Pondok Pesantren Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional (YKTN) hadir konsisten dengan Program Hafal Quran Sebulan yang revolusioner! Siapa pun Insyaa Allah bisa menghafal al-Quran dalam waktu sebulan, tanpa batasan usia dan latar belakang. Jadilah hafizh atau hafizhah al-Quran yang berkualitas dengan memenuhi ikhtiar syarat utama yaitu mampu membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid dan mengikuti seluruh prosedur karantina tahfizh Al-Quran!
Dapatkan pengalaman belajar dengan metode yadain litahfizhil Quran, bimbingan para ustadz yang berpengalaman 77 angkatan dalam 9 tahun dengan lebih dari 13.000 alumni.
Daftar sekarang!
Pendaftaran mudah melalui nomor WhatsApp yang telah disediakan. Pilih program sesuai tingkat hafalan Anda, program satu pekan, dua pekan, tiga pekan, atau program sebulan target 30 juz, insyaa Allah.
Jadilah bagian dari visi mulia YKTN, di mana setiap keluarga Muslim minimal memiliki satu hafizh atau hafizhah al-Quran pada tahun 2030. Bersiaplah untuk menjadi hafizh yang menginspirasi dan menebar kebaikan al-Quran di seluruh penjuru tanah air.
Dapatkan kesempatan emas untuk menghafal al-Quran dalam sebulan di YKTN.
Program Hafal Quran Sebulan dengan metode yadain litahfizhil Quran dan bimbingan ustadz berpengalaman. Raih prestasi menjadi hafizh atau hafizhah berkualitas, perbaiki bacaan sesuai tajwid.
Solusi Hafal Al-Qur’an dalam 28 Hari dengan Metode Yadain
Apakah Anda memiliki keinginan kuat untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi terkendala waktu, metode, atau bimbingan yang tepat? Qur’an Learning Center (QLC) Yogyakarta hadir sebagai solusi unggulan bagi Anda yang ingin menghafal Al-Qur’an secara efektif dalam waktu singkat melalui program Executive Tahfizh 30 Juz dalam 28 Hari.
Apa Itu QLC Yogyakarta?
QLC Yogyakarta adalah lembaga pendidikan Al-Qur’an berbasis wakaf di bawah naungan Baitulmaal Muamalat (BMM), yang telah meluluskan lebih dari 500 alumni sejak berdiri tahun 2021. Berlokasi di pusat kota Yogyakarta, QLC menyelenggarakan program intensif hafalan dan pemahaman Al-Qur’an yang terstruktur dan modern.
Metode Unggulan: Yadain Litahfizhil Qur’an
QLC menggunakan Metode Yadain, yaitu pendekatan multi-sensori berbasis visualisasi tadabbur, Al-Qur’an virtual, dan teknik hafalan “Jari Al-Qur’an”. Metode ini dirancang oleh Ust. Yadi Iryadi, S.Pd., Al-Hafizh, untuk mempercepat proses hafalan dan memperkuat daya ingat peserta secara alami.
Program Executive 28 Hari: Hafal Al-Qur’an Secara Efektif
Dalam program karantina 28 hari ini, peserta dari berbagai kalangan—baik pelajar, mahasiswa, hingga profesional—akan dibimbing secara intensif oleh Muhaffizh/Muhaffizhah berpengalaman, dengan rasio ideal 1:10. Program ini meliputi:
Hafalan harian terstruktur (ziyādah)
Pengulangan hafalan (murāja‘ah)
Pemahaman tadabbur ayat
Sistem evaluasi berkala dan sertifikasi
Didukung Teknologi & Neurosains
QLC mengoptimalkan pendekatan pembelajaran modern berbasis neurosains dan teknologi digital, termasuk Al-Qur’an Virtual, yang memungkinkan peserta menghafal secara visual di dalam imajinasi mereka—terbukti mempercepat hafalan.
Lingkungan Nyaman & Fasilitas Lengkap
Gedung Executive Tahfizh QLC berlokasi strategis di Yogyakarta, dilengkapi dengan:
Asrama terpisah untuk ikhwan dan akhwat
Ruang belajar nyaman
Konsumsi 3x sehari
Bimbingan spiritual dan mentoring harian
Siapa Saja yang Bisa Ikut?
Program ini terbuka untuk semua usia, tanpa batasan latar belakang. Mulai dari pelajar SMP/SMA, mahasiswa, pekerja, hingga orang tua, semua dapat mengikuti program ini dengan penyesuaian target hafalan.
Mengapa Harus Pilih QLC?
Metode terbukti: Metode Yadain mempercepat hafalan 30 juz dengan pemahaman
Pengajar berpengalaman dan profesional
Sertifikasi resmi & program pasca-karantina
Terafiliasi dengan Yayasan Karantina Tahfizh Nasional & Mahir Academy
Jejaring alumni aktif dan pembinaan berkelanjutan
Alumni Siap Mengabdi
Lulusan QLC Yogyakarta tidak hanya menjadi hafizh, tetapi juga dibekali keterampilan untuk mengajar dan berdakwah, termasuk program sertifikasi non-akademik resmi seperti Certified Executive Tahfizh (C.ET) dan Certified Executive Mutqin (C.EM).
📍 Informasi & Pendaftaran
📍 Alamat: Gedung Executive Tahfizh BMM Yogyakarta Jl. Taman Siswa, Gg. Warsokusumo, Wirogunan, Kota Yogyakarta
Bergabunglah bersama ratusan alumni Qur’an Learning Center Yogyakarta yang telah merasakan transformasi hidup melalui Al-Qur’an. 28 Hari Hafal Quran? InsyaaAllah Bisa di QLC Yogyakarta!
Menghafal dan menjaga ayat-ayat suci Al-Quran adalah sebuah kemuliaan paripurna dan panggilan jiwa bagi setiap muslim dan muslimah. Berinteraksi dengan kalam Ilahi tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR. Bukhari no. 5027)
Salah satu cara paling efektif dan terstruktur untuk mewujudkan impian menghafal Al-Quran adalah dengan mengikuti program karantina hafal Quran. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara tuntas Program Karantina Hafal Quran Sebulan, sebuah langkah akselerasi yang dirancang khusus agar peserta dapat mencapai target hafalan 30 juz dalam waktu yang relatif singkat namun dengan kualitas yang muthahhir (terjaga).
Program Karantina Hafal Quran Sebulan
Program karantina hafal Quran sebulan adalah sebuah inkubator spiritual yang didesain secara komprehensif bagi peserta yang memiliki waktu liburan atau cuti singkat—yakni sekitar 35 hari atau satu bulan waktu efektif. Dalam ekosistem yang seratus persen mendukung kekhusyukan ini, peserta dikondisikan untuk fokus mencapai target hafalan 30 juz.
Allah SWT telah memberikan jaminan bahwa Al-Quran adalah kitab yang mudah dipelajari bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Allah berfirman:
“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”(QS. Al-Qamar: 17)
Program ini tidak hanya mengejar kuantitas hafalan, tetapi dirancang dengan metodologi yang teruji, efektif, dan efisien. Peserta tidak sekadar menghafal, namun juga dibimbing secara intensif untuk membaguskan bacaan, merapikan tajwid, dan membangun ikatan batin dengan setiap ayat yang dihafal.
Materi Komprehensif yang Diajarkan
Selama masa karantina, peserta akan mendapatkan kurikulum yang sistematis untuk memastikan hafalan cepat masuk dan kuat melekat (mutqin). Materi tersebut meliputi:
Mengenal Huruf Hijaiyah: Pembekalan dasar bagi peserta untuk memastikan pengenalan visual dan pelafalan huruf hijaiyah secara presisi sebagai fondasi utama membaca Al-Quran.
Makharijul Huruf dan Sifatul Huruf: Pemahaman mendalam tentang tempat keluarnya huruf dan sifat-sifatnya. Ini adalah kunci agar bacaan terdengar fasih dan terhindar dari kesalahan yang dapat merubah makna (lahn jali).
Tahsin Al-Quran: Bimbingan intensif membaca Al-Quran secara tartil (perlahan dan jelas) sesuai kaidah tajwid, mengamalkan perintah Allah SWT:“…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”(QS. Al-Muzzammil: 4)
Akselerasi Hafalan Al-Quran: Menggunakan pendekatan terstruktur untuk menghafal dengan cepat dan menyenangkan tanpa merasa terbebani, memaksimalkan memori visual dan auditori peserta.
Keuntungan Mengikuti Program Karantina Hafal Quran
Bergabung dalam program ini memberikan transformasi luar biasa, baik secara spiritual maupun keterampilan membaca. Berikut adalah keutamaan yang akan diraih:
1. Menghafal dengan Cepat, Mudah, dan Menyenangkan
Dengan mengaplikasikan sistem yang tepat, seperti Metode Yadain Litahfizhil Quran, proses menghafal menjadi jauh lebih mudah. Metode ini mengoptimalkan potensi otak, menyinergikan gerakan, visual, dan ritme, sehingga hafalan 30 juz bukan lagi sesuatu yang mustahil dicapai dalam waktu singkat.
2. Peningkatan Signifikan Kualitas Bacaan
Peserta didampingi oleh para muhaffizh/muhaffizhah profesional. Setiap ayat yang disetorkan harus melewati standar tahsin yang baik. Alhasil, kualitas bacaan Al-Quran peserta akan meningkat drastis menjadi lebih merdu, fasih, dan sesuai tajwid.
3. Mahkota Kemuliaan untuk Kedua Orang Tua
Ini adalah motivasi terbesar bagi para penghafal Al-Quran. Hafalan yang diselesaikan di masa karantina merupakan hadiah terbaik untuk orang tua di akhirat kelak.
“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari…”(HR. Abu Dawud no. 1453)
4. Terjaganya Kesucian Hati dan Pikiran
Lingkungan karantina memisahkan peserta dari distraksi duniawi (seperti gawai dan hiburan yang melalaikan). Selama sebulan, hati dan pikiran terus diisi dengan zikrullah melalui interaksi ayat suci, sehingga menghadirkan ketenangan jiwa yang hakiki.
“…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
5. Kemerdekaan dalam Beribadah
Memiliki hafalan Al-Quran membuat seorang muslim lebih leluasa dan khusyuk dalam mendirikan shalat, baik shalat fardhu maupun qiyamul lail. Tidak perlu lagi bergantung pada mushaf fisik, karena ayat-ayat Allah telah tersimpan kokoh di dalam dada.
6. Menumbuhkan Kecintaan Mendalam pada Al-Quran
Intensitas kebersamaan dengan Al-Quran selama 24 jam sehari akan menumbuhkan mahabbah (cinta) yang luar biasa. Peserta akan merasakan keindahan susunan kata Al-Quran dan kedamaian yang memancar dari setiap lembarnya.
Siapa yang Bisa Mengikuti Program Ini?
Kabar baiknya, Al-Quran diturunkan untuk seluruh umat manusia. Program karantina hafal Quran sebulan ini sangat inklusif dan dapat diikuti oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat dan kelonggaran waktu selama sebulan. Program ini sangat ideal bagi:
Pelajar dan Mahasiswa yang sedang dalam masa libur semester.
Wiraswasta dan Profesional yang mengambil cuti untuk recharge spiritual.
Masyarakat Umum dari berbagai latar belakang usia yang merindukan gelar Ahlul Quran.
Bagaimana Cara Mendaftar?
Jangan tunda niat mulia Anda. Waktu satu bulan dapat mengubah jalan hidup Anda selamanya. Untuk mendaftar dan menjadi bagian dari keluarga besar penghafal Al-Quran, silakan hubungi penyelenggara atau kunjungi situs resmi Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta melalui tautan berikut:
Setelah melakukan pendaftaran di website tersebut, Anda akan mendapatkan informasi komprehensif mengenai jadwal angkatan terdekat, persyaratan administrasi, serta panduan persiapan sebelum memasuki masa karantina. Mari wujudkan generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan senantiasa berada dalam naungan rida Allah SWT!
