Yogyakarta, 11 September 2025 – Qur’an Learning Center (QLC) Yogyakarta menyelenggarakan Ujian Sertifikasi BNSP untuk Guru Tahsin & Tahfizh Al-Qur’an pada 10–11 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai daerah dengan dukungan penuh Amgala Foundation, serta bekerja sama dengan LSP Daarul Qur’an dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Acara berlangsung di Aula QLC Yogyakarta selama dua hari. Hari pertama (10 September) difokuskan pada sertifikasi tahfizh, sementara hari kedua (11 September) untuk sertifikasi tahsin. Peserta diuji oleh asesor resmi LSP Daarul Qur’an yang ditugaskan langsung oleh BNSP.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Amgala Foundation, Ibu Asti Yulia, mewakili pimpinan Ibu Andintya Maris dan Bapak Suhartanto Raharjo. Perwakilan BMM, Ibu Amor, juga memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, khususnya Amgala Foundation sebagai donatur utama.

Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Menurut Ustadz Muhammad Bisyri, M.Pd., dari LSP Daarul Qur’an, sertifikasi ini sangat penting bagi pengajar Qur’an. “Guru Al-Qur’an harus memiliki kompetensi tahsin dan tahfizh yang terukur. Dengan sertifikasi, kualitas pembelajaran Qur’an di masyarakat akan lebih terjaga,” tegasnya.

Kepala QLC, Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd., menyampaikan bahwa sertifikasi ini merupakan investasi penting bagi guru dan penghafal Qur’an. “InsyaAllah, ke depan QLC akan mengadakan angkatan berikutnya agar semakin banyak guru Qur’an mendapat pengakuan resmi,” ujarnya.

QLC menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program peningkatan kompetensi Qur’ani melalui kerja sama dengan mitra strategis, guna membumikan Kalamullah di tengah masyarakat.


📞 Kontak Media: 0812 2400 3700
🌐 Website: executivetahfizh.com

Sertifikasi BNSP Guru Tahsin dan Tahfizh Al Quran
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri