Jangan Menunda Kebaikan Hingga Esok

Banyak dari kita yang sering kali terjebak dalam angan-angan panjang (tulul amal). Kita berpikir bahwa mengapa harus mulai menghafal alquran hari ini jangan tunda lagi adalah pertanyaan yang bisa dijawab dengan kalimat “nanti saja saat sudah pensiun”. Pikiran seperti ini adalah salah satu perangkap syaitan yang paling halus. Syaitan tidak selalu melarang kita berbuat baik secara langsung, melainkan ia membuat kita menunda-nunda kebaikan tersebut hingga ajal tiba tanpa kita sadari.

Setiap detik yang berlalu adalah jatah usia yang tidak akan pernah kembali. Menunda untuk mulai berinteraksi dengan firman Allah berarti menunda masuknya keberkahan ke dalam hidup. Kematian tidak pernah menunggu kesiapan manusia, dan usia muda bukanlah jaminan akan hidup lama. Jika kita menunda menghafal hari ini dengan alasan sibuk, maka esok hari kesibukan itu tidak akan berkurang, bahkan mungkin bertambah seiring dengan bertambahnya tanggung jawab duniawi kita.

Belajar dari Kesungguhan Ulama Salaf

Sejarah Islam mencatat dengan tinta emas bagaimana para ulama salafus shalih sangat kikir terhadap waktu mereka. Mereka lebih takut kehilangan waktu untuk membaca Al-Quran daripada kehilangan harta benda. Imam Ibnu ‘Aqil, seorang ulama besar mazhab Hanbali, bahkan rela memakan roti yang direndam air agar cepat ditelan dan tidak menghabiskan waktu mengunyah, semata-mata agar ia bisa segera kembali membaca dan mengkaji ayat-ayat Allah.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 133)

Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah untuk bersegera dalam amal ketaatan. Menghafal Al-Quran adalah jalan pintas paling mulia menuju rida-Nya. Jika panggilan surga sudah dikumandangkan, sungguh tidak pantas bagi seorang mukmin untuk berjalan santai apalagi menunda-nunda langkahnya. Mulailah membuka mushaf Anda hari ini juga, walau hanya satu ayat yang mampu Anda lafalkan.

Meraih Berkah di Sisa Usia

Bagi Anda yang merasa sudah terlanjur berumur, jangan pernah merasa putus asa. Tidak ada kata terlambat dalam kamus rahmat Allah. Justru di sisa usia inilah kita harus berlari lebih kencang untuk menebus waktu-waktu yang telah terbuang percuma di masa muda. Satu ayat yang dihafal dengan susah payah di usia senja memiliki nilai perjuangan yang luar biasa di mata Allah.

Untuk memastikan niat baik Anda segera terealisasi tanpa penundaan lebih lanjut, segeralah mengambil tindakan nyata. Kami mengajak Anda untuk bergabung dengan Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran. Melalui bimbingan terstruktur, Anda akan dipandu melangkah setapak demi setapak meninggalkan sifat menunda dan mulai memanen pahala hafalan setiap harinya.

Mengubah Paradigma Kesibukan

Banyak yang berdalih tidak punya waktu karena pekerjaan yang menumpuk. Padahal, jika kita jujur pada diri sendiri, kita selalu punya waktu berjam-jam untuk menatap layar gawai, menonton berita yang tidak relevan, atau sekadar berbincang kosong. Waktu luang itu selalu ada, yang tidak ada hanyalah prioritas. Jika Al-Quran kita letakkan di urutan pertama prioritas hidup, maka secara ajaib Allah akan mengatur urusan dunia kita agar selesai pada waktunya.

Jadikanlah hari ini sebagai titik balik (turning point) kehidupan spiritual Anda. Jangan tunggu hari Senin, jangan tunggu awal bulan, dan jangan tunggu tahun baru. Detak jantung Anda saat membaca tulisan ini adalah modal utama yang Allah berikan untuk segera melangkahkan kaki menuju majelis-majelis Al-Quran.

Penutup

Mulailah menghafal hari ini tanpa ragu. Ya Allah, berkahilah waktu kami dan mudahkanlah langkah kami untuk segera mendekat kepada firman-Mu yang suci.

Daftar Pustaka:

Ibn al-Jawzi, Abu al-Faraj. Sayd al-Khatir. Di-tahqiq oleh Naji al-Tantawi. Damaskus: Dar Ibn Kathir, 1990.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,