Pelajari dan praktikkan metode menghafal Al-Qur’an dalam 20 jam pertama maka selanjutnya Insyaa Allah akan terjadi kemudahan mempraktikannya pada ayat lain.

Menurut penelitian 80% bidang ilmu rata-rata bisa dipelajari dalam 20 jam pertama. Sedangkan 20%-nya merupakan pengulangan dari 80% tersebut, kemudian untuk bisa menjadi mahir tingkat juara dunia rata-rata setelah menjalani proses belajar 10.000 jam.

Selain itu, aplikasikan pula teknik menghafal dengan memotret 1 kata 1 kedipan mata. Ini bukan hal yang mustahil karena sudah dirasakan oleh ribuan alumni Yayasan Karantina Tahfizh Al-Quran Nasional.

Alhamdulillah memuji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, peserta Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional ada yang dimampukan oleh Allah untuk menghafalkan Al-Qur’an 1 kata per detik dan satu baris per menit kemudian melancarkan 1 halaman per 30-60 menit disertai tadabbur terjemah Al-Qur’an metode Yadain.

Pekan ke-1 kesulitan menghafal karena tidak menjalankan metode dan sistem, sehingga pekan ke-1 hanya mendapatkan 1 juz. Pekan ke-2 menjalankan sistem dan metode yang diterapkan di Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional sehingga alhamdulillah mendapatkan 4 juz.

Saran bagi antum yang mau ikut Karantina Tahfizh. Ikuti acara dari awal pembekalan metode dan komitmen menjalankan seluruh sistem di Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional. Insyaa Allah hasilnya akan lebih maksimal.

Bismillah…
Mari kita awali dengan Karantina Menghafal Al-Qur’an Sebulan di 360 jam pertama kemudian muraja’ah 2-3 jam per hari seumur hidup. Muraja’ah Hafalan Al-Qur’an ini tanggungjawab kita sedangkan Hafalan Mutqin itu karunia Allah Subhanahu Wata’ala.

Ust. Yadi Iryadi, CH, CHt, CI, CNLP, LP.NLP
Licensed Practitioner Neuro Linguistic Programming
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

================================

author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri