Di masa fitnah besar menjelang kemunculan Dajjal, kelaparan akan menjadi salah satu ujian terberat bagi umat manusia. Sistem distribusi pangan global yang saat ini sangat bergantung pada teknologi canggih dan mata uang digital akan sangat mudah dimanipulasi oleh kekuatan yang ingin mengontrol ketaatan manusia melalui perut. Membangun benteng ketahanan pangan bukan sekadar persiapan fisik, melainkan bentuk ketaatan untuk menjaga izzah seorang Muslim agar tidak tunduk pada sistem yang bathil.

Kembali ke Tanah dan Sumber Air Alami

Langkah strategis pertama adalah kembali ke tanah. Jika Anda memiliki kelebihan harta, mulailah berinvestasi pada aset berupa tanah produktif di pedesaan yang memiliki akses terhadap sumber air alami, seperti sumur atau mata air yang tidak bergantung pada pompa listrik pusat. Air adalah sumber kehidupan primer, dan memilikinya secara mandiri adalah langkah pertahanan terbaik saat infrastruktur kota mulai lumpuh akibat krisis global.

يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ

“Hampir saja harta muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat jatuhnya hujan, ia lari membawa agamanya demi menghindari fitnah-fitnah.” (HR. Bukhari)

Kisah Ashabul Kahfi memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana mereka mengasingkan diri ke gua demi menjaga iman. Di masa depan, kemandirian di wilayah terpencil bisa menjadi wasilah kita menjaga agama. Sambil mempersiapkan bekal fisik, bekali pula keluarga dengan hafalan wahyu melalui Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran agar hati tetap teguh di tengah krisis.

Membangun Food Forest (Hutan Pangan)

Alih-alih menanam tanaman hias yang hanya memanjakan mata, mulailah membangun Food Forest atau hutan pangan di pekarangan rumah. Tanamlah tanaman sumber karbohidrat yang tahan banting seperti singkong, ubi jalar, dan talas. Tanaman-tanaman ini minim perawatan namun memiliki kandungan kalori yang tinggi dan bisa disimpan di dalam tanah dalam waktu lama sebagai cadangan logistik saat pasar global kolaps.

Pohon buah-buahan menahun juga harus mulai ditanam sekarang. Muliakan Al-Quran dengan memperhatikan bagaimana Allah menyebutkan buah tin, zaitun, kurma, dan delima sebagai sumber keberkahan. Tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran seringkali memiliki ketahanan luar biasa terhadap perubahan iklim dan memberikan nutrisi lengkap bagi tubuh manusia di saat sumber pangan instan menghilang dari peredaran.

Peternakan Mandiri sebagai Sumber Protein

Memelihara hewan ternak seperti kambing atau ayam bukan lagi sekadar hobi pedesaan, melainkan strategi bertahan hidup yang krusial. Hewan ternak menyediakan sumber protein mandiri (susu, telur, daging) tanpa perlu bergantung pada rantai pasokan industri yang rentan terhadap boikot atau inflasi ekstrem. Kambing, khususnya, adalah hewan yang penuh berkah dan merupakan profesi mayoritas para nabi terdahulu.

Ulama besar seperti Imam Asy-Syafi’i dikenal sebagai sosok yang sangat mandiri dan menghargai kerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidup tanpa merendahkan diri kepada penguasa yang zalim. Dengan memiliki kemandirian pangan, kita menjaga kehormatan diri agar tidak mudah goyah oleh iming-iming makanan dari pengikut Dajjal. Ketahanan pangan adalah tentang menjaga kemerdekaan ibadah kita kepada Allah SWT di akhir zaman yang penuh dengan fitnah materialisme ini.

Penutup

Semoga Allah memberkahi setiap jengkal tanah yang kita tanami dan menjadikannya wasilah perlindungan iman. Ya Allah, cukupkanlah kami dengan rezeki yang halal dan thoyyib. Amin.


Referensi:

  • Ibnu Hajar Al-Asqalani. Fathul Bari Syarh Sahih al-Bukhari. Juz 13. Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turath, 1986.
  • Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Juz 2 (Kitab Adab al-Kasb wa al-Ma’asy). Beirut: Dar al-Ma’rifah, 2004.
  • Al-Qurthubi, Syamsuddin. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Kairo: Dar al-Kutub al-Misriyah, 1964.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,