Sebenarnya dengan pendekatan ibadah didasari dengan Aqidah yang benar, itu sudah cukup untuk mengatasi berbagai persoalan kehidupan manusia. Tetapi mengapa masih diperlukan coaching, konseling, hipnoterapi, penanganan psikologis?…
Keadaan keimanan setiap orang berbeda-beda, begitu pula pemahaman keilmuan tentang Aqidah tidak setiap orang memiliki intensitas yang sama untuk mempelajarinya.
Karena itu, keluhan psikologis seperti stres, cemas, gelisah, trauma, frustrasi, putus asa, psikosomatik dan sebagainya, itu adalah hal yang wajar menimpa setiap orang walaupun beragama Islam. Padahal obatnya adalah keimanan dan ketakwaan. Itu saja, bahkan membaca Al-Quran merupakan salah satu obat hati yang paling manjur.
Saat penanganan kesulitan menghafal Al-Quran di karantina tahfizh, paling dominan yaitu gangguan kesehatan mindset. Mindset ini merupakan setingan pikiran tentang apa yang ia yakni dan ia jalankan atas keyakinannya.
Seorang penghafal Al-Quran dengan mindset, “Menghafal Al-Quran susah dan muraja’ahnya lebih susah”. Berbekal mindset ini bahkan menghafal 2 baris pun perlu waktu 2 jam untuk menghafalkannya dan ketika diulang tetap tidak bisa. Apa yang terjadi?.. Yang disalahkan adalah metodenya, sistemnya, padahal letak yang harus diperbaiki adalah mental atau mindsetnya.
Menghafalkan Al-Quran dalam keadaan stres dengan target hafalan, cemas karena teman lainnya bisa sedangkan dia tidak bisa, gelisah khawatir ditanya orang tua, trauma pengalaman menghafal di masa lalu, frustrasi dengan apa yang sedang dihadapi, putus asa dengan segala upaya, psikosomatik berupa sakit maag dan kepala pusing akibat beban pikiran dan sebagainya, itu adalah hal yang wajar menimpa seseorang walaupun beragama Islam.
Solusinya adalah perbaiki mindsetnya, perbaiki kata-kata yang diucapkan di pikiran dan perasaannya. Perbaiki kata-kata komunikasi dengan teman-temannya. Perbaiki pola-pola bahasa yang menghambat pencapaian pengembangan dirinya. Serta perbaiki pola komunikasi dengan Allah Subhanahu Wata’ala melalui doa dan prasangka.
Ada banyak teknik terapi diantaranya EFT, SEFT, Hipnoterapi, Reframing NLP (Neuro Linguistic Programming) dan coaching ngobrol santai dengan pola bahasa teraputik.
Alhamdulillah, teknik ini sebenarnya adalah upaya perbaikan komunikasi pikiran sadar dan bawah sadar untuk menggiring supaya para peserta karantina tahfizh bisa kembali pada niatan menghafal Al-Quran yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Niat yang benar dan keyakinan atas keimanan bahwa Al-Quran ini dimudahkan oleh Allah bagi siapa pun yang mau mempelajarinya.
Penanganan terapi kesulitan menghafal Al-Qur’an dilakukan supaya jangan sampai ditanggung oleh para peserta karantina tahfizh. Perlu adanya upaya khusus dari pembimbing untuk mampu menghadirkan solusi agar setiap orang mampu mencapai akselerasi sesuai dengan level belajarnya masing-masing.
