Ilmu Al-Qur’an yang diberikan secara gratis sering kali tidak dihargai sebagaimana mestinya. Itulah kenyataan pahit yang kerap terjadi di tengah masyarakat kita. Banyak program ngaji gratis yang tidak berjalan maksimal — entah karena murid tak serius, orang tua abai, atau guru dibiarkan berjuang sendiri.

Padahal, menuntut ilmu — khususnya ilmu Al-Qur’an — adalah ibadah yang agung dalam Islam.

“وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا”
“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
(QS. Ṭāhā: 114)

Fenomena: Ngaji Gratis tapi Tidak Serius

Di sebuah lingkungan perumahan di Yogyakarta, seorang guru tahfizh Al-Qur’an mengadakan program ngaji gratis 60 menit per hari, hanya 8 kali sebulan untuk anak-anak sekitar.

Namun, peserta datang silih berganti, bolong-bolong, tanpa konsistensi.
Orang tua tidak bertanya, tidak mendampingi, bahkan seolah tak peduli.

Beginilah ketika ilmu digratiskan — justru tidak ada yang menjaga.

Kenapa Ilmu Gratis Sering Diabaikan?

  1. Tidak ada pengorbanan = tidak ada penghargaan
  2. Tidak terasa penting karena tidak mengeluarkan biaya
  3. Kurangnya adab terhadap ilmu
  4. Lingkungan tidak memupuk semangat belajar

Padahal, Islam meletakkan ilmu di posisi paling tinggi:

📖 “يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ آمَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍۢ ۚ”
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)

Dalil-dalil tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

📖 “قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ”
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)

🕋 Rasulullah ﷺ bersabda:
“مَن سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ”
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Guru Tahfizh pun Memerlukan Murid — Untuk Menjaga Hafalan

Mengajar tahfizh bukan soal “mengisi jadwal”. Tapi soal menjaga kalamullah tetap hidup di hati para penghafal.

Seringkali, para guru tahfizh tidak dibayar sepeser pun, tapi tetap mengajar dengan harapan:
ada murid yang bisa diajak muraja’ah bersama. Karena hafalan yang tidak diulang akan mudah hilang.

🕋 Rasulullah ﷺ bersabda:
“تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الإِبِلِ فِي عُقُلِهَا”
“Jagalah Al-Qur’an ini! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat lepas daripada unta dari ikatannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Solusi: Tinggikan Nilai Ilmu, Komitmenkan Diri

Ilmu Al-Qur’an tidak seharusnya dilihat dari mahal atau gratisnya, tapi dari niat dan adab saat menjemputnya.

📖 “إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟”
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.”
(QS. Fāṭir: 28)

Jika hari ini kita enggan belajar karena merasa tidak ada waktu atau tidak ingin berkorban sedikit pun, maka tanyakan pada diri:

Apakah layak kita diberi cahaya Al-Qur’an padahal tidak bersungguh-sungguh menjemputnya?

Executive Tahfizh QLC Yogyakarta: Solusi Serius Belajar Al-Qur’an

Di Qur’an Learning Center (QLC) Yogyakarta, kami merancang program Executive Tahfizh 28 Hari yang bukan hanya mengejar hafalan cepat, tapi juga:

  • ✅ Menghargai adab
  • ✅ Menanamkan komitmen
  • ✅ Membina semangat mutqin
  • ✅ Mendampingi pemula dan dewasa
  • ✅ Mengintegrasikan tajwid, terjemah, dan murojaah

Manfaat Program Executive Tahfizh

  • Hafal ayat demi ayat secara sistematis
  • Mahir membaca tartil dan memahami arti
  • Tersusun untuk semua usia dan latar belakang
  • Lingkungan Qur’ani yang mendukung
  • Bimbingan guru bersanad dan berpengalaman

“إِنَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ”
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isrā’: 9)

Testimoni Peserta

“Dulu saya hanya bisa baca Iqra’. Tapi setelah ikut program Executive Tahfizh, saya bisa hafal Juz 30 dengan tartil dan memahami artinya. Luar biasa!”
— Aisyah, 29 tahun, ibu rumah tangga

Cara Mendaftar Program Executive Tahfizh

✅ Website: https://www.executivetahfizh.com
✅ WhatsApp Admin: Klik di sini
Program tersedia setiap bulan, tempat terbatas hanya untuk yang serius!

Jangan Abaikan Ilmu Al-Qur’an

Jangan tunggu waktu luang untuk belajar Al-Qur’an.
Karena sesungguhnya waktu yang kita luangkan untuk Al-Qur’an adalah waktu yang akan menyelamatkan kita dunia-akhirat.

📖 “يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌۭ لِمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ”
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi apa yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Yūnus: 57)

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri