Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, Al-Qur’an adalah lentera yang tak pernah padam, penunjuk arah di tengah kegelapan, dan mata air hikmah yang tak pernah kering. Ia bukan sekadar untaian kata, melainkan kalam Ilahi yang menggetarkan jiwa, mengubah pandangan, dan menggerakkan tindakan. Ada sebuah keagungan yang menyelimuti setiap lembarannya, setiap ayatnya, bahkan setiap momen interaksi kita dengannya, terutama saat menyongsong atau mengakhiri perjalanannya.
Mari kita renungkan sebuah riwayat yang menyingkap tabir keutamaan yang mungkin jarang kita sadari, tentang pahala agung yang tersembunyi dalam momen-momen istimewa bersama Al-Qur’an. Abu Ubaid, salah seorang ulama salaf, meriwayatkan sebuah pesan berharga dari Rasulullah ﷺ yang diceritakan oleh Abu Qilabah:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ شَهِدَ خَاتِمَةَ الْقُرْآنِ كَانَ كَمَنْ شَهِدَ الْغَنَائِمَ حِينَ تُقَسَّمُ، وَمَنْ شَهِدَ فَاتِحَةَ الْقُرْآنِ كَانَ كَمَنْ شَهِدَ فَتْحًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ» .
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menyaksikan khatam (selesainya) Al-Qur’an, ia bagaikan menyaksikan ghanimah (harta rampasan perang) saat dibagikan. Dan barangsiapa menyaksikan fatihah (permulaan) Al-Qur’an, ia bagaikan menyaksikan kemenangan di jalan Allah.”
Bukankah ungkapan ini begitu memukau? Bayangkan, menyaksikan prosesi pembagian ghanimah adalah momen puncak kebahagiaan setelah perjuangan berat, hasil jerih payah yang terbayar lunas. Begitu pula dengan kemenangan di jalan Allah, ia adalah simbol keberhasilan yang diraih dengan pengorbanan dan keteguhan iman. Rasulullah ﷺ menggunakan analogi yang begitu kuat untuk menggambarkan betapa mulianya dua momen krusial ini dalam interaksi kita dengan Al-Qur’an.
Memahami Makna “Menyaksikan”
Kata “menyaksikan” di sini jauh melampaui sekadar hadir secara fisik. Ia merujuk pada kehadiran hati, pikiran, dan jiwa yang penuh penghayatan. Ketika kita “menyaksikan” khatam Al-Qur’an, kita tidak hanya mendengarkan lantunan ayat terakhir, melainkan turut merasakan puncak kebahagiaan dan kelegaan dari seorang hamba yang telah menyelesaikan satu putaran ibadah mulia. Kita turut menyaksikan hasil dari ketekunan, kesabaran, dan dedikasi.
Sama halnya saat “menyaksikan” permulaan Al-Qur’an. Ini bukan hanya tentang mendengarkan Surah Al-Fatihah atau awal Surah Al-Baqarah, melainkan tentang turut merasakan semangat baru, tekad yang membara, dan optimisme untuk memulai sebuah perjalanan spiritual yang agung. Setiap permulaan adalah janji, setiap awal adalah harapan akan petunjuk yang membimbing.
Kisah Ibnu Abbas: Teladan Para Salaf
Betapa kuatnya keutamaan ini hingga para sahabat Nabi pun sangat memperhatikannya. Riwayat selanjutnya menuturkan bahwa Al-Murri, dari Qatadah, menceritakan:
كَانَ بِالْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مِنْ أَوَّلِهِ إِلَى آخِرِهِ عَلَى أَصْحَابٍ لَهُ، فَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَضَعُ عَلَيْهِ الرُّقَبَاءَ، فَإِذَا كَانَ عِنْدَ الْخَتْمِ جَاءَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَشَهِدَهُ
Di Madinah ada seorang lelaki yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir kepada teman-temannya. Maka Ibnu Abbas menugaskan pengawas untuknya. Apabila tiba waktu khatam, Ibnu Abbas datang dan menyaksikannya.
Kisah Ibnu Abbas ini menjadi bukti nyata bagaimana para sahabat memahami dan mengamalkan keutamaan ini. Beliau, seorang ulama besar dari kalangan sahabat dan pakar tafsir, tidak segan-segan untuk menugaskan orang lain memantau agar tidak ketinggalan momen berharga tersebut. Ini menunjukkan betapa tinggi nilai keberkahan yang terkandung dalam menyaksikan khatam Al-Qur’an, sebuah cermin keteladanan yang patut kita ikuti.
Al-Qur’an: Sumber Petunjuk Abadi
Keagungan Al-Qur’an memang tidak lekang oleh waktu dan tidak pudar oleh zaman. Ia adalah petunjuk yang sempurna bagi kehidupan kita, sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.
Petunjuk dari Al-Qur’an mengarahkan kita pada jalan yang paling lurus, bukan hanya dalam urusan ibadah, tetapi juga dalam etika bermuamalah, dalam membangun keluarga, bahkan dalam mengelola negara. Setiap kali kita berinteraksi dengannya, baik membaca, menghafal, mengkaji, atau bahkan hanya menyaksikannya, kita sedang membuka gerbang keberkahan dan pahala yang agung.
Mengimplementasikan Keutamaan dalam Kehidupan
Lalu, bagaimana kita dapat mengaplikasikan pemahaman ini dalam keseharian? Pertama, tumbuhkan kesadaran akan pentingnya Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan kita. Kedua, jadikan membaca dan menghafal Al-Qur’an sebagai prioritas, bukan sekadar selingan. Ketiga, cari dan manfaatkan setiap kesempatan untuk “menyaksikan” momen-momen penting dalam perjalanan Al-Qur’an, baik itu khataman Al-Qur’an di masjid, di rumah, atau di majelis ilmu.
Tidak hanya itu, kita juga bisa menjadi bagian dari yang menciptakan momen-momen istimewa tersebut. Dengan semangat untuk senantiasa bersama Al-Qur’an, kita akan menemukan bahwa setiap ayatnya adalah cahaya, setiap surahnya adalah kekuatan, dan setiap khatamnya adalah pencapaian spiritual yang tak ternilai harganya.
Marilah kita bersama-sama memperbaharui komitmen kita terhadap Al-Qur’an. Biarkan ia menjadi sumber inspirasi, penenang jiwa, dan penuntun langkah. Karena dengan Al-Qur’an, hidup kita akan senantiasa diberkahi, hati kita akan selalu tenang, dan langkah kita akan selalu terarah menuju ridha-Nya.
Sebagai penutup, semoga kita termasuk golongan yang senantiasa mencintai Al-Qur’an, menghafalnya, mengamalkannya, dan merasakan setiap keutamaannya. Mari kita jadikan interaksi dengan kalamullah sebagai jembatan menuju kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.
Jika Anda rindu untuk merasakan keutamaan dan keberkahan Al-Qur’an secara mendalam, serta ingin mewujudkan impian menghafal Al-Qur’an dengan metode yang teruji, bergabunglah bersama kami di Qur’an Learning Center Yogyakarta. Kami hadir untuk membimbing Anda menuju perjalanan spiritual yang transformatif.
—-
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
kunjungi halaman ini
WhatsApp +6281224003100

Daftar Referensi
- Kitab فضائل القرآن – أبو عبيد القاسم بن سلام، Bab فضل ختم القرآن, halaman 107. Link: https://shamela.ws/book/12524/95#p1url
- Q.S. Al-Isra: 9
