Pendahuluan: Berhenti Sejenak untuk Merenung

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kami untuk (mencapai) ini, dan kami tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi petunjuk kepada kami. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.”

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah, waktu berjalan begitu cepat tanpa terasa kita sudah berada di penghujung bulan suci. Kini saatnya kita melakukan muhasabah diri. Pertanyaan besarnya bukanlah “Berapa banyak undangan buka bersama yang kita datangi?” melainkan “Sudahkah Ramadhan kita berhasil mengubah diri kita menjadi lebih baik?”


Hakikat Keberhasilan Ramadhan dalam Al-Qur’an

Indikator keberhasilan seorang mukmin menjalankan puasa telah Allah gariskan dengan sangat jelas dalam satu kata di akhir ayat perintah puasa, yaitu Taqwa. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Muhasabah diri yang jujur akan membawa kita pada renungan: Apakah setelah sebulan berpuasa, kita menjadi lebih takut untuk bermaksiat? Apakah lisan kita lebih terjaga dari ghibah? Dan apakah hati kita lebih lembut untuk bersedekah? Jika jawabannya ‘ya’, maka itulah tanda-tanda keberhasilan ketaqwaan kita.

Tanda Amalan Diterima Menurut Para Ulama

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperingatkan kita agar tidak menjadi golongan yang merugi, yang puasanya hanya membuahkan rasa lapar saja. Beliau bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ

“Banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar.” (HR. An-Nasa’i & Ibnu Majah)

Para ulama memberikan rumus sederhana untuk mengetahui apakah amal kita diterima: “Tanda diterimanya suatu amal kebaikan adalah munculnya keinginan untuk melakukan amal kebaikan berikutnya.” Jika setelah Ramadhan kita tetap rajin Shalat Tahajud dan menjaga shalat berjamaah, maka itu adalah bukti nyata keberhasilan didikan Ramadhan di madrasah jiwa kita.

Kisah Inspiratif: Tangisan Para Sahabat di Akhir Ramadhan

Dikisahkan bahwa para sahabat Nabi SAW menghabiskan waktu 6 bulan setelah Ramadhan hanya untuk berdoa agar amalan mereka diterima oleh Allah. Mereka tidak merasa bangga dengan banyaknya amalan, melainkan merasa khawatir jika ada kekurangan yang membuat amalan tersebut tertolak.

Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata pada hari raya Idul Fitri: “Aduhai, sekiranya aku tahu siapa yang diterima amalnya sehingga aku dapat memberikan selamat kepadanya, dan siapa yang tertolak amalnya sehingga aku dapat menghibur duka citanya.” Semangat muhasabah inilah yang menjaga konsistensi ibadah mereka sepanjang tahun, bukan hanya saat Ramadhan saja.


Kesimpulan dan Penutup

Keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari meriahnya baju baru di hari raya, melainkan dari barunya semangat ketaatan kita kepada Allah. Mari kita gunakan hari-hari terakhir ini untuk memperbanyak istighfar dan memohon agar Allah tidak menjadikan Ramadhan kali ini sebagai yang terakhir tanpa membawa ampunan bagi kita.

Mari kita memohon penutupan yang baik (Husnul Khatimah):

اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ بِرِضْوَانِكَ وَالْعِتْقِ مِنْ نِيرَانِكَ

“Ya Allah, akhirilah bulan Ramadhan bagi kami dengan keridhaan-Mu dan pembebasan dari api neraka-Mu.”

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan yang lebih bertaqwa. Mohon maaf lahir dan batin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Karantina Tahfidz Quran Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,