Apa itu Murojaah? Secara sederhana, murojaah adalah aktivitas mengulang kembali hafalan Al-Qur’an yang sudah pernah dihafal untuk menjaganya agar tidak lupa. Bagi seorang penghafal Al-Qur’an, murojaah bukan sekadar rutinitas, melainkan “nyawa” dari hafalan itu sendiri. Tanpa murojaah, hafalan yang didapat dengan susah payah bisa hilang dalam sekejap.
Banyak orang terjebak dalam semangat menambah hafalan baru (ziyadah), namun melupakan kewajiban menjaga yang sudah ada. Padahal, kenikmatan sejati seorang Hafizh bukan terletak pada seberapa cepat ia khatam, melainkan seberapa setia ia bersama Al-Qur’an melalui murojaah sepanjang hayat.
Pengertian Murojaah Secara Bahasa dan Istilah
Seringkali kita mendengar istilah ini, namun apa sebenarnya arti murojaah secara mendalam?
1. Arti Secara Bahasa
Kata “Murojaah” (مراجعة) berasal dari kata dasar bahasa Arab raja’a (رجع) yang artinya “kembali”. Jadi, murojaah artinya kembali melihat atau meninjau ulang sesuatu yang sudah lampau.
2. Arti dalam Tradisi Tahfizh
Dalam dunia menghafal Al-Qur’an, murajaah adalah proses mengulang hafalan secara berkala dengan takaran tertentu. Tujuannya adalah memindahkan hafalan dari memori jangka pendek (short-term memory) ke memori jangka panjang (long-term memory).
Ada pepatah masyhur di kalangan para penghafal:
“Menghafal itu ibarat menangkap unta liar di padang pasir, sedangkan murojaah adalah tali pengikatnya agar unta tersebut tidak kabur.”
Apa Hubungannya dengan Mutqin?
Salah satu tujuan puncak dari murojaah adalah mencapai derajat Mutqin. Lantas, mutqin artinya apa?
Kata Mutqin berasal dari bahasa Arab yang berarti “kokoh”, “kuat”, atau “melekat dengan sempurna”. Hafalan yang mutqin adalah hafalan yang bisa dibaca dengan lancar tanpa berpikir keras untuk mengingat ayat selanjutnya, seolah-olah membaca Al-Fatihah.
Mutqin (مُتْقِن) artinya kuat, kokoh, lancar, dan sempurna, terutama dalam konteks hafalan Al-Qur’an, di mana seseorang tidak hanya hafal tetapi hafalannya benar, mantap, dan bisa dibaca tanpa ragu, salah, atau lupa, bahkan bisa dipahami dan diamalkan. Ini melibatkan penguasaan tajwid, makhraj, dan makna, bukan sekadar hafalan banyak tapi tidak jelas.
Secara Bahasa:
- Berasal dari kata Arab atqana (أتقن), yang berarti menyempurnakan, mengerjakan dengan teliti, memastikan hasilnya kokoh tanpa cacat.
Dalam Konteks Hafalan Al-Qur’an:
- Hafalan yang Kuat: Dibaca dari awal sampai akhir tanpa tersendat, terputus, atau lupa.
- Benar dan Sempurna: Bersih dari kesalahan bacaan (tajwid dan makhraj).
- Mantap di Memori: Tertanam kuat di ingatan sehingga jarang hilang meskipun lama tidak diulang.
- Memahami Makna: Bukan hanya melafalkan, tapi juga mengaitkan ayat dengan kehidupan nyata.
Hubungan Murojaah dan Mutqin:
- Murojaah adalah Proses: Usaha harian yang Anda lakukan (mengulang bacaan).
- Mutqin adalah Hasil: Kualitas hafalan yang Anda dapatkan setelah konsisten bermurojaah.
Tanda-Tanda Hafalan Sudah Mutqin:
- Bisa membaca ayat secara acak (sambung ayat) tanpa terbata-bata.
- Mampu membaca saat sedang beraktivitas lain (seperti menyetir atau berjalan).
- Jarang melakukan kesalahan tajwid atau makharijul huruf saat melafalkan ayat.
Di Executive Tahfizh, kami memiliki program khusus Executive Tahfizh Mutqin 30 Juz yang dirancang bukan untuk menambah hafalan baru, melainkan khusus untuk mengokohkan hafalan lama yang mungkin mulai pudar. Program ini biasanya diikuti oleh peserta program 3 bulan dan program 6 bulan dengan telah melalui proses tahsin dan terjemah terlebih dahulu.
Metode Murojaah yang Efektif di Executive Tahfizh
Bagi orang dewasa atau profesional yang sibuk, tantangan terbesar murojaah bukanlah kemampuan otak, melainkan manajemen waktu dan konsistensi.
Di Executive Tahfizh (QLC Yogyakarta), kami menerapkan pendekatan yang berbeda agar murojaah tidak menjadi beban, melainkan menjadi istirahat terbaik Anda. Berikut adalah metode yang kami terapkan:
1. Metode Yadain (Multisensorik)
Kami menggunakan Metode Yadain yang melibatkan tiga gaya belajar sekaligus: Visual (penglihatan), Auditori (pendengaran), dan Kinestetik (gerakan).
Saat bermurojaah, Anda tidak hanya komat-kamit. Anda akan diajak melibatkan gerakan tangan atau isyarat untuk menguatkan memori. Metode ini terbukti ampuh bagi orang dewasa karena mengaktifkan lebih banyak bagian otak, membuat proses mengulang hafalan menjadi tidak membosankan.
2. Fleksibilitas Setoran (Online & Offline)
Kami memahami kesibukan Anda sebagai eksekutif atau profesional. Oleh karena itu, kami menyediakan dua jalur bimbingan murojaah:
- Program Karantina (Executive Mutqin)
Anda bisa mengambil cuti sejenak (mulai dari 1 pekan hingga 28 hari) untuk stay di fasilitas kami yang nyaman (kamar ber-AC, laundry, katering) agar bisa fokus 100% melancarkan hafalan tanpa gangguan urusan domestik. - Program Online (Video Call)
Bagi yang tidak bisa meninggalkan pekerjaan, kami menyediakan layanan setoran harian via Video Call WhatsApp (durasi 15 menit/hari). Anda akan didampingi personal coach (1 Guru : 1 Murid) untuk menyimak bacaan Anda setiap hari.
3. Talaqqi dan Tashih
Murojaah bukan sekadar hafal urutan ayat, tapi juga menjaga kualitas bacaan. Setiap sesi murojaah di Executive Tahfizh selalu didampingi guru bersanad untuk memastikan bacaan Anda tetap tartil dan sesuai kaidah tajwid (tahsin).
Simpulan
Jangan biarkan kesibukan duniawi membuat hafalan Al-Qur’an kita perlahan menghilang. Ingatlah, murojaah adalah bentuk kesetiaan kita kepada Al-Qur’an. Jika kita menjaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaga kita.
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki hafalan yang mulai lupa. Apakah Anda ingin mengembalikan hafalan lama Anda hingga mencapai level mutqin?
Bergabunglah bersama Executive Tahfizh. Kami menyediakan lingkungan eksklusif bagi dewasa dan profesional untuk kembali mesra dengan Al-Qur’an, baik melalui program Karantina di Yogyakarta maupun bimbingan Online dari rumah Anda.
👉 [Daftar Program Executive Tahfizh Mutqin Sekarang]Konsultasikan target hafalan Anda bersama tim kami hari ini.


