Mengatasi Penyakit Cinta Dunia (Wahn)

Tantangan terberat di zaman modern bukanlah mencari guru atau metode menghafal, melainkan mengetahui cara menumbuhkan rasa cinta pada alquran di tengah duniawi yang gemerlap. Penyakit cinta dunia yang berlebihan membuat hati menjadi keras dan tuli terhadap panggilan ayat-ayat suci. Orang bisa betah berjam-jam memandangi layar media sosial, namun mengantuk ketika baru membaca satu halaman mushaf.

Cinta (mahabbah) tidak bisa dipaksa, ia harus ditumbuhkan melalui proses perkenalan dan interaksi yang terus menerus. Tak kenal maka tak sayang adalah pepatah yang berlaku juga dalam hubungan kita dengan kalamullah. Kita harus memaksa diri pada awalnya untuk duduk membaca artinya, menelaah tafsirnya, dan menyadari bahwa setiap ayat adalah “surat cinta” langsung dari Tuhan yang ditujukan khusus untuk kita.

Menyadari Kebutuhan Hati akan Al-Quran

Tubuh fisik yang lapar akan meronta meminta makanan, begitu pula hati yang gersang akan merasakan kegelisahan, kecemasan, dan rasa hampa (anxiety/depresi). Sayangnya, manusia sering kali salah memberi makan hatinya. Hati yang lapar akan spiritualitas justru dijejali dengan hiburan musik atau tontonan maksiat, yang hanya akan membuat hati semakin sakit.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutan kepada Allah.” (QS. Al-Hasyr: 21)

Bayangkan, gunung yang terbuat dari batu solid saja bisa hancur berkeping-keping karena tidak kuat menanggung kedahsyatan makna Al-Quran. Jika hati manusia tidak bergetar sama sekali saat dibacakan ayat suci, itu pertanda bahwa hati tersebut telah membatu, lebih keras dari bebatuan gunung. Mengingat ancaman ini akan menumbuhkan rasa butuh yang teramat sangat kepada obat penawar hati (As-Syifa).

Membiasakan Diri Melalui Komunitas Qurani

Cinta sering kali menular dari lingkungan sekitar. Jika Anda bergaul dengan para pecinta dunia, maka hasrat keduniawian Anda akan memuncak. Sebaliknya, jika Anda masuk ke dalam lingkungan orang-orang yang senantiasa lisannya basah dengan tilawah, rasa malu karena kemalasan diri akan muncul dan perlahan berubah menjadi cinta dan kerinduan.

Bangunlah lingkungan Qurani tersebut dengan bergabung bersama orang-orang saleh. Anda bisa mulai dengan masuk ke dalam komunitas Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran. Di sana, Anda akan menemukan frekuensi spiritual yang sama, di mana mengulang hafalan adalah hobi yang lebih menyenangkan daripada mengejar hiburan dunia fana.

Membaca dengan Tartil dan Irama Merdu

Sunnah untuk memperindah suara saat membaca Al-Quran memiliki hikmah psikologis yang dalam. Suara yang merdu (maqamat) akan menyentuh sisi emosional pendengarnya. Cobalah memutar bacaan dari qari favorit Anda setiap pagi di mobil atau di rumah. Lantunan melodi surgawi itu secara alamiah akan memancing air mata keharuan dan menanamkan benih-benih kecintaan yang mendalam pada setiap lafaz Arabnya.

Ketika cinta itu telah mekar seutuhnya di dalam dada, murajaah tidak lagi terasa sebagai beban target yang menekan, melainkan sebagai sebuah pelarian yang indah dari penatnya urusan bumi menuju dekapan langit.

Penutup

Al-Quran adalah surat cinta dari Rabb semesta alam. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami rasa rindu dan cinta yang mendalam terhadap ayat-ayat-Mu yang mulia.

Daftar Pustaka:

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Madarij as-Salikin. Di-tahqiq oleh Muhammad al-Mu’tasim bi Allah. Juz 2. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1996.


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,