Mengapa Allah Mengulang Pertanyaan Itu 31 Kali?

Tidak ada surah lain dalam Al-Quran yang mengulang satu ayat sebanyak 31 kali. “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Allah tahu betapa mudahnya manusia melupakan. Itulah mengapa Ia terus bertanya.

Surah Ar-Rahman bukan sekadar indah dibaca; ia adalah cermin jiwa. Tadabbur atasnya mengubah cara pandang kita terhadap hal-hal kecil yang selama ini kita anggap biasa. Program Executive Tahfizh menjadikan tadabbur sebagai bagian inti dari pembelajaran, bukan sekadar menghafal lafaz.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 13, diulang 31 kali)

Secara logika linguistik, pengulangan dalam retorika Arab berfungsi sebagai penekanan yang membawa kesadaran bertahap. Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Mafâtîh Al-Ghaib menjelaskan bahwa setiap pengulangan ayat ini berhubungan dengan nikmat berbeda yang disebutkan sebelumnya, sehingga setiap “pendustaan” yang dimaksud merujuk pada kelalaian yang spesifik. Kita mendustakan nikmat penglihatan, nikmat akal, nikmat waktu — satu per satu tanpa sadar.

Penutup

Berhentilah sejenak. Hitung satu nikmat saja hari ini. Surah Ar-Rahman mengajarkan bahwa syukur dimulai dari kesadaran. Semoga Allah jadikan kita hamba yang bersyukur.

Referensi

Fakhruddin Ar-Razi. Mafâtîh Al-Ghaib (At-Tafsîr Al-Kabîr). Jilid 29. Beirut: Dâr Ihyâ’ At-Turâts Al-‘Arabi, 1420 H.

Tafsir ensiklopedis ini mengulas dimensi filosofis, linguistik, dan ilmiah ayat-ayat Al-Quran termasuk pengulangan retoris dalam Surah Ar-Rahman.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Praktisi Berlisensi Neuro Linguistic Programming (NLP)

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,