Sebagaimana telah diuraikan, kesulitan menghafal Al-Qur’an adalah perkara yang wajar menimpa siapa pun — baik pemula yang baru memulai, maupun mereka yang telah memiliki hafalan belasan juz. Yang membedakan hanyalah bagaimana seseorang menyikapi dan mencari jalan keluarnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menegaskan dalam firman-Nya:
“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)
Ayat ini adalah jaminan dari Allah sendiri bahwa Al-Qur’an telah dimudahkan. Maka, apabila seseorang masih merasa kesulitan, yang perlu diperbaiki bukanlah Al-Qur’annya, melainkan pendekatan, metode, dan kondisi mental orang tersebut.
✨ Executive Tahfizh QLC Yogyakarta: Solusi yang Tepat
Di Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta, kami tidak sekadar mengajarkan teknik menghafal. Kami memahami bahwa setiap individu membawa “perang batin”-nya masing-masing — mindset yang keliru, trauma pengalaman masa lalu, tekanan dari lingkungan, atau sekadar belum menemukan metode yang sesuai dengan karakter belajarnya.
Oleh karena itu, pendekatan kami bersifat holistik dan personal. Setiap peserta mendapatkan:
🧠 Bimbingan Mindset dan Coaching Spiritual — Kesulitan menghafal seringkali bermula dari mindset. Pernyataan seperti “Menghafal Al-Qur’an itu susah” atau “Saya tidak berbakat” adalah penghalang terbesar. Melalui pendekatan coaching berbasis NLP Islami dan teknik terapi seperti EFT serta Reframing, kami membantu peserta membangun ulang pola pikir yang mendukung keberhasilan hafalan.
🤲 Penerapan Metode Yadain Litahfizhil Quran — Metode Yadain yang dikembangkan oleh Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd., telah teruji sejak tahun 2007 dan terbukti memudahkan ribuan penghafal dari berbagai latar belakang. Metode ini menggabungkan teknik visual, auditori, dan kinestetik (gerakan tangan) yang mengaktifkan multi-sensor otak.
👥 Lingkungan yang Suportif — Menghafal Al-Qur’an di tengah komunitas yang memiliki tujuan sama akan memberikan motivasi dan energi positif yang sulit didapatkan jika menghafal sendirian.
📊 Sistem Pemantauan dan Muraja’ah Terstruktur — Setiap peserta mendapatkan pendampingan one-on-one dengan Muhaffizh/Muhaffizhah berpengalaman. Hafalan baru langsung diikat dengan sistem pengulangan terjadwal — hari ke-1, ke-3, ke-7, dan seterusnya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Jagalah Al-Qur’an (dengan mengulanginya). Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, Al-Qur’an lebih cepat lepas daripada unta dari ikatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
🗓️ Pilihan Program yang Fleksibel
Kami memahami bahwa setiap orang memiliki kondisi dan keterbatasan yang berbeda. Oleh karena itu, tersedia beberapa pilihan program:
Program
Durasi
Keterangan
Karantina 28 Hari Mukim
4 minggu penuh
Tinggal di asrama, fokus total tanpa distraksi
Karantina 2 Minggu + Online
14 hari + lanjutan daring
Cocok bagi profesional yang tidak bisa cuti panjang
Weekend Intensif
14x Sabtu-Minggu
Untuk pekerja yang hanya libur akhir pekan
Program Privat Daring
Fleksibel
Bimbingan 1-on-1 dari rumah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
📞 Mulailah Hari Ini
Jangan biarkan kesulitan menghafal menghentikan langkah Anda lebih lama lagi. Setiap ayat yang Anda hafal adalah investasi untuk dunia dan akhirat — investasi yang dijamin oleh Allah tidak akan pernah merugi.
Konsultasikan kendala Anda kepada kami tanpa biaya. Tim kami siap mendengarkan dan mencarikan solusi yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu amalan yang sangat mulia dan bermanfaat bagi umat Islam. DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Al-Hafizh, seorang pakar Tafsir dan Qiraat alumni Universitas Madinah sering memberikan tausiyah dan motivasi bagi para peserta karantina tahfizh Al-Quran.
