Al-Quran adalah Kalamullah — firman yang langsung diturunkan dari Allah SWT, bukan sekadar tulisan manusia tentang Tuhan. Karena kedudukannya yang istimewa ini, mempelajari dan mengajarkannya menjadi salah satu amalan paling mulia dalam Islam, dengan dalil yang sangat banyak dan kuat.

Namun ada satu pertanyaan yang sering muncul setelah membaca dalil-dalil ini: “Kalau begitu mulia, kenapa saya merasa belum pantas mengajarkannya? Bukankah saya sendiri belum hafal banyak?” Artikel ini akan menjawab keraguan itu secara langsung, setelah membahas dalil-dalil keutamaannya.

Keutamaan Belajar Al-Quran

Berikut adalah beberapa keutamaan belajar Al-Quran:

Menjadi manusia terbaik

Dari Utsman bin Affan r.a., bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Abu Daud No. 1240, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Meningkatkan derajat dan kedudukan di sisi Allah SWT

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Mendapatkan syafaat di hari kiamat

اِقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)

Diberikan pahala yang berlipat ganda

مَن قَرَأَ حَرْفًا مِن كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

“Siapa pun yang membaca satu huruf dari Al-Quran, maka baginya satu pahala. Dan satu pahala itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.” (HR. At-Tirmidzi)

Mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hati

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu ayat yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82)

Menjadi teladan bagi orang lain

Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, dan beliau menjawab singkat namun dalam: “Sesungguhnya akhlak Nabi ﷺ adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim, no. 746)

Keutamaan Mengajarkan Al-Quran

Mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mempelajarinya

مَن دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Membantu orang lain memahami dan mengamalkan Al-Quran

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَة

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)

Mendapatkan syafaat di hari kiamat

Sebagaimana disebutkan Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Al-Qur’an akan datang di hari kiamat sebagai syafaat bagi orang yang membacanya. (HR. Muslim)

Menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.” (HR. Muslim)

Meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, baik bagi pengajar maupun murid.

Memperkuat ukhuwah Islamiyah antar sesama umat Islam.

“Saya Belum Hafal 30 Juz, Bolehkah Saya Mengajarkan Al-Quran?”

Ini pertanyaan yang paling sering muncul setelah membaca dalil-dalil di atas — dan jawabannya: boleh, bahkan dianjurkan.

Hadits “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari) secara eksplisit menunjukkan bahwa mengajarkan Al-Qur’an tidak disyaratkan menguasai seluruhnya terlebih dahulu. Yang disyaratkan hanyalah kebenaran dari apa yang disampaikan — bukan kelengkapan penguasaan.

Beberapa batasan penting agar tetap berada di jalur yang benar:

  1. Ajarkan yang Anda kuasai dengan yakin. Jangan menyampaikan tafsir atau hukum yang Anda sendiri ragu kebenarannya.
  2. Untuk bacaan (tajwid/makhraj), pastikan sudah dikoreksi guru bersanad terlebih dahulu, sebelum mengajarkannya ke orang lain — agar kesalahan tidak diwariskan turun-temurun.
  3. Mulai dari lingkup terdekat: anak, pasangan, atau keluarga inti, sebagaimana disebutkan dalam anjuran mengupayakan mengajar Al-Quran minimal pada anak kandung sendiri.
  4. Bertahap seiring bertambahnya ilmu Anda — mengajar satu ayat hari ini tidak menutup kemungkinan mengajar satu juz penuh di masa depan.

Cara Mengajarkan Al-Quran

Beberapa tips praktis dalam mengajarkan Al-Quran, baik kepada anak, keluarga, maupun murid di luar rumah:

  • Menentukan metode yang sesuai dengan kemampuan pengajar dan murid — metode yang cocok untuk anak kecil belum tentu cocok untuk orang dewasa yang baru belajar.
  • Mengajarkan dengan sabar dan penuh kasih sayang — koreksi yang keras justru sering membuat murid menjauh dari Al-Qur’an, bukan mendekat.
  • Memberikan contoh yang baik dalam berperilaku — murid belajar akhlak dari pengajar sebanyak ia belajar bacaan.
  • Menciptakan suasana belajar yang kondusif, bebas dari distraksi dan tekanan berlebihan.
  • Mendorong murid untuk terus belajar dan bersemangat, bukan hanya mengejar target hafalan.
  • Mengupayakan mengajar Al-Quran minimal pada anak kandung sendiri, sebagai prioritas pertama sebelum mengajar orang lain.

FAQ: Belajar dan Mengajarkan Al-Quran

Apakah boleh menerima upah dari mengajarkan Al-Quran? Jumhur ulama (termasuk mazhab Maliki dan Syafi’i) membolehkannya, berdasarkan hadits bahwa upah yang paling berhak diterima adalah dari mengajarkan Kitabullah (HR. Bukhari). Pembahasan lebih detail ada di Hadits Keutamaan Menghafal Al-Quran: Kunci Motivasi.

Bagaimana jika saya ingin fokus mengajarkan Al-Quran kepada anak sendiri dulu? Itu justru dianjurkan dan disebutkan secara eksplisit dalam poin terakhir tips di atas. Bahasan lengkap keutamaannya ada di Mahkota Cahaya: Keutamaan Orang Tua Mengajarkan Quran.

Saya seorang profesional yang sibuk — apakah keutamaan ini tetap berlaku meski saya belum bisa mengajar penuh waktu? Ya. Keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an tidak disyaratkan menjadi pengajar formal.

Penutup

Mempelajari dan mengajarkan Al-Quran merupakan amalan yang sangat mulia dengan banyak keutamaan. Namun yang terpenting, jangan biarkan dalil-dalil ini hanya menjadi bacaan tanpa tindak lanjut. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah — indah dipandang namun tidak memberi manfaat. Mulailah dari satu ayat yang sudah Anda kuasai dengan yakin, dan sampaikan kepada keluarga terdekat.

Daftar Referensi

  • Al-Quran dan terjemahnya
  • Hadits-hadis Nabi Muhammad SAW, Ensiklopedi Hadits Software
  • Buku-buku tentang keutamaan Al-Quran

Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Quran Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran
Trainer, Coach, dan Terapis Kesehatan Mental

Cara Daftar Program Executive Tahfizh

Website: hafalquran.com WhatsApp: +6281224003100

📖 Baca Juga

Program Karantina Executive Tahfizh 28 Hari Hafal Quran

🕌 Wujudkan Keutamaan Tersebut Bersama Kami

Di Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta, kami berkomitmen menjadi wasilah (perantara) bagi setiap Muslim yang ingin mempelajari Al-Qur’an secara serius, sekaligus mempersiapkan mereka untuk kelak mengajarkannya kembali kepada keluarga dan masyarakat.

Program yang Dapat Anda Ikuti:

ProgramFokus PembelajaranPilihan Durasi
Tahsin 30 JuzMemperbaiki bacaan dan kaidah tajwidFleksibel
Tahfizh 30 JuzMenghafal Al-Qur’an dengan Metode Yadain28 hari intensif / bertahap
Mahir Terjemah 30 JuzMemahami makna Al-Qur’an per kata28 hari
Mutqin 30 JuzPemantapan dan penguatan hafalan28 hari

Setiap program dibimbing langsung oleh Muhaffizh/Muhaffizhah bersanad, sehingga Anda tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tapi juga siap mengajarkannya kembali dengan bacaan yang benar.

👉 Ikuti Kuis Penempatan Gratis →

📱 WhatsApp: 0812-2400-3100 — Konsultasi tanpa biaya, tanpa tekanan.

📍 Executive Tahfizh Center BMM, Yogyakarta Jl. Taman Siswa, Gg. Warsokusumo, RT 54 RW 17, Kel. Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta 55151

author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri