Warisan Abadi yang Akan Menjadi Saksi
Di antara riuh rendahnya kehidupan, seringkali kita berpikir tentang warisan. Apa yang akan kita tinggalkan untuk anak-anak kita kelak? Rumah yang megah? Harta yang melimpah? Atau jabatan yang terpandang? Semua itu baik, namun ada satu warisan yang cahayanya tak akan pernah padam, yang nilainya melampaui segala materi, dan yang kelak akan menjadi saksi di hadapan Ilahi. Warisan itu adalah Al Quran.
Jauh melintasi zaman, seorang sahabat mulia, Abdullah bin ‘Amr bin al-‘As, pernah menitipkan sebuah pesan yang getarannya masih terasa hingga kini. Sebuah nasihat yang bukan sekadar anjuran, melainkan sebuah pengingat akan amanah besar di pundak kita. Mari kita renungkan bersama untaian hikmahnya:
عَلَيْكُمْ بِالْقُرْآنِ فَتَعَلَّمُوهُ، وَعَلِّمُوهُ أَبْنَاءَكُمْ، فَإِنَّكُمْ عَنْهُ تُسْأَلُونَ، وَبِهِ تُجْزَوْنَ، وَكَفَى بِهِ وَاعِظًا لِمَنْ عَقَلَ
“Wajib atas kalian untuk berpegang pada Al Quran, maka pelajarilah ia dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian. Sungguh, kalian akan ditanya tentangnya dan dengannya kalian akan diberi balasan. Dan cukuplah ia sebagai penasihat bagi orang yang berakal.” (Atsar riwayat Abu ‘Ubaid dalam Fadhailul Qur’an)
“Kalian Akan Ditanya Tentangnya”
Kalimat pertama dalam wasiat ini, “kalian akan ditanya tentangnya,” adalah sebuah sentuhan lembut yang menyadarkan. Ia mengingatkan bahwa mendidik anak dengan Al Quran bukanlah pilihan, melainkan sebuah pertanggungjawaban. Tanggung jawab orang tua mengajarkan Al Quran adalah amanah yang akan kita bawa hingga hari perhitungan. Seperti kita akan ditanya tentang usia, harta, dan ilmu kita, begitu pula kita akan ditanya, “Sudahkah engkau kenalkan Kalam-Ku kepada buah hatimu?”
Pertanyaan ini bukanlah untuk menghakimi, melainkan untuk menyingkap sejauh mana cinta kita pada Allah dan pada generasi penerus kita. Mengabaikan amanah ini sama saja dengan membiarkan anak-anak kita berlayar di samudra kehidupan tanpa kompas. Memenuhi tanggung jawab orang tua mengajarkan Al Quran berarti kita membekali mereka dengan petunjuk paling agung yang akan menjaga mereka di dunia dan menyelamatkan mereka di akhirat.
“Dengannya Kalian Akan Diberi Balasan”
Setelah pengingat tentang tanggung jawab, datanglah kabar gembira yang menyejukkan jiwa. “Dan dengannya kalian akan diberi balasan.” Allah Yang Maha Pemurah tidak pernah membiarkan setiap tetes keringat dan setiap detik kesabaran dalam mendidik menjadi sia-sia. Balasan itu tidak hanya terwujud di akhirat, seperti mahkota kemuliaan yang akan dikenakan pada orang tua yang anaknya hafal Al Quran.
Balasan itu juga kita rasakan di dunia. Anak yang hatinya terpaut pada Al Quran akan tumbuh menjadi pribadi yang santun, yang tutur katanya menenangkan, dan yang baktinya tulus. Rumah yang di dalamnya dilantunkan ayat-ayat suci akan dinaungi ketenangan dan keberkahan. Inilah buah manis dari sebuah perjuangan mulia, buah dari kesadaran akan tanggung jawab orang tua mengajarkan Al Quran.
Cukuplah Al Quran Sebagai Penasihat
Pesan Abdullah bin ‘Amr ditutup dengan kalimat yang begitu mendalam: “Dan cukuplah ia sebagai penasihat bagi orang yang berakal.” Di dunia yang penuh dengan kebisingan dan nasihat yang simpang siur, Al Quran hadir sebagai penasihat terbaik yang tak pernah salah. Ia adalah suara kebenaran yang menembus kalbu.
Mengajarkan Al Quran kepada anak-anak kita sejatinya adalah memberikan mereka sahabat sejati yang akan selalu membisikkan kebaikan. Saat mereka goyah, Al Quran akan menguatkan. Saat mereka bersedih, Al Quran akan menghibur. Saat mereka bingung, Al Quran akan memberikan petunjuk. Inilah esensi dari tanggung jawab orang tua mengajarkan Al Quran; kita tidak hanya mengajarkan bacaan, tetapi menanamkan sebuah sistem navigasi ilahiah di dalam jiwa mereka.
Maka, mari kita kembali bertanya pada diri sendiri. Warisan apa yang sedang kita siapkan? Sudahkah kita memulai langkah untuk memenuhi amanah terindah ini? Jangan pernah merasa terlambat atau tidak mampu. Setiap usaha, sekecil apa pun, untuk mendekatkan anak-anak kita kepada Al Quran adalah langkah menuju balasan terbaik dari-Nya. Karena memenuhi tanggung jawab orang tua mengajarkan Al Quran adalah investasi terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
Daftar Referensi
- Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallam. Fadhailul Qur’an. Dar Ibnu Katsir.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

