Memahami Ayat Ruqyah Populer untuk Kehidupan Sehari-hari

Ruqyah adalah salah satu praktik dalam Islam yang digunakan untuk penyembuhan spiritual dan fisik. Dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan mengamalkan ayat-ayat ruqyah dapat memberikan ketenangan dan keberkahan. Artikel ini akan membahas beberapa ayat ruqyah populer serta hadits yang berkaitan, lengkap dengan penjelasan dan konteksnya.

Apa Itu Ruqyah?

Ruqyah adalah bacaan Al-Qur’an atau doa yang dibacakan untuk mengusir gangguan jin atau penyakit. Praktik ini telah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan tetap dipraktikkan hingga saat ini. Ruqyah dikenal efektif dalam memberikan ketenangan hati dan penyembuhan spiritual.

Ayat Ruqyah Populer dalam Al-Qur’an

Berikut adalah beberapa ayat ruqyah yang sering digunakan:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وُسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allahu la ilaha illa huwa al-hayyu al-qayyum, la ta’khudhuhu sinatun wala nawm, lahu ma fi al-samawati wama fi al-ardh, man dhal-ladhi yashfa’u ‘indahu illa bi idhnihi, ya’lamu ma bayna aydihim wama khalfahum, wala yuhituna bi shay’in min ‘ilmihi illa bima sha’a, wasi’a kursiyyuhu al-samawati wa al-ardh, wala ya’uduhu hifzuhuma, wahuwa al-‘aliyyu al-‘azim.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Surah Al-Baqarah (2:255)

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Wa ilahukum ilahun wahid, la ilaha illa huwa al-rahmanu al-rahim

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Surah Al-Baqarah (2:163)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Qul huwa Allahu ahad

Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.

Surah Al-Ikhlas (112:1)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Qul a’udhu bi rabbi al-falaq

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.

Surah Al-Falaq (113:1)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Qul a’udhu bi rabbi al-nas

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

Surah An-Nas (114:1)

Hadits tentang Ruqyah

Hadits-hadits berikut menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW menggunakan ruqyah:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَقِّي بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ

‘An ‘Aisha qalat: kana al-nabiyyu sallallahu ‘alayhi wa sallam yuraqqi bi al-mu’awwidhat wa yanfuthu

Dari Aisyah RA berkata: Nabi SAW biasa meruqyah dengan Al-Mu’awwidhat (Al-Falaq dan An-Nas) dan meniupkan.

Sahih Bukhari 5735

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الْعَيْنِ

‘An Abi Sa’id al-Khudri qala: kana al-nabiyyu sallallahu ‘alayhi wa sallam yata’awwadh min al-‘ayn

Dari Abu Sa’id Al-Khudri berkata: Nabi SAW berlindung dari ‘ain (pandangan hasad).

Sunan Abu Dawood 3887

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَسْتَرْقِ وَيَكِلُ الْأَمْرَ إِلَى اللَّهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

‘An Abi Huraira qala: qala rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam: man lam yastarqu wa yakilu al-amra ila Allah dakhala al-jannah

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang tidak meminta ruqyah dan menyerahkan urusannya kepada Allah, maka dia akan masuk surga.

Sahih Muslim 218

عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَصَابَ أَحَدًا قَطُّ هَمٌّ وَلَا حَزَنٌ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجَلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي إِلَّا أَذْهَبَ اللَّهُ هَمَّهُ وَحَزَنَهُ وَأَبْدَلَهُ مَكَانَهُ فَرَحًا قَالَ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نَتَعَلَّمُهَا قَالَ بَلَى يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهَا أَنْ يَتَعَلَّمَهَا

‘An Asma’ qalat: qala al-nabiyyu sallallahu ‘alayhi wa sallam: ma asaba ahadan qattu hamm wa la hazn fa qala: Allahumma inni ‘abduka ibn ‘abdika ibn amatika nasiyati biyadika madin fiyya hukmuka ‘adlun fiyya qada’uka as’aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihi nafsaka aw anzaltahu fi kitabika aw ‘allamtahu ahadan min khalqika aw ista’tharta bihi fi ‘ilm al-ghayb ‘indaka an taj’ala al-Qur’ana rabi’a qalbi wa nura sadri wa jalaa huzni wa dhahaba hammi illa adhhaba Allahu hammahu wa haznahu wa abdalahu makanahu farahan qala, fa qila ya rasulullah afala nata’allamuh qala bala yanbaghi liman sami’aha an yata’allamah

Dari Asma’ berkata: Nabi SAW bersabda: Tidak ada seorang pun yang dilanda kesedihan dan kecemasan kemudian berdoa: ‘Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, berjalan padaku hukum-Mu, adil padaku keputusan-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber kebahagiaan hatiku, cahaya dadaku, penghapus dukaku, dan penghilang kecemasanku’, kecuali Allah akan menghapuskan dukanya dan menggantikannya dengan kebahagiaan. Lalu dikatakan: ‘Ya Rasulullah, apakah kita tidak sebaiknya mempelajarinya?’ Beliau menjawab: ‘Ya, seharusnya orang yang mendengarnya mempelajarinya.’

Musnad Ahmad 3704

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ الْعَيْنَ فَقَالَ أَرَقِّيهَا

‘An Imran bin Husain qala: nahana rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam ‘an al-ruqa fa shakawna ilayhi al-‘ayn fa qala: irqiha

Dari Imran bin Husain berkata: Rasulullah SAW melarang kami dari ruqyah (yang tidak syar’i), kemudian kami mengeluh kepadanya tentang mata (pandangan hasad), maka beliau bersabda: ‘Bacakan ruqyah padanya.’

Sahih Muslim 2198

Penutup

Ayat-ayat ruqyah dan hadits-hadits di atas menunjukkan pentingnya ruqyah dalam kehidupan kita. Dengan keyakinan dan keikhlasan, kita bisa mengamalkan ruqyah untuk mendapatkan ridha Allah dan perlindungan dari segala marabahaya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan kita tentang pentingnya ruqyah dalam Islam.

Ajakan Bergabung

Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta
Alamat: Jl. Taman Siswa, Gg. Warsokusumo, RT 54 RW 17, Kel. Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta 55151
Website: www.executivetahfizh.com
WhatsApp Admin: +62 812-2400-3100

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Quran Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri