Al-Qur’an, kalamullah yang mulia, adalah samudra hikmah dan petunjuk yang tak pernah kering. Setiap huruf, setiap ayat, bahkan setiap surahnya mengandung cahaya dan keberkahan yang tak terhingga. Meskipun seluruh Al-Qur’an adalah agung, ada beberapa surah yang secara khusus disebutkan keutamaannya oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat mulia, menjadikannya lentera istimewa bagi kaum Muslimin. Melalui artikel ini, kita akan bersama-sama kupas tuntas keutamaan surah pilihan dalam Kitab Fadhail Al-Quran, memahami mengapa ia begitu istimewa dan bagaimana kita bisa mengintegrasikan keistimewaan itu dalam relung jiwa kita.
Mengapa penting bagi kita untuk memahami keutamaan surah-surah ini? Bukan semata-mata untuk mencari keutamaan parsial, melainkan untuk menumbuhkan kecintaan yang lebih mendalam pada Al-Qur’an secara keseluruhan. Dengan mengetahui fadhilah spesifik, motivasi kita untuk berinteraksi, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an akan semakin bersemi, bak tunas yang disirami embun pagi.
Surah Pilihan di Akhirat: Taha dan Yasin yang Tak Terangkat
Dalam sebuah riwayat yang menyejukkan hati, kita dapati gambaran tentang hari kiamat dan posisi mulia dua surah agung. Diceritakan dari Syahr bin Hausyab, ia berkata:
«يُرْفَعُ الْقُرْآنُ عَنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، إِلَّا طَهَ وَيس»
(Al-Qur’an akan diangkat dari ahli surga, kecuali Surah Thaha dan Yasin.)
Betapa agungnya kedudukan Surah Thaha dan Yasin ini! Bayangkan, di tengah keindahan abadi surga, dua surah ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman ahli surga. Ini menunjukkan sebuah ikatan spiritual yang begitu kuat, sebuah kenikmatan yang bahkan di Jannah sekalipun tetap abadi. Ini seharusnya menjadi pemicu bagi kita untuk tidak hanya sekadar membaca, namun juga merenungi dan menghayati makna Surah Thaha dan Yasin dalam kehidupan kita sehari-hari, agar kelak kita pun menjadi bagian dari mereka yang senantiasa dekat dengan kemuliaan ini.
Menggali Keistimewaan Surah Al-Hajj: Dua Sujud yang Membedakan
Salah satu surah yang memiliki keunikan dan keutamaan tersendiri adalah Surah Al-Hajj. Keistimewaan surah ini terletak pada adanya dua sujud tilawah di dalamnya, sebuah anugerah yang membedakannya dari surah-surah lainnya dalam Al-Qur’an. Kita akan kupas tuntas keutamaan surah pilihan dalam Kitab Fadhail Al-Quran ini agar pemahaman kita semakin kokoh.
Kisah ini diriwayatkan dari jalur para sahabat mulia. Abu Ubaid meriwayatkan dari Hisyam, dari Ibnu Sirin, dari Ibnu Umar, dari Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya beliau sujud dua kali dalam Surah Al-Hajj seraya berkata:
«إِنَّ هَذِهِ السُّورَةَ فُضِّلَتْ عَلَى السُّوَرِ بِسَجْدَتَيْنِ»
(Sesungguhnya surah ini dilebihkan di antara surah-surah yang lain dengan dua sujud.)
Tidak hanya Sayyidina Umar, bahkan Rasulullah ﷺ sendiri menguatkan hal ini. Diriwayatkan dari Khalid bin Ma’dan, Rasulullah ﷺ bersabda:
«فُضِّلَتْ سُورَةُ الْحَجِّ عَلَى غَيْرِهَا بِسَجْدَتَيْنِ»
(Surah Al-Hajj dilebihkan atas surah-surah lainnya dengan dua sujud.)
Dari Uqbah bin Amir, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Ya Rasulullah, apakah di dalam Surah Al-Hajj ada dua sujud?” Beliau menjawab, “Ya, siapa yang tidak sujud keduanya, maka janganlah ia membacanya (yakni sujud adalah bagian yang tak terpisahkan dari bacaan ini).” Ini menunjukkan penekanan dan pentingnya melaksanakan dua sujud tersebut ketika membaca Surah Al-Hajj.
Hikmah di Balik Dua Sujud Surah Al-Hajj
Dua sujud dalam Surah Al-Hajj bukan sekadar ritual tambahan, melainkan simbol kerendahan hati dan kepasrahan yang mendalam kepada Allah SWT. Surah ini sendiri banyak berbicara tentang kekuasaan Allah, hari kebangkitan, dan perintah untuk beribadah. Dengan dua kali bersujud, kita diajak untuk lebih mengukuhkan pengakuan akan kebesaran Ilahi dan merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan-Nya. Hal ini menjadi pengingat yang kuat akan hakikat penciptaan kita sebagai hamba yang lemah, bergantung sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Sungguh, sebuah panggilan untuk introspeksi dan memperbarui iman kita.
Cahaya Kebersihan Jiwa: Fadhilah Surah An-Nur dalam Kehidupan
Surah An-Nur adalah surah yang memancarkan cahaya petunjuk dalam etika sosial, kemuliaan akhlak, dan penjagaan kehormatan. Keutamaannya begitu besar sehingga Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu secara khusus menekankan pentingnya mengajarkannya kepada kaum wanita. Beliau menulis kepada para sahabatnya:
«عَلِّمُوا نِسَاءَكُمْ سُورَةَ النُّورِ»
(Ajarkanlah Surah An-Nur kepada istri-istri kalian.)
Perintah ini bukanlah tanpa alasan. Surah An-Nur mengandung banyak hukum dan adab yang sangat relevan untuk menjaga kesucian masyarakat, termasuk tentang hijab, larangan mendekati zina, dan pentingnya menjaga pandangan. Ketika kita kupas tuntas keutamaan surah pilihan dalam Kitab Fadhail Al-Quran, khususnya An-Nur, kita menemukan betapa fundamentalnya surah ini dalam membentuk karakter Muslimah yang beradab dan masyarakat yang harmonis.
Teladan Para Sahabat dalam Mengamalkan Surah An-Nur
Kisah menakjubkan datang dari istri Nabi, Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang memuji wanita-wanita Anshar. Beliau berkata:
«لَمَّا نَزَلَتْ سُورَةُ النُّورِ عَمِدْنَ إِلَى حُجَزِ أَوْ حُجُوزِ مَنَاطِقِهِنَّ فَشَقَّقْنَهَا فَجَعَلْنَ مِنْهَا خُمُرًا»
(Ketika Surah An-Nur turun, mereka (wanita-wanita Anshar) segera menuju ke kain-kain penutup pinggang mereka, lalu mereka merobeknya dan menjadikannya kerudung.)
Ini adalah teladan spontanitas dan ketaatan yang luar biasa. Begitu turun perintah Allah, para Muslimah Anshar tanpa menunda langsung mengamalkannya dengan segala keterbatasan yang ada. Tidak hanya itu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah menunjuk Ibnu Abbas untuk memimpin musim haji dan berkhutbah. Ibnu Abbas kemudian membacakan dan menafsirkan Surah An-Nur dalam khutbahnya. Diriwayatkan, jika saja kaum Daylam (suatu kaum non-Muslim di Persia) mendengar khutbah dan tafsir Surah An-Nur tersebut, niscaya mereka akan memeluk Islam karena keindahan dan kejelasannya. Ini menunjukkan kekuatan dan kedalaman makna yang terkandung dalam Surah An-Nur, yang mampu menembus hati pendengarnya.
Penjagaan dan Ketinggian Derajat: Surah As-Sajdah dan Al-Mulk
Dua surah lain yang patut kita selami keutamaannya adalah Surah As-Sajdah (Alif Lam Mim Tanzil) dan Surah Al-Mulk (Tabarakal Ladzi Biyadihil Mulk). Keberkahan yang terkandung dalam kedua surah ini memberikan janji perlindungan dan peningkatan derajat bagi para pembacanya. Untuk itu, marilah kita kupas tuntas keutamaan surah pilihan dalam Kitab Fadhail Al-Quran agar kita tidak melewatkan kesempatan emas ini.
Dari Musayyib bin Rafi’, Rasulullah ﷺ bersabda:
«تَجِيءُ ﴿الم تَنْزِيلُ﴾ [السجدة: ٢] السَّجْدَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهَا جَنَاحَانِ تُظِلُّ صَاحِبَهَا، تَقُولُ: لَا سَبِيلَ عَلَيْكَ، لَا سَبِيلَ عَلَيْكَ»
(Surah Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) akan datang pada hari kiamat, ia memiliki dua sayap, ia menaungi pembacanya seraya berkata: ‘Tidak ada jalan bagimu (untuk mencelakainya), tidak ada jalan bagimu.’)
Gambaran ini sungguh mengharukan! Surah As-Sajdah akan menjadi pembela setia bagi mereka yang rajin membacanya, melindunginya dari panasnya hari perhitungan. Ini adalah janji perlindungan dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang setia berinteraksi dengan firman-Nya. Karenanya, janganlah kita lewatkan kesempatan untuk senantiasa membaca dan merenungi surah agung ini.
Selain perlindungan, membaca surah-surah ini juga dijanjikan ketinggian derajat. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata tentang Surah Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) dan Surah Tabarakal Ladzi Biyadihil Mulk (Al-Mulk):
«فِيهِمَا سِتِّينَ دَرَجَةً عَلَى غَيْرِهِمَا مِنْ سُوَرِ الْقُرْآنِ»
(Pada keduanya terdapat enam puluh derajat keutamaan lebih tinggi dibandingkan surah-surah Al-Qur’an lainnya.)
Enam puluh derajat! Ini adalah angka yang menggambarkan keunggulan dan ketinggian spiritual yang luar biasa. Membaca dan menghafal kedua surah ini bukan hanya tentang menunaikan ibadah, tetapi juga tentang meniti anak tangga menuju kedudukan yang lebih mulia di sisi Allah SWT. Mari kita jadikan pembiasaan membaca Surah As-Sajdah dan Al-Mulk setiap hari sebagai bagian tak terpisahkan dari ikhtiar kita mendekatkan diri kepada-Nya.
Dalam perjalanan hidup ini, Al-Qur’an adalah kompas terbaik, panduan terjelas, dan sumber kekuatan tak terbatas. Dengan memahami dan mengamalkan fadhilah dari surah-surah pilihan ini, kita sejatinya sedang mengumpulkan bekal spiritual yang akan sangat berharga di dunia dan akhirat. Mari terus tingkatkan interaksi kita dengan Al-Qur’an, menjadikannya sahabat sejati dalam setiap langkah kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk senantiasa mencintai dan mengagungkan kitab suci-Nya.
Jika Anda merasakan panggilan untuk menyelami lebih dalam lautan hikmah Al-Qur’an, baik dalam membaca, memahami, maupun menghafal, Qur’an Learning Center Yogyakarta dengan program Executive Tahfizh-nya siap membersamai Anda. Dapatkan bimbingan intensif dan metode terbaik untuk menguatkan hafalan dan pemahaman Al-Qur’an Anda. Jadikan hidup ini lebih bermakna dengan kalamullah.
Daftar Referensi
- Kitab Fadhail Al-Qur’an – Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam (w. 224 H), Bab Fadhlu Aayatil Qur’an.
- Kitab Fadhail Al-Qur’an – Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam (w. 224 H), Bab Fadhli Suratil Hajj wa Surat An-Nur.
- Kitab Fadhail Al-Qur’an – Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam (w. 224 H), Bab Fadhli Tanzilil Sajdah wa Yasin.
—-
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
kunjungi halaman ini
WhatsApp +6281224003100

