Menemukan Kekayaan Sejati yang Tak Akan Pernah Sirna
Sering kali kita terjebak dalam perlombaan tanpa garis akhir, mengejar angka-angka di rekening, kemewahan materi, dan validasi sosial. Kita rela berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah malam larut hanya untuk memastikan kenyamanan fisik yang sejatinya sementara. Namun, di tengah hiruk-pikuk pengejaran tersebut, jiwa kita perlahan merasa kering dan kelelahan. Pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungkan, adakah aset investasi yang nilainya tidak akan pernah anjlok, tidak tergerus inflasi, dan keuntungannya berlipat ganda hingga melampaui batas waktu kehidupan ini? Jawabannya ada di depan mata kita, sering tergeletak berdebu di atas rak buku.
Memahami nilai sebenarnya dari ayat-ayat suci akan mengubah total cara kita memandang waktu yang kita miliki. Untuk memastikan waktu kita dikelola dengan produktif menuju kekayaan abadi, bergabung dengan komunitas seperti Executive Tahfizh adalah sebuah keputusan yang sangat strategis. Ketika kita menyadari komparasi nilai antara dunia dan kalamullah, kita tidak akan lagi beralasan sibuk untuk meninggalkannya.
Menukarkan waktu luang dengan lantunan ayat suci adalah transaksi bisnis paling cerdas yang pernah ada di alam semesta.
أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ
“…Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al-Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta…” (HR. Muslim)
Nabi Muhammad dengan cerdas menggunakan perumpamaan onta besar nan gemuk, yang pada masa itu merupakan simbol kendaraan termewah dan harta paling berharga, layaknya mobil sport eksklusif di zaman modern. Bayangkan, hanya dengan pergi ke masjid dan mempelajari satu atau dua ayat, kita sejatinya sedang mengantongi nilai yang jauh melampaui kepemilikan aset duniawi termahal sekalipun. Tidak berhenti di situ, kelak di akhirat kita akan diperintahkan: “Bacalah dan naiklah… karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” Derajat surga kita ditentukan oleh seberapa banyak ayat yang kita jaga di dalam dada saat hidup di dunia.
Utsman bin Affan, seorang sahabat yang juga konglomerat triliuner pada masanya, memberikan teladan luar biasa. Di balik kesuksesan bisnisnya yang mendunia, beliau adalah sosok yang mampu mengkhatamkan Al-Quran dalam satu rakaat shalat malamnya. Beliau membuktikan bahwa kekayaan duniawi tidak boleh menjadi penghalang, melainkan justru harus dikendalikan oleh hati yang tertaut erat pada kitabullah. Kesibukan bukan alasan, melainkan tantangan pengelolaan prioritas.
Mari kita evaluasi ulang portofolio waktu kita mulai hari ini. Sisihkan waktu terbaik kita, bukan sisa waktu kita, untuk berbisnis dengan Allah melalui bacaan dan hafalan Al-Quran. Raih derajat tertinggi itu sekarang dengan aksi nyata dan komitmen yang tak tergoyahkan.
Penutup
Ya Rabb, anugerahkanlah kami kekayaan hati yang sesungguhnya dengan Al-Quran, dan tinggikan derajat kami di surga Firdaus-Mu kelak. Aamiin.
Referensi:
Al-Mubarakfuri, Shafiyurrahman. Rahiq al-Makhtum. Riyadh: Darussalam, 1998.
Al-Qurthubi, Abu ‘Abdullah. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Juz 1. Kairo: Dar al-Kutub al-Mishriyah, 1964.\n\n
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

