Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الصَّبْرَ ضِيَاءً، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّابِرُ الشَّكُورُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kesabaran sebagai cahaya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang penyabar lagi bersyukur. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semua.”

Hadirin yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, bulan Ramadhan seringkali disebut sebagai Syahrus Sabr atau bulan kesabaran. Ramadhan bukan sekadar perpindahan waktu makan, melainkan sebuah madrasah spiritual tempat kita ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, tenang, dan terkendali.

Tiga Dimensi Kesabaran dalam Puasa

Para ulama menjelaskan bahwa kesabaran itu terbagi menjadi tiga jenis, dan ajaibnya, ketiga jenis sabar ini berkumpul sekaligus di dalam ibadah puasa kita. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman tentang balasan bagi orang yang bersabar:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Pertama, sabar dalam ketaatan; kita sabar bangun sahur dan berdiri lama saat Tarawih. Kedua, sabar dalam menjauhi maksiat; kita menahan lisan dari ghibah dan mata dari yang haram. Ketiga, sabar atas ujian Allah; kita sabar menahan perihnya lapar dan keringnya dahaga semata-mata demi mencari ridha-Nya.

Puasa: Perisai Amarah dan Nafsu

Dalam kehidupan sehari-hari, ujian kesabaran sering datang dari interaksi sosial. Saat kita lapar, emosi cenderung mudah tersulut. Namun, madrasah Ramadhan mengajarkan kita untuk tetap elegan dalam menghadapi provokasi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

“Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia katakan: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalimat “Inni Shoimun” (Aku sedang puasa) adalah rem darurat yang menjaga martabat seorang mukmin. Ia mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati bukan pada kemampuan memukul, melainkan pada kemampuan menahan diri.

Kisah Inspiratif: Kesabaran Nabi Ayub ‘Alaihissalam

Jika kita merasa berat berpuasa selama 13 jam, ingatlah kisah Nabi Ayub ‘Alaihissalam. Beliau diuji dengan kehilangan harta, seluruh anaknya wafat, dan menderita penyakit kulit yang parah selama bertahun-tahun. Namun, lisannya tak pernah berhenti bersyukur dan hatinya tak pernah mengeluh kepada makhluk.

Nabi Ayub mengajarkan bahwa sabar adalah pahit di pangkal namun manis di ujung. Setelah bertahun-tahun dalam kesabaran total, Allah mengembalikan segalanya lebih baik dari sebelumnya. Ramadhan adalah latihan singkat bagi kita untuk meniru “otot sabar” para Nabi tersebut, agar setelah Ramadhan usai, kita tetap menjadi pribadi yang sabar menghadapi dinamika kehidupan.

Kesimpulan dan Penutup

Sebagai kesimpulan, mari kita jadikan setiap detik haus dan lapar kita sebagai sarana naik kelas dalam ujian kesabaran. Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga tanpa mendapatkan hakikat sabar. Ingatlah, kemenangan hanya diberikan kepada mereka yang mampu bertahan hingga waktu berbuka tiba.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الصَّابِرِينَ الشَّاكِرِينَ.

“Wahai Tuhan kami, tumpahkanlah kesabaran kepada kami dan teguhkanlah pendirian kami. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang penyabar lagi bersyukur.”

Demikian ceramah yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala khilaf. Semoga kita lulus dari madrasah Ramadhan dengan nilai ketaqwaan yang sempurna.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Karantina Tahfidz Quran Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,