Kenapa Mayoritas Muslim Tidur di Waktu Paling Berharga?

Sepertiga malam terakhir adalah waktu ketika Allah ﷻ turun ke langit dunia dan menunggu hamba-Nya yang berdoa. Ironinya, saat itulah kebanyakan dari kita justru tidur paling nyenyak. Di 10 hari terakhir Ramadhan, melewatkan qiyamul lail adalah kerugian yang sulit tergantikan.

Qiyamul lail tidak harus 11 rakaat sekaligus. Para ulama menegaskan fleksibilitas jumlah rakaatnya. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan keistiqamahan. Program Executive Tahfizh membangun kebiasaan qiyamul lail sebagai fondasi spiritual para penghapal Quran.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no. 37)

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa syarat pengampunan dalam hadits ini ada dua: iimanan (karena iman) dan ihtisaban (mengharap pahala Allah semata), bukan karena riya, ingin dipuji, atau sekadar ikut-ikutan. Ini yang membedakan qiyamul lail yang diterima dan yang tidak.

Penutup

Pasang alarm sepertiga malam ini. Satu rakaat dengan khusyuk lebih baik dari seribu rakaat yang lalai. Daftar: +6281224003100.

Referensi

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Majmu Fatawa wa Rasail. Juz 14. Riyadh: Dar Al-Wathan, 1413 H.

Kumpulan fatwa dan penjelasan ilmiah tentang syarat-syarat diterimanya qiyamul lail dan panduan praktis pelaksanaannya di bulan Ramadhan.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Praktisi Berlisensi Neuro Linguistic Programming (NLP)

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,