Al-Quran bukanlah sekadar untaian kata yang kita baca, melainkan sebuah dialog agung antara hamba dengan Sang Pencipta. Dalam percakapan suci itu, ada kalanya Allah menyisipkan jeda, sebuah panggilan lembut untuk merunduk dan bersujud. Inilah rahasia di balik hukum sujud tilawah saat membaca Al Quran, sebuah momen istimewa di mana lisan, hati, dan jasad menyatu dalam pengagungan.

Memaknai Panggilan untuk Merunduk

Sujud tilawah adalah sujud yang kita lakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah tertentu di dalam Al-Quran. Ini bukan sekadar gerakan fisik, melainkan respons jiwa yang paling dalam. Saat lisan kita melantunkan ayat tentang keagungan-Nya, tentang perintah untuk patuh, atau tentang mereka yang bersujud kepada-Nya, maka raga kita pun diajak untuk membuktikan ikrar tersebut. Ia adalah bukti bahwa kita tidak hanya membaca, tetapi juga menghayati dan tunduk pada pesan yang terkandung di dalamnya. Inilah salah satu cara terindah untuk menunaikan hak-hak ayat Al-Quran (haqqul ayat).

Hukum Sujud Tilawah Saat Membaca Al Quran: Sunnah atau Wajib?

Para ulama kita, dalam kebijaksanaan mereka, memberikan pandangan mengenai amalan ini. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Fath al-Karim al-Mannan, mayoritas ulama, termasuk mazhab Syafi’i, berpendapat bahwa sujud tilawah hukumnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Ia adalah sebuah anjuran (nadban) yang penuh dengan keutamaan, bukan sebuah kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan. Pemahaman ini memberi kita ruang kelapangan, bahwa sujud ini adalah ekspresi kerinduan, bukan beban paksaan.

Di sisi lain, mazhab Hanafi berpandangan bahwa hukumnya adalah wajib. Perbedaan pandangan ini menunjukkan betapa dinamisnya kajian fiqih Islam, namun esensinya tetap sama: mengagungkan firman Allah. Bagi kita, mengetahui hukum sujud tilawah saat membaca Al Quran membantu kita merespons dengan cara yang paling tepat dan penuh kesadaran.

Di Mana Saja “Panggilan Sujud” Ini Berada?

Menurut pandangan mazhab Syafi’i yang baru (qaul jadid), terdapat 14 tempat di dalam Al-Quran yang menjadi lokasi ayat sajdah. Ketika kita melewatinya, di situlah kita disunnahkan untuk bersujud. Keempat belas ayat tersebut tersebar di dalam surah-surah berikut:

Daftar Ayat Sajdah (Mazhab Syafi’i)

Berikut adalah rincian ayat-ayat yang disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah:

No.SurahAyatAyat-ayat Al-Qur’an dan Terjemah
1Al-A’raf206إِنَّ ٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَيُسَبِّحُونَهُۥ وَلَهُۥ يَسْجُدُونَ ۩
“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.”
2Ar-Ra’d15وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْآصَالِ ۩
“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.”
3An-Nahl50يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩
“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).”
4Al-Isra’109وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩
“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.”
5Maryam58…إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُ ٱلرَّحْمَٰنِ خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩
“…Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”
6Al-Hajj18أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ… ۩
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia…”
7Al-Hajj77يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩
“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.”
8Al-Furqan60وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسْجُدُوا۟ لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا۟ وَمَا ٱلرَّحْمَٰنُ… ۩
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang’, mereka menjawab: ‘Siapakah yang Maha Penyayang itu?…’”
9An-Naml26ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ ۩
“Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar.”
10As-Sajdah15إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِهَا خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَسَبَّحُوا۟ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩
“Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Tuhannya, dan mereka tidaklah sombong.”
11Fussilat38فَإِنِ ٱسْتَكْبَرُوا۟ فَٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُۥ بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩
“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.”
12An-Najm62فَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ وَٱعْبُدُوا۟ ۩
“Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).”
13Al-Inshiqaq21وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩
“Dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.”
14Al-‘Alaq19كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩
“Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).”

Catatan Tambahan

  • Tanda dalam Al-Quran: Biasanya di dalam mushaf Al-Quran, ayat-ayat ini ditandai dengan simbol menyerupai “kubah masjid” atau tulisan “Sajdah” di pinggir halaman, serta garis di atas kata tempat disunnahkannya sujud.
  • Surah Sad (Ayat 24): Dalam mazhab Syafi’i, sujud pada Surah Sad dikategorikan sebagai Sujud Syukur, bukan Sujud Tilawah (karena konteks ayatnya adalah taubat Nabi Daud a.s.), sehingga tidak termasuk dalam 14 daftar “panggilan sujud” tilawah ini.

Bacaan Doa Sujud Tilawah

Ketika melakukan sujud ini, Anda dapat membaca doa berikut:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

“Sajada wajhiya lilladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu bihawlihi wa quwwatihi.”

Artinya: “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memberi pendengaran serta penglihatan, dengan daya dan kekuatan-Nya.”

Adapun sujud yang kita temui di dalam Surah Sad (ص), para ulama Syafi’iyah mengkategorikannya sebagai sujud syukur (sajdatu syukr), bukan sujud tilawah murni, yang menandakan rasa syukur atas diterimanya taubat Nabi Daud ‘alaihissalam.

Keutamaan Merunduk yang Membuat Iblis Menangis

Setiap sujud adalah kemenangan bagi seorang hamba, dan setiap kemenangan itu adalah kepedihan bagi musuh kita yang nyata, yaitu setan. Ada sebuah keutamaan agung di balik sujud tilawah, sebuah momen yang begitu menyentuh, yang digambarkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ، أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

“Apabila anak Adam membaca ayat sajdah lalu ia bersujud, maka setan menyingkir sambil menangis dan berkata, ‘Celakalah aku! Anak Adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah untuk bersujud tetapi aku membangkang, maka bagiku neraka’.” (H.R. Muslim)

Betapa luar biasanya. Satu sujud singkat yang kita lakukan sebagai respons atas panggilan Al-Quran, ternyata menjadi penegasan atas identitas kita sebagai hamba yang taat, sekaligus menjadi sumber penyesalan abadi bagi iblis. Ini adalah kesempatan emas yang Allah berikan dalam interaksi kita dengan kitab-Nya.

Pada akhirnya, memahami hukum sujud tilawah saat membaca Al Quran bukan sekadar soal fiqih, melainkan tentang ruh dan adab kita bersama Kalamullah. Mari kita sambut setiap panggilan sujud itu sebagai hadiah, sebagai momen untuk berbisik pada bumi namun didengar oleh langit, dan sebagai cara kita mengatakan, “Kami dengar, dan kami taat, ya Rabb”.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk tidak hanya menjadi pembaca Al-Quran, tetapi juga menjadi sahabat Al-Quran yang mampu menunaikan hak-haknya dengan sempurna.

Daftar Referensi

  • Nuruddin al-Dibba’. Fath al-Karim al-Mannan fi Adab Hamalat al-Qur’an.
  • Hadits Riwayat Muslim, no. 81.
  • Q.S. Al-A’raf, Ar-Ra’d, An-Nahl, Al-Isra’, Maryam, Al-Hajj, Al-Furqan, An-Naml, As-Sajdah, Fussilat, An-Najm, Al-Inshiqaq, Al-‘Alaq.

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Hafal Quran Executive Tahfizh
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,