Mukadimah: Meraih Ampunan di Penghujung Bulan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِلْمَغْفِرَةِ وَالرِّضْوَانِ، وَأَمَرَنَا بِالْعَفْوِ وَالتَّسَامُحِ بَيْنَ الْإِخْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، بَعَثَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
“Segala puji bagi Allah yang menjadikan bulan Ramadhan sebagai musim ampunan dan keridaan, serta memerintahkan kita untuk saling memaafkan di antara sesama saudara. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad, keluarga, serta para sahabatnya.”
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala, Dzat yang Maha Pemaaf dan mencintai orang-orang yang saling memaafkan. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, manusia yang paling mulia akhlaknya dan tidak pernah menyimpan dendam meski disakiti berkali-kali.
Menghapus “Hutang” Antar Manusia
Hadirin yang dimuliakan Allah, kita saat ini berada di penghujung Ramadhan. Hari-hari di mana setiap hamba berlomba mengetuk pintu langit untuk memohon ampunan (maghfirah). Namun, perlu kita sadari bahwa ada satu jenis dosa yang tidak akan diampuni Allah sebelum manusia yang bersangkutan memberikan maafnya, yaitu Hablum Minannas (hubungan antar manusia).
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 22 mengenai anjuran memaafkan agar kita pun dimaafkan oleh-Nya:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Hadirin sekalian, betapa ruginya jika puasa kita sebulan penuh diterima oleh Allah, namun pahala tersebut tertahan di langit hanya karena ada dendam yang belum usai atau kata maaf yang belum terucap kepada orang tua, pasangan, saudara, atau tetangga.
Mencegah Diri Menjadi Orang yang Bangkrut
Meminta maaf bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan iman. Rasulullah SAW pernah memperingatkan tentang “orang yang bangkrut” di hari kiamat. Mari kita perhatikan sabda beliau:
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا…
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut? Mereka menjawab: Orang yang tidak punya uang dan harta. Nabi bersabda: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat; namun ia juga datang membawa dosa mencela si ini, menuduh si itu, memakan harta si ini…” (HR. Muslim)
Di akhirat nanti, pahala puasa kita akan diambil untuk membayar kezaliman kita kepada orang lain. Jika pahala habis, dosa orang tersebut dipikulkan kepada kita. Meminta maaf sebelum Ramadhan berakhir adalah cara terbaik untuk memastikan kita tidak menjadi “si bangkrut” tersebut.
Kisah Kemuliaan Hati Yusuf Alaihissalam
Marilah kita belajar dari Nabi Yusuf Alaihissalam. Beliau dikhianati oleh saudara-saudaranya sendiri: dibuang ke sumur, dipisahkan dari ayahnya bertahun-tahun, hingga harus mendekam di penjara. Namun, ketika beliau memiliki kekuasaan untuk membalas dendam, apa yang beliau katakan?
Beliau berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu.” Beliau memaafkan saudaranya bahkan sebelum mereka meminta maaf dengan sempurna. Inilah teladan kesucian hati yang seharusnya kita bawa saat menyambut Idulfitri.
Aplikasi Nyata: Mengetuk Pintu Hati
Gunakanlah sisa hari di bulan Ramadhan ini untuk merendahkan hati. Meminta maaf tidak perlu menunggu hari lebaran. Justru sebelum Idulfitri tiba, bersihkanlah ganjalan batin. Hubungi orang yang sudah lama tidak kita ajak bicara, kirimkan pesan kasih sayang kepada orang tua, dan peluklah pasangan serta anak-anak dengan permintaan maaf yang tulus.
Ingatlah, memaafkan itu bukan untuk orang lain, tapi untuk ketenangan jiwa kita sendiri. Dengan hati yang bersih, kita akan memasuki gerbang 1 Syawal sebagai pribadi yang benar-benar fithrah—suci dari dosa kepada Allah dan bersih dari salah kepada sesama.
Penutup: Doa dan Kesimpulan
Sebagai penutup, mari kita manfaatkan momentum akhir Ramadhan untuk saling memaafkan. Jangan biarkan Idulfitri datang sementara hati kita masih keras seperti batu. Memaafkan adalah jalan pintas menuju rida Allah.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”
Demikian tausiyah yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah menyucikan hati kita semua. Mohon maaf atas segala khilaf. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