Banyak orang yang merasa kesulitan untuk menghafal Qur’an karena berbagai faktor, seperti kurangnya motivasi, konsentrasi, waktu, atau metode yang tepat. Padahal, menghafal Qur’an sebenarnya tidaklah sulit jika kita mengetahui cara dan teknik yang efektif. Menghafalkan Al-Quran sudah dijamin kemudahannya, terutama bagi orang-orang yang mau mempelajarinya.
Berikut adalah beberapa nasihat yang bisa kami petik dari tausiyahnya tentang menghafal Qur’an dengan mudah dan Anda pun bisa mencobanya:
Niatkan untuk menghafal Qur’an karena Allah SWT semata. Niat adalah pondasi dari segala amalan kita. Jika kita berniat untuk menghafal Al-Qur’an karena Allah SWT semata, maka Allah SWT akan memberikan kemudahan dan keberkahan dalam proses hafalan kita.
Pilih waktu yang tepat untuk menghafal Al-Qur’an. Waktu yang tepat untuk menghafal Qur’an adalah ketika pikiran kita masih segar dan tidak banyak gangguan. Biasanya waktu tersebut merupakan waktu yang khusus untuk menghafal Al-Quran. Karantina tahfizh memfasilitasi supaya setiap peserta mampu menggunakan seluruh waktu sesuai dengan sistem dan metodologi yang ditetapkan.
Pilih surah atau ayat yang ingin dihafalkan sesuai dengan kemampuan dan minat kita. Jangan memaksakan diri untuk menghafalkan surah atau ayat yang terlalu panjang atau sulit jika kita belum siap. Mulailah dari surah atau ayat yang pendek atau mudah terlebih dahulu.
Ulangi membaca surah atau ayat yang ingin dihafalkan secara berulang-ulang sampai hafal dengan lancar dan benar. Gunakan teknik membaca satu ayat pertama, kemudian diulang-ulang sampai hafal dengan lancar dan mutqin (melekat sangat kuat). Setelah itu lanjutkan ke ayat kedua dengan cara yang sama, kemudian gabungkan dengan ayat pertama sampai hafal dua ayat tersebut bersama-sama.
Dengarkan bacaan surah atau ayat yang ingin dihafalkan dari sumber terpercaya seperti qori’ profesional atau rekaman audio berkualitas tinggi. Dengarkan bacaan tersebut secara berkala untuk memperkuat ingatan dan memperbaiki bacaan kita.
Review hafalan surah atau ayat secara rutin setiap hari agar tidak lupa atau hilang dari ingatan kita. Review hafalan bisa dilakukan dengan cara membaca sendiri, mendengarkan bacaan orang lain, menulis ulang surah atau ayat tersebut tanpa melihat mushaf, atau menyebutkan nomor urut surah atau ayat tersebut tanpa melihat mushaf.
Mintalah bantuan orang lain untuk mengecek hafalan kita secara berkala agar lebih objektif dan akurat dalam menilai kemampuan hafalan kita. Orang lain bisa berperan sebagai guru ngaji, teman sejawat pengafal Al-Quran (muraja’ah), keluarga dekat (suami/istri/anak), sahabat karib (teman dekat).
Berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam menghafal Qur’an serta diberikan keistiqomahan dalam menjaga hafalan tersebut sampai akhir hayat.
Demikian sebagaimana kami sering dinasihatkan oleh DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Al-Hafizh, seorang pakar Tafsir dan Qiraat alumni Universitas Madinah. Tentu saja karantina tahfzih Al-Quran merupakan salah satu upaya, ikhtiar supaya kita bisa memfokuskan diri untuk menghafal Al-Quran.
Tidak banyak orang yang beruntung bisa belajar di pondok pesantren. Maka dengan belajar di karantina tahfizh Al-Quran dapat membuka peluang siapa pun dengan keterbatasan usia berapa pun masih berkesempatan untuk belajar membaca, memahami, menghafalkan dan mengamalkan Al-Quran. Salah satu bentuk dari pengamalan Al-Quran yaitu dengan menghafalkan dan muraja’ah.