Al-Qur’an, kalamullah yang mulia, adalah samudra hikmah tak bertepi. Setiap ayat dan surahnya menyimpan rahasia, petunjuk, serta keistimewaan yang luar biasa. Memahami dan menyelami keutamaan surah-surah pilihan Al-Qur’an dalam Kitab Fadhailul Qur’an karya Abu Ubaid bukanlah sekadar menambah informasi, melainkan sebuah gerbang menuju peningkatan kualitas interaksi kita dengan firman-Nya. Ini adalah perjalanan spiritual yang akan mengayakan hati dan menguatkan iman, mendorong kita untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta melalui kalam-Nya yang agung.

Imam Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam, seorang ulama besar pada abad ke-3 Hijriah, telah mengabadikan berbagai riwayat tentang keutamaan Al-Qur’an dalam karyanya yang monumental, Fadhailul Qur’an. Kumpulan riwayat ini menjadi warisan berharga bagi umat Islam untuk memahami lebih dalam betapa istimewanya Kitab Suci ini. Melalui lensa riwayat-riwayat beliau, kita diajak menyingkap rahasia beberapa surah yang diberikan keutamaan khusus, memberikan kita motivasi lebih untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkannya.

Menggali Keistimewaan Surah Al-Hajj dan An-Nur: Perspektif Imam Abu Ubaid

Di antara surah-surah yang disorot keistimewaannya dalam riwayat Imam Abu Ubaid adalah Surah Al-Hajj dan Surah An-Nur. Surah Al-Hajj memiliki keunikan yang membedakannya dari surah-surah lain, yaitu adanya dua sujud tilawah di dalamnya. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, khalifah kedua, pernah melakukan dua sujud dalam salatnya saat membaca Surah Al-Hajj dan berkata, “Sesungguhnya surah ini dilebihkan atas surah-surah lain dengan dua sujud.” Riwayat serupa juga datang dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, serta diperkuat oleh sabda Rasulullah ﷺ:

«فُضِّلَتْ سُورَةُ الْحَجِّ عَلَى غَيْرِهَا بِسَجْدَتَيْنِ»

Artinya: “Surah Al-Hajj dilebihkan atas surah-surah lainnya dengan dua sujud.”

Bahkan, ketika Uqbah bin Amir bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, apakah di dalam Surah Al-Hajj terdapat dua sujud?” Beliau menjawab, “Ya, siapa yang tidak sujud (pada keduanya) maka janganlah ia membacanya.” Ini menunjukkan betapa pentingnya dua sujud tersebut sebagai bagian dari kemuliaan Surah Al-Hajj. Jika kita memahami keutamaan surah-surah pilihan Al-Qur’an dalam Kitab Fadhailul Qur’an karya Abu Ubaid ini, kita akan semakin bersemangat untuk menunaikan sujud tilawah saat membacanya, merasakan koneksi yang lebih dalam dengan ayat-ayat Allah.

Sementara itu, Surah An-Nur juga menempati posisi istimewa. Khalifah Umar bin Khattab pernah menuliskan perintah kepada para penduduknya untuk mengajarkan Surah An-Nur kepada wanita-wanita mereka. Ini bukan tanpa alasan. Surah An-Nur memuat banyak hukum dan adab yang berkaitan dengan kemuliaan wanita, kehormatan keluarga, dan pentingnya menjaga pandangan serta aurat. Kita melihat bagaimana ajaran surah ini langsung diaplikasikan oleh para sahabiyah. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah memuji wanita-wanita Ansar dan menceritakan bahwa ketika Surah An-Nur turun, mereka segera mengambil kain pinggang mereka, membelahnya, lalu menjadikannya sebagai khimar (penutup kepala).

Kisah lain yang tak kalah menggetarkan adalah saat Ali bin Abi Thalib menunjuk Abdullah bin Abbas untuk memimpin musim haji. Ibnu Abbas menyampaikan khutbah yang begitu memukau hingga dikatakan, “Seandainya kaum Dailam mendengarnya, niscaya mereka akan masuk Islam.” Setelah itu, beliau membacakan Surah An-Nur kepada mereka. Ini menegaskan betapa kuatnya pengaruh Surah An-Nur dalam menuntun manusia menuju kebaikan dan kebenaran, bahkan mampu meluluhkan hati yang keras sekalipun. Kita diajak merenungkan, jika para sahabat begitu mendalaminya, mengapa tidak kita?

Cahaya Perlindungan dari Surah As-Sajdah dan Yasin: Warisan Abu Ubaid

Selain Al-Hajj dan An-Nur, Imam Abu Ubaid juga meriwayatkan keutamaan Surah As-Sajdah dan Yasin. Surah As-Sajdah, atau Alif Lam Mim Tanzil, disebutkan oleh Rasulullah ﷺ akan datang pada Hari Kiamat dengan dua sayap, menaungi pembacanya, seraya berkata, “Tidak ada jalan (untuk mencelakakan)mu, tidak ada jalan (untuk mencelakakan)mu.” Bayangkan, sebuah surah akan menjadi pelindung setia kita di hari yang paling mengerikan itu. Inilah salah satu bentuk keutamaan surah-surah pilihan Al-Qur’an dalam Kitab Fadhailul Qur’an karya Abu Ubaid yang sangat memotivasi untuk mengamalkan tilawahnya setiap hari.

Kemudian, keutamaan juga disebutkan untuk Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata bahwa kedua surah ini memiliki enam puluh derajat di atas surah-surah Al-Qur’an yang lain. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan kedua surah tersebut di sisi Allah dan betapa besar pahala bagi siapa saja yang konsisten membacanya. Melalui pemahaman akan riwayat-riwayat ini, kita disadarkan akan peluang besar untuk meraih kemuliaan di sisi Allah hanya dengan berinteraksi secara mendalam dengan Al-Qur’an.

Hikmah di Balik Keutamaan Surah-Surah Pilihan Al-Qur’an

Kumpulan riwayat tentang keutamaan surah-surah tertentu ini bukanlah untuk membuat kita mengabaikan surah lain, melainkan untuk memotivasi kita agar lebih giat dalam mempelajari dan mengamalkan seluruh Al-Qur’an. Ini adalah cara Allah untuk menarik perhatian kita pada permata-permata khusus di dalam Kitab-Nya. Memahami keutamaan surah-surah pilihan Al-Qur’an dalam Kitab Fadhailul Qur’an karya Abu Ubaid semestinya menginspirasi kita untuk:

  • Meningkatkan kualitas tilawah dan tadabbur kita.
  • Berusaha menghafal surah-surah tersebut agar dapat menjadi cahaya dan pelindung di dunia dan akhirat.
  • Mengamalkan ajaran dan hukum yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengajarkan keutamaan ini kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita, sehingga pahala jariyah terus mengalir.

Seperti yang disebutkan dalam riwayat awal, Al-Qur’an akan diangkat dari ahli surga, kecuali Surah Taha dan Yasin. Ini mengisyaratkan adanya hubungan istimewa antara surah-surah tersebut dengan kebahagiaan abadi di surga. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum ini untuk kembali merenungi hubungan kita dengan Al-Qur’an. Apakah kita telah memberikan waktu yang cukup untuknya? Apakah kita telah berusaha memahami pesan-pesan ilahinya? Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai teman sejati yang akan menuntun kita menuju kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Kajian mendalam tentang keutamaan surah-surah pilihan Al-Qur’an dalam Kitab Fadhailul Qur’an karya Abu Ubaid ini membuka wawasan kita akan kekayaan dan kedalaman makna di balik setiap bagian Al-Qur’an. Mari kita ambil hikmahnya, tingkatkan semangat kita dalam mempelajari Al-Qur’an, dan jadikan ia sebagai panduan hidup yang tak tergantikan.

Untuk Anda yang bersemangat untuk mendalami Al-Qur’an lebih jauh, menghafalnya, dan menjadikannya pedoman hidup, Qur’an Learning Center Yogyakarta siap menjadi mitra perjalanan Anda. Kami menyediakan program-program tahfizh Al-Qur’an dengan metode yang teruji, dirancang khusus untuk membantu Anda meraih impian mulia ini.

Daftar Referensi

  • Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam, Fadhailul Qur’an, Bab Fadhl Suratil Hajj wa Suratin Nur.
  • Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam, Fadhailul Qur’an, Bab Fadhl Tanzilis Sajdah wa Yasin.
  • Hadits tentang Surah Al-Hajj memiliki dua sujud, diriwayatkan oleh Abu Ubaid dalam Fadhailul Qur’an dari Khalid bin Ma’dan dan Uqbah bin Amir.
  • Hadits tentang Surah As-Sajdah menjadi pelindung, diriwayatkan oleh Abu Ubaid dalam Fadhailul Qur’an dari Musayyib bin Rafi’.
  • Perkataan Ibnu Umar tentang Surah As-Sajdah dan Al-Mulk, diriwayatkan oleh Abu Ubaid dalam Fadhailul Qur’an.

—-

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
kunjungi halaman ini
WhatsApp +6281224003100

Flyer Program Hafal Quran Executive Tahfizh di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,