Kedudukan Spesial Sebagai Ahlullah
Untuk memacu semangat di saat sedang lemah, seorang penuntut ilmu harus sering mengkaji hadist tentang kemuliaan penghafal alquran di sisi Allah. Tidak ada gelar akademik, jabatan menteri, maupun status sosial apapun di dunia ini yang dapat menandingi satu gelar yang disematkan langsung oleh Rasulullah kepada para penjaga wahyu: Ahlullah (Keluarga Allah).
Di dunia ini, siapa yang tidak bangga menjadi bagian dari keluarga kerajaan atau pejabat negara? Semua fasilitas dijamin dan mereka sangat dihormati. Apalagi jika yang mengklaim diri kita sebagai keluarga-Nya adalah Raja dari segala raja, pencipta alam semesta. Kemuliaan ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang siang dan malam hatinya tertaut pada mushaf.
Bersama Para Malaikat yang Mulia
Tingkat kemuliaan penghafal Al-Quran juga disejajarkan dengan para malaikat yang suci. Bagi mereka yang membaca dengan lancar (mutqin), tajwidnya sempurna, dan tidak terbata-bata, tempat mereka kelak adalah berkumpul dengan rombongan malaikat pencatat amal yang mulia dan taat.
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini adalah penghibur sejati bagi para pembelajar dewasa. Jika masih terbata-bata dan lidah terasa kelu, Allah justru memberikan apresiasi ganda: satu pahala untuk bacaannya, dan satu pahala lagi untuk jerih payahnya melawan kesulitan tersebut. Tidak ada kata rugi dalam perniagaan bersama Al-Quran.
Menempati Tingkatan Surga Tertinggi
Kuantitas hafalan seseorang menentukan di lantai berapa ia akan menetap di surga kelak. Dikatakan kepada Shahibul Quran (orang yang karib dengan Al-Quran): Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu berada pada ayat terakhir yang engkau baca.
Semakin banyak ayat yang terjaga di dalam kepala, semakin tinggi dan indah pula fasilitas surga yang akan ia tempati. Jangan biarkan jatah surga tertinggi Anda hilang hanya karena malas mengulang ayat. Mulailah mengunci derajat surga Anda dengan mendaftar di Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran dan dapatkan bimbingan mutqin dari asatidz yang berpengalaman luas.
Manusia Terbaik di Muka Bumi
Kemuliaan lainnya terangkum dalam sabda Nabi: Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. Manusia terbaik bukanlah yang paling banyak hartanya atau paling tinggi pangkatnya. Standar kebaikan abadi dalam Islam diukur dari seberapa besar kontribusi seseorang dalam menjaga, mengamalkan, dan mewariskan ayat-ayat suci kepada generasi selanjutnya.
Oleh sebab itu, ketika hafalan 30 juz telah rampung, tugas seorang hafizh belum selesai. Ia memiliki kewajiban moral untuk mengajarkannya kepada anak, istri, dan masyarakat luas agar rantai sanad kemuliaan ini terus bersambung hingga hari kiamat.
Penutup
Gelar Ahlullah adalah puncak pencapaian hidup seorang mukmin. Ya Allah, golongkanlah kami, pasangan, dan anak keturunan kami ke dalam keluarga-Mu di bumi.
Daftar Pustaka:
Al-Nawawi, Abu Zakariya Yahya. At-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an. Di-tahqiq oleh Muhammad al-Hajjar. Beirut: Dar Ibn Hazm, 1996.
\n\n
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

