Mukadimah: Memilih Sahabat Seperjuangan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِخْوَةً، وَأَمَرَنَا بِصُحْبَةِ الصَّالِحِينَ لِنَنَالَ الرَّحْمَةَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ مَنْ نَصَحَ وَأَوْصَى. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

“Segala puji bagi Allah yang menjadikan orang-orang beriman bersaudara, dan memerintahkan kita untuk berteman dengan orang sholeh agar mendapat rahmat. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad, keluarga, serta para sahabatnya.”

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Selawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah memberikan panduan lengkap tentang bagaimana memilih kawan perjalanan menuju surga.


Teman Adalah Cerminan Diri

Hadirin yang dirahmati Allah, ada pepatah Arab mengatakan, “Ash-shohibu saahib”, yang artinya sahabat itu bisa menyeret. Jika kita bersahabat dengan orang yang rajin ibadah, kita akan terseret rajin. Jika kita berada dalam circle pertemanan yang toxic atau jauh dari agama, perlahan tapi pasti, warna hati kita akan ikut berubah.

Allah SWT mengingatkan betapa pentingnya menjaga lingkungan pergaulan dalam Surah Al-Kahfi ayat 28:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya…”

Hadirin sekalian, ayat ini adalah perintah dari Allah untuk sengaja mencari dan bertahan di lingkungan orang-orang yang taat. Mengapa? Karena iman manusia itu fluktuatif, kadang naik dan kadang turun. Saat iman kita turun, circle yang sholeh lah yang akan menarik kita kembali ke jalan yang benar.

Perumpamaan Penjual Minyak Wangi

Rasulullah SAW memberikan gambaran yang sangat mudah dipahami tentang pengaruh teman dalam sebuah hadis yang sangat populer:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan tukang pandai besi…” (HR. Bukhari & Muslim)

Jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, meskipun kita tidak membeli dagangannya, kita akan tetap kecipratan harumnya. Sebaliknya, berteman dengan pandai besi, jika tidak terkena percikan apinya, minimal kita akan terkena bau asapnya. Itulah energi dari sebuah lingkungan pergaulan.

Kisah Syaikhul Islam dan Murid-muridnya

Dikisahkan para ulama terdahulu sangat selektif dalam memilih teman duduk. Mereka menyadari bahwa satu teman yang buruk bisa merusak hafalan dan kekhusyukan mereka. Namun, satu teman yang sholeh bisa menjadi pembela di hari kiamat.

Ada sebuah ungkapan indah dari ulama salaf: “Carilah teman yang jika engkau melihatnya, ia mengingatkanmu pada Allah. Jika ia berbicara, ia menambah ilmumu. Dan jika ia beramal, ia membuatmu rindu pada akhirat.” Inilah standar bestie dunia akhirat yang seharusnya kita kejar.

Cara Membangun Circle yang Positif

Hadirin sekalian, bagaimana jika saat ini kita merasa circle kita kurang mendukung pertumbuhan iman? Pertama, jangan langsung memusuhi, namun mulailah membatasi intensitas waktu yang tidak bermanfaat. Kedua, hadirilah majelis ilmu atau komunitas positif. Di sanalah tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki frekuensi yang sama dalam ketaatan.

Ketiga, manfaatkan teknologi. Ikutilah akun-akun atau grup yang rutin memberikan reminder islami. Memang mencari teman sholeh itu sulit, tapi jauh lebih sulit menanggung penyesalan di akhirat karena salah memilih kawan pergaulan.


Penutup: Doa Memohon Kawan yang Baik

Sebagai kesimpulan, janganlah meremehkan dengan siapa kita sering menghabiskan waktu. Masa depan kita, bahkan akhirat kita, sangat dipengaruhi oleh siapa teman terdekat kita. Mari kita bangun lingkungan yang saling menguatkan dalam kebaikan.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي جَلِيسًا صَالِحًا يُذَكِّرُنِي إِذَا نَسِيتُ وَيُعِينُنِي إِذَا ذَكَرْتُ

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku teman duduk yang sholeh, yang mengingatkanku jika aku lupa dan membantuku jika aku ingat (pada ketaatan).”

Terima kasih atas perhatiannya. Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan sahabat-sahabat yang akan menggandeng tangan kita menuju surga-Nya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Karantina Tahfidz Quran Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,