Dalam ilmu Tajwid, menguasai hukum Mad (panjang) adalah kunci utama agar bacaan Al-Qur’an kita tartil dan sesuai dengan kaidah yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Secara garis besar, Mad terbagi menjadi dua: Mad Ashli (Thabi’i) dan Mad Far’i.
Artikel ini akan mengupas tuntas Mad Far’i, yang secara bahasa berarti “Mad Cabang”, karena hukum ini merupakan pengembangan dari Mad Ashli akibat adanya sebab-sebab tertentu.
Apa itu Mad Far’i?
Mad Far’i adalah mad yang panjangnya melebihi Mad Ashli (2 harakat) karena bertemu dengan dua sebab utama:
- Hamzah ( ء )
- Sukun ( ْ ) atau Tasydid ( ّ )
Jika Mad Ashli hanya dibaca 2 harakat, maka Mad Far’i dapat dibaca 4, 5, hingga 6 harakat tergantung jenis dan riwayat imam qiraat yang digunakan (umumnya riwayat Hafs an ‘Ashim).
Pembagian Mad Far’i Berdasarkan Sebabnya
A. Mad Far’i yang Disebabkan oleh Hamzah
1. Mad Wajib Muttasil
Terjadi apabila Mad Ashli bertemu dengan Hamzah dalam satu kata.
- Cara Baca: Wajib 4-5 harakat (6 harakat jika wakaf).
- Contoh: جَآءَ (Jaa-a), السَّمَآءِ (As-samaa-i).
2. Mad Jaiz Munfasil
Terjadi apabila Mad Ashli bertemu dengan Hamzah di dua kata yang berbeda.
- Cara Baca: Boleh 2, 4, atau 5 harakat.
- Contoh: بِمَآ أُنْزِلَ (Bimaaa unzila), قُوْآ أَنْفُسَكُمْ (Quuu anfusakum).
3. Mad Badal
Terjadi apabila Hamzah bertemu dengan huruf Mad (pengganti Hamzah sukun).
- Cara Baca: 2 harakat.
- Contoh: آدَمَ (Aa-dama), إِيْمَانًا (Ii-maanan).
4. Mad Shilah Thawilah
Terjadi apabila Ha Dhamir (kata ganti) bertemu dengan Hamzah di kata berikutnya.
- Cara Baca: 4-5 harakat.
- Contoh: عِنْدَهُ إِلَّا (Indahuuu illaa), مَالَهُ أَخْلَدَهُ (Maalahuuu akhladah).
B. Mad Far’i yang Disebabkan oleh Sukun (Karena Berhenti/Wakaf)
5. Mad Arid Lissukun
Mad Ashli bertemu huruf hidup di akhir ayat yang dibaca mati karena wakaf.
- Cara Baca: Boleh 2, 4, atau 6 harakat.
- Contoh: تَعْلَمُوْنَ (Ta’lamuun), الدِّيْنِ (Ad-diin).
6. Mad Lin (Layyin)
Huruf Wawu atau Ya sukun didahului Fathah, bertemu huruf hidup yang diwakafkan.
- Cara Baca: Boleh 2, 4, atau 6 harakat.
- Contoh: قُرَيْشٍ (Quraiiisy), خَوْفٍ (Khauuuf).
7. Mad Iwadh
Fathatain ( ً ) di akhir kata yang dibaca wakaf (kecuali Ta Marbuthah).
- Cara Baca: 2 harakat (bunyi “an” menjadi “aa”).
- Contoh: حَكِيْمًا (Hakiiman menjadi Hakiimaa), عَلِيْمًا (Aliiman menjadi Aliimaa).
C. Mad Far’i yang Disebabkan oleh Sukun Asli atau Tasydid
8. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
Mad Ashli bertemu huruf bertasydid dalam satu kata.
- Cara Baca: Wajib 6 harakat.
- Contoh: الضَّآلِّيْنَ (Ad-dhaalllliin), الْحَآقَّةُ (Al-haaaqqah).
9. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
Mad Ashli bertemu huruf sukun asli dalam satu kata.
- Cara Baca: Wajib 6 harakat.
- Contoh: آلْآنَ (Aaal-aana) — Hanya ada di Surah Yunus: 51 & 91.
10. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Huruf pembuka surah yang terdiri dari 3 huruf, di mana huruf tengahnya mad dan diidghamkan (tasydid).
- Cara Baca: Wajib 6 harakat.
- Contoh: اللّٰم (Laaaam) dalam الم (Alif-Laaaam-Miiim).
11. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Huruf pembuka surah yang terdiri dari 3 huruf, di mana huruf tengahnya mad dan tidak diidghamkan.
- Cara Baca: Wajib 6 harakat.
- Contoh: ق (Qaaaaf), ن (Nuuuun).
12. Mad Farq
Bertemunya Hamzah Istifham (tanya) dengan Alif Lam Ma’rifah (untuk membedakan tanya dan berita).
- Cara Baca: 6 harakat.
- Contoh: قُلْ آلذَّكَرَيْنِ (Qul aaadz-dzakaraini).
D. Mad Far’i karena Hubungan Huruf Spesifik
13. Mad Tamkin
Bertemunya Ya bertasydid berharakat kasrah (يِّ) dengan Ya sukun (يْ).
- Cara Baca: 2 harakat (dimantapkan tasydidnya).
- Contoh: النَّبِيِّيْنَ (An-Nabiyyiina), حُيِّيْتُمْ (Huyyiitum).
14. Mad Shilah Qashirah
Ha Dhamir yang diapit huruf hidup dan tidak bertemu Hamzah. (Catatan: Sebagian ulama memasukkannya ke Mad Ashli, namun banyak yang memasukkannya ke Mad Far’i karena ia mad turunan dari Ha Dhamir).
- Cara Baca: 2 harakat.
- Contoh: اِنَّهٗ كَانَ (Innahuu kaana), لَهٗ مَا فِى (Lahuu maa fii).
Tabel Ringkasan Mad Far’i
| Nama Mad | Sebab | Durasi Harakat |
|---|---|---|
| Wajib Muttasil | Hamzah (1 Kata) | 4 – 5 Harakat |
| Jaiz Munfasil | Hamzah (Beda Kata) | 2, 4, 5 Harakat |
| Arid Lissukun | Wakaf (Berhenti) | 2, 4, 6 Harakat |
| Lazim Kilmi | Tasydid/Sukun Asli | 6 Harakat |
| Badal | Hamzah di Awal | 2 Harakat |
Tips Menguasai Mad Far’i
Gunakan Mushaf Standar: Mushaf dengan tanda “bendera” (~) sangat membantu mengidentifikasi Mad Far’i yang panjangnya lebih dari 2 harakat.
Latihan Napas: Mad Lazim membutuhkan napas yang panjang karena harus konsisten 6 harakat.
Talaqqi (Belajar Langsung): Sangat disarankan belajar langsung di depan guru (seperti di Quran Learning Center Yogyakarta) untuk memastikan ketepatan durasi harakat.
Penutup
Memahami Mad Far’i adalah langkah besar untuk memperindah bacaan Al-Qur’an Anda. Dengan mengenal sebab hamzah dan sukun, Anda tidak akan ragu lagi kapan harus membaca panjang dan kapan harus pendek.
Ingin memperdalam ilmu tajwid dan menghafal Al-Qur’an dengan metode cepat? Kunjungi Executive Tahfizh untuk bimbingan intensif langsung dari ahlinya.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

