Tradisi membaca dan mengulang (itqan melalui takrir) adalah kunci utama para ulama terdahulu dalam menguasai ilmu. Bagi mereka, membaca satu kali bukanlah proses belajar, melainkan sekadar perkenalan.

Berikut adalah kebiasaan membaca luar biasa para ulama terdahulu berdasarkan biografi mereka yang mencerminkan ketekunan dalam pengulangan:

1. Imam Al-Bukhari: Rahasia Hafalan adalah Mengulang

Ketika ditanya tentang obat lupa atau rahasia kekuatan ingatannya, Imam Al-Bukhari menjawab singkat: “Terus-menerus melihat (membaca ulang) buku”. Beliau menekankan bahwa tidak ada keajaiban dalam hafalan selain kedisiplinan berinteraksi dengan teks secara berulang-ulang.

2. Ar-Rabi’ bin Sulaiman: Membaca Kitab Al-Risalah 500 Kali

Murid utama Imam Syafi’i ini memiliki ketekunan yang legendaris. Beliau mengaku telah membaca kitab Al-Risalah karya gurunya sebanyak 500 kali selama 50 tahun. Ar-Rabi’ menyatakan bahwa setiap kali beliau mengulanginya, beliau selalu menemukan faedah dan pemahaman baru yang tidak didapatkan pada pembacaan sebelumnya.

3. Ibnu Al-Jauzi: Membaca Lebih dari 200.000 Jilid Buku

Imam Ibnu Al-Jauzi adalah sosok yang sangat “haus” akan ilmu. Dalam biografinya, disebutkan beliau telah membaca lebih dari 200.000 jilid buku sepanjang hidupnya. Beliau menggambarkan kesenangan membaca buku lebih manis daripada madu dan seolah sedang berada di keliling khazanah harta karun.

4. Imam Muzani: Membaca Kitab Al-Umm 50 Kali

Seorang ulama besar dari mazhab Syafi’i, Imam Muzani, menghabiskan waktunya untuk mendalami kitab Al-Umm. Beliau membacanya secara berulang-ulang hingga 50 kali. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap detail hukum dan argumentasi dalam kitab tersebut benar-benar meresap ke dalam pemahamannya.

5. Prinsip Umum Ulama Salaf: Takrir dan Muroja’ah

Kebiasaan para ulama ini melahirkan metode belajar yang kini dikenal luas di dunia pesantren dan tahfizh:

Takrir: Membaca atau mengulang teks (matan) berkali-kali hingga lisan terbiasa.

Muroja’ah: Mengulang hafalan secara rutin agar ilmu tidak hilang.

Istiqomah: Konsistensi membaca setiap hari, bahkan saat sedang bepergian.

Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak para ulama dalam menghafal Al-Qur’an secara cepat namun kuat (mutqin), Metode Yadain di Executive Tahfizh menerapkan prinsip visualisasi dan pemahaman makna yang membantu efektivitas pengulangan bacaan tersebut.


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,