Teks Asli Hadits dan Terjemahannya

عن أبي هريرة قال:

خُفِّفَ على داوُدَ القِراءَةُ، فَكانَ يَأْمُرُ بدابَّتِهِ لِتُسْرَجَ، فَكانَ يَقْرَأُ قَبْلَ أنْ يَفْرُغَ – يَعْنِي – القُرْآنَ

(HR. Bukhari no. 4713, Muslim no. 789)

Artinya:
“Telah diringankan bacaan bagi Dawud, maka beliau memerintahkan agar kendaraannya disiapkan pelananya, lalu beliau membaca (wahyu), dan telah selesai (membaca) sebelum pelana itu selesai dipasang.”
Abu Hurairah berkata: maksudnya adalah bacaan wahyu (Zabur).

Penjelasan Gramatikal Hadits

خُفِّفَ عَلَى دَاوُدَ الْقِرَاءَةُ

  • خُفِّفَ: Fi’il majhul (kata kerja pasif) dari kata خَفَّفَ – “diringankan”.

  • الْقِرَاءَةُ: Bacaan (umum), dalam konteks ini merujuk pada Zabur, kitab yang diturunkan kepada Nabi Dawud AS.

  • Makna: Allah mempermudah Nabi Dawud dalam membaca wahyu-Nya.

فَكَانَ يَأْمُرُ بِدَابَّتِهِ لِتُسْرَجَ

  • دَابَّة: Tunggangan;

  • تُسْرَجَ: Disiapkan pelananya.Makna: Saat menunggu kendaraannya disiapkan, Nabi Dawud menyempatkan diri membaca wahyu.

فَكَانَ يَقْرَأُ قَبْلَ أَنْ يَفْرُغَ – يَعْنِي – الْقُرْآنَ

  • يَفْرُغَ: Selesai (dalam menyiapkan pelana).

  • الْقُرْآنَ di sini bukan bermakna mushaf Al-Qur’an, tapi digunakan dalam makna bahasa: “segala bacaan wahyu”, yaitu Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud AS.

  • Ini adalah bentuk penggunaan kata “qur’an” dalam pengertian umum, bukan istilah khusus.

Dalil bahwa Kitab Nabi Dawud adalah Zabur

QS. An-Nisa: 163

وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا
“Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.”

QS. Al-Isra: 55

وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا
“Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.”

Jelas bahwa Nabi Dawud tidak menerima Al-Qur’an, melainkan kitab Zabur, sehingga yang beliau baca dalam hadits tersebut adalah Zabur, bukan Al-Qur’an seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Pelajaran Penting dari Hadits Ini

1. Kecepatan dan Kemudahan Adalah Karunia Allah

Nabi Dawud AS diberi kemampuan membaca Zabur dengan cepat tanpa kehilangan kekhusyukan. