Pendahuluan: Merayakan Hadiah Terindah dari Allah
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَلَّغَنَا هَذَا الشَّهْرَ الْكَرِيمَ، وَأَنْعَمَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ وَجُودِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
“Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan kita pada bulan yang mulia ini, dan memberikan nikmat kepada kita dengan karunia dan kedermawanan-Nya. Shalawat serta salam bagi Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.”
Hadirin yang dirahmati Allah, tahukah kita bahwa nikmat terbesar bagi seorang mukmin setelah iman dan Islam adalah nikmat dipanjangkan umur hingga bertemu kembali dengan bulan Ramadhan? Jutaan orang yang tahun lalu masih berpuasa bersama kita, kini telah berada di alam barzakh dan merindukan walau hanya satu kali ucapan “Subhanallah”. Maka, keberadaan kita di sini hari ini adalah sebuah “undangan eksklusif” dari Allah yang harus disyukuri dengan sepenuh hati.
Hakikat Syukur dalam Al-Qur’an
Syukur bukan sekadar ucapan Alhamdulillah di lisan, melainkan pengakuan dalam hati dan pembuktian melalui amal perbuatan. Allah Subhanahu Wata’ala menjanjikan tambahan nikmat bagi siapa saja yang mau mensyukuri setiap kesempatan ibadah yang diberikan. Allah berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Hadirin sekalian, syukur atas nikmat dipertemukan dengan Ramadhan diwujudkan dengan cara mengoptimalkan setiap detiknya untuk ketaatan, karena kita tidak pernah tahu apakah ini akan menjadi Ramadhan terakhir bagi kita.
Ramadhan: Peluang Emas Pengampunan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam seringkali memberikan kabar gembira bahwa Ramadhan adalah sarana pembersihan total bagi hamba yang bertaubat. Beliau bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bukankah ini nikmat yang sangat dahsyat? Kita datang membawa beban dosa selama setahun, lalu Allah menyediakan satu bulan untuk menghapusnya hingga bersih. Sungguh, hanya orang yang merugi yang tidak merasa bersyukur atas peluang maghfirah sebesar ini.
Kisah Inspiratif: Penyesalan Penduduk Kubur
Dikisahkan dari para ulama salaf, bahwa seandainya penduduk kubur diperbolehkan berbicara dan meminta satu permintaan kepada Allah, mereka tidak akan meminta harta atau jabatan kembali. Mereka hanya akan meminta: “Ya Allah, hidupkanlah aku kembali walau hanya satu jam di bulan Ramadhan agar aku bisa bersedekah dan bersujud.”
Mereka melihat betapa mahalnya nilai satu rakaat tarawih dan satu ayat Al-Qur’an di akhirat kelak. Kita yang hari ini masih bernafas, memegang tiket emas yang mereka idamkan. Maka, janganlah kesibukan dunia membuat kita lupa untuk bersyukur dan menghargai tamu agung ini sebelum ia pergi meninggalkan kita.
Kesimpulan dan Penutup
Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai bentuk syukur terbaik kita kepada Allah. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja tanpa ada perubahan kualitas iman. Syukur kita adalah dengan bangun di sepertiga malam, menjaga lisan, dan memperbanyak sedekah. Semoga syukur kita mengundang ridha Allah Subhanahu Wata’ala.
Mari kita memohon kepada Allah agar amalan kita diterima:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْكَرِيمِ
“Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu di bulan yang mulia ini.”
Demikian ceramah singkat ini. Semoga kita semua keluar dari Ramadhan sebagai hamba yang benar-benar pandai bersyukur. Mohon maaf atas segala kekurangan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

