paksaan memasuki agama Islam (256-257)
5. Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati (258-260)

G. Cara-cara menggunakan harta dan hukum-hukumnya (261-286)

1. Menafkahkan harta di jalan Allah SWT. (261-274)
2. Hukum Riba (275-281)
3. Kesaksian dalam Muamalah (282-283)
4. Pujian Allah SWT terhadap para mukmin dan doa mereka (284-286)

Semoga dengan membaca Al-Quran sesuai dengan batas tema-tema tersebut kita dapat mempelajari ayat-ayat Al-Quran disertai tadabbur terjemah. Cara yang paling sederhana yaitu membaca Al-Quran sambil melihat terjemah per-kata dan terjemah tafsiriyah. Adapun bila ingin lebih paham secara mendalam maka bisa melanjutkan dengan mempelajari ilmu Nahwu Sharaf.

Ringkasan isi kandungan Surah Al-Baqarah ini dapat membantu para pembaca untuk memahami secara global terlebih dahulu sebelum nantinya memahami secara mendetail.

Secara sederhana pemahaman Metode Yadain dapat dilakukan dengan menggunakan Al-Quran Yadain yaitu membedakan kiri (bathil) atau kanan (haq).

Muhammad, Mushthafa Muslim (2010). At-Tafsir al-Maudhu’i Lisuwar al-Qur`an al-Karim. Jilid 1. Sharjah: University of Sharjah.