Mukadimah: Syukur dan Shalawat

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala yang masih memberikan kita kesempatan menghirup udara Ramadhan, bulan penuh ampunan. Shalawat dan salam semoga terlimpah curah kepada teladan abadi kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah mengajarkan kita bahwa puasa bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan perjalanan menyucikan jiwa.


Peringatan Keras dari Rasulullah

Hadirin yang dimuliakan Allah, pernahkah kita membayangkan telah berlelah-lelah menahan haus di bawah terik matahari dan menahan lapar sejak fajar, namun di sisi Allah, timbangan pahala kita tetap kosong? Ini adalah sebuah tragedi ibadah yang paling menyedihkan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberikan peringatan dini (early warning) dalam sebuah hadis sahih:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar, dan betapa banyak orang yang shalat malam (Tarawih/Tahajud) namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali begadang (lelah).” (HR. An-Nasa’i & Ibnu Majah)

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena kita sering kali hanya mempuasakan “perut” tetapi membiarkan “lisan” dan “hati” kita berpesta pora dalam kemaksiatan.

Puasa Lisan dan Anggota Badan

Puasa yang berkualitas adalah puasa yang terintegrasi. Allah tidak butuh kita lapar jika kita masih gemar memakan “daging saudara sendiri” melalui ghibah atau menyakiti orang lain dengan lisan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an tentang tujuan utama puasa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Kata “Taqwa” adalah kuncinya. Jika setelah seharian berpuasa kita masih berbohong, masih melihat yang haram, dan masih menyimpan hasad (dengki), maka puasa kita hanyalah ritual diet medis, bukan ibadah ruhiyah.

Kisah Inspiratif: Dua Wanita yang Hampir Celaka

Diriwayatkan dalam sebuah kisah di zaman Nabi, ada dua orang wanita yang sangat kepayahan saat berpuasa hingga hampir pingsan. Ketika dilaporkan kepada Rasulullah, beliau meminta sebuah wadah dan menyuruh kedua wanita itu muntah. Secara ajaib, keluar dari mulut mereka potongan daging segar dan darah.

Rasulullah bersabda, “Dua wanita ini berpuasa dari apa yang Allah halalkan (makan dan minum), namun mereka berbuka (membatalkan pahala) dengan apa yang Allah haramkan. Mereka duduk berdua lalu menggunjing (ghibah) orang lain. Inilah daging orang-orang yang mereka bicarakan.”

Hadirin, kisah ini adalah tamparan keras bagi kita. Jangan sampai update status kita, komentar kita di media sosial, atau obrolan santai saat menunggu buka puasa justru menghapus seluruh pahala yang kita bangun sejak fajar.

Kesimpulan dan Penutup

Agar puasa kita tidak sia-sia, mari kita jaga tiga filter: filter mulut dari berkata buruk, filter mata dari memandang yang haram, dan filter hati dari penyakit benci. Ingatlah, Allah tidak melihat seberapa lemas fisikmu, tapi seberapa tulus usahamu menjaga kesucian ibadah tersebut.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

“Ya Allah, tolonglah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadah kami. Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat kami, dan seluruh amal shalih kami. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat.”

Mohon maaf atas segala salah kata. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang meraih derajat Taqwa.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Karantina Tahfidz Quran Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,