Dalam rentetan waktu yang terus berputar, setiap Muslim tentu mendambakan ibadah yang tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, namun juga meresap hingga ke sanubari, menghadirkan kekhusyukan yang hakiki. Kunci dari kekhusyukan ini seringkali terletak pada detail-detail kecil yang agung, yang mungkin luput dari perhatian kita sehari-hari. Salah satunya adalah pemahaman dan pengamalan mengenai kesempurnaan bacaan surat dalam Shalat Jumat dan Hari Raya serta shalat Shubuh di hari Jumat, sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Mari kita menelusuri jejak-jejak sunnah yang telah digariskan oleh kekasih kita, Nabi Muhammad ﷺ, agar setiap gerakan dan bacaan dalam shalat kita memiliki bobot spiritual yang optimal. Mengapa demikian? Karena shalat bukan sekadar ritual, melainkan dialog intim antara hamba dengan Penciptanya. Setiap huruf, setiap ayat, adalah untaian makna yang jika kita hayati, akan mengubah pandangan dan tindakan kita.
Menggapai Makna dalam Setiap Rakaat Shubuh Jumat
Shalat Shubuh pada hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri. Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk yang terang benderang mengenai bacaan surah setelah Al-Fatihah. Beliau senantiasa membaca Surah As-Sajdah (Alif Lam Mim Tanzil) secara sempurna di rakaat pertama, dan Surah Al-Insan (Hal Ata ‘ala al-Insan) secara sempurna pula di rakaat kedua. Ini adalah sunnah yang hendaknya kita hidupkan dan amalkan.
Sangat disayangkan, kita seringkali menyaksikan praktik di beberapa masjid yang hanya membaca sebagian ayat dari kedua surah ini. Ada pula yang memanjangkan bacaan hanya pada sebagian ayat saja, sehingga menghilangkan esensi dari pengamalan sunnah yang menyeluruh. Padahal, membaca kedua surah tersebut secara kamil (lengkap) merupakan bagian dari kesempurnaan bacaan surat dalam Shalat Jumat dan Hari Raya yang diajarkan oleh Nabi ﷺ. Keindahan dan kekuatan pesan dalam setiap surah hanya dapat terwujud jika kita membaca dan merenungkannya secara utuh, bukan terpotong-potong.
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ (الم تَنْزِيلُ) فِي الرَّكْعَةِ الأُولَى وَفِي الثَّانِيَةِ (هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ).
(HR. Bukhari No. 891 dan Muslim No. 880)
“Nabi ﷺ dahulu membaca surat As-Sajdah di rakaat pertama dan surat Al-Insan di rakaat kedua pada shalat Shubuh hari Jumat.”
Hadits ini dengan jelas mengindikasikan bahwa pembacaan surah tersebut dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar potongan ayat. Inilah keutamaan yang seringkali terabaikan, padahal di dalamnya terkandung pahala besar dan hikmah mendalam.
Panduan Lengkap untuk Shalat Jumat yang Berkah
Kemudian, ketika tiba saatnya Shalat Jumat, ibadah mingguan yang penuh berkah, Rasulullah ﷺ juga mencontohkan bacaan surah yang spesifik. Dalam rakaat pertama, beliau seringkali membaca Surah Al-Jumu’ah secara lengkap. Lalu, pada rakaat kedua, beliau menyempurnakannya dengan membaca Surah Al-Ghasyiyah. Alternatif lain yang juga sahih adalah membaca Surah Al-A’la di rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah di rakaat kedua. Kedua pilihan ini adalah tuntunan yang shahih dari Rasulullah ﷺ.
Kembali, penekanan kita pada keutuhan bacaan. Janganlah kita terpaku pada kebiasaan yang tidak sejalan dengan sunnah, yakni hanya membaca sebagian kecil dari surah-surah ini. Tindakan tersebut dapat mengurangi keberkahan dan keutamaan yang semestinya kita raih. Mari kita merenung, bukankah setiap surah memiliki alur cerita, pesan, dan intisarinya sendiri yang hanya bisa dipahami secara sempurna jika dibaca secara menyeluruh?
كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلاَةِ الْعِيدِ وَالْجُمُعَةِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ).
(HR. Muslim No. 878)
“Nabi ﷺ dahulu membaca pada shalat Id dan shalat Jumat: Sabbihisma Rabbikal A’laa dan Hal Ataaka Hadiitsul Ghaasyiyah.”
Hadits ini memperkuat pilihan bacaan Surah Al-A’la dan Al-Ghasyiyah untuk Shalat Jumat, sekaligus menegaskan pentingnya kesempurnaan bacaan surat dalam Shalat Jumat dan Hari Raya secara umum.
Keagungan Bacaan Shalat Hari Raya
Tidak hanya Shubuh Jumat dan Shalat Jumat, Shalat Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha) pun memiliki sunnah bacaan surah yang istimewa. Rasulullah ﷺ mencontohkan agar di rakaat pertama kita membaca Surah Qaf secara penuh, dan di rakaat kedua membaca Surah Al-Qamar secara penuh. Opsi lain yang juga sahih adalah membaca Surah Al-A’la di rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah di rakaat kedua, sebagaimana yang juga disebutkan untuk Shalat Jumat.
Fenomena yang sering kita jumpai adalah pemendekan bacaan atau pemilihan surah yang tidak sesuai sunnah. Padahal, pada hari yang penuh kemenangan dan suka cita ini, sangatlah indah jika kita menutupinya dengan ibadah yang seutuhnya mengikuti jejak Nabi ﷺ. Menghidupkan sunnah ini adalah bentuk cinta kita kepada beliau dan upaya kita untuk meraih pahala yang berlimpah. Kita dituntut untuk memahami bahwa sunnah adalah jalan keselamatan, dan meninggalkannya berarti menyia-nyiakan banyak kebaikan.
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَالْجُمُعَةِ بِـ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ).
(HR. Muslim No. 878)
“Nabi ﷺ dahulu membaca pada shalat Id dan shalat Jumat: Sabbihisma Rabbikal A’laa dan Hal Ataaka Hadiitsul Ghaasyiyah.”
Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki struktur dan kohesi makna yang saling terkait. Ketika kita hanya mengambil sebagian, kita berisiko kehilangan konteks dan kedalaman pesan yang ingin disampaikan Allah SWT. Inilah mengapa kesempurnaan bacaan surat dalam Shalat Jumat dan Hari Raya adalah hal yang fundamental untuk kita lestarikan.
Hikmah di Balik Kesempurnaan Bacaan
Mungkin ada yang bertanya, mengapa harus membaca surah secara lengkap? Bukankah cukup dengan beberapa ayat saja? Jawabannya terletak pada hikmah yang mendalam. Pertama, ini adalah bentuk ketundukan mutlak kita kepada sunnah Nabi ﷺ. Beliau adalah teladan terbaik, dan setiap perbuatannya adalah petunjuk bagi umatnya. Kedua, membaca surah secara lengkap membantu kita untuk meresapi tema sentral dan pesan utama dari surah tersebut, menghindarkan kita dari pemahaman yang parsial.
Dengan membaca surah secara utuh, kita melatih diri untuk lebih sabar, lebih fokus, dan lebih menghargai setiap firman Allah. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas kekhusyukan kita. Kita tidak hanya melaksanakan ritual, tetapi juga berinteraksi dengan wahyu ilahi, meresapi setiap pelajaran, peringatan, dan kabar gembira yang terkandung di dalamnya. Ini adalah aplikasi nyata dari kesempurnaan bacaan surat dalam Shalat Jumat dan Hari Raya yang mengubah pola pikir kita tentang ibadah.
Mari kita tingkatkan perhatian kita terhadap detail-detail ini. Ajak diri kita, keluarga, dan jamaah untuk menghidupkan kembali sunnah-sunnah mulia ini. Sesungguhnya, keberkahan akan menyelimuti mereka yang bersungguh-sungguh dalam meneladani Rasulullah ﷺ.
Mempelajari Al-Qur’an dan sunnah secara mendalam adalah perjalanan yang tiada akhir. Untuk Anda yang ingin memperdalam pemahaman agama dan mengkaji Al-Qur’an dengan lebih intensif, Qur’an Learning Center Yogyakarta hadir sebagai jembatan untuk meraih cita-cita tersebut. Dengan bimbingan yang terstruktur dan metode yang efektif, Anda akan dibimbing untuk memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Referensi
- HR. Bukhari No. 891
- HR. Muslim No. 878
- HR. Muslim No. 880
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
kunjungi halaman ini
WhatsApp +6281224003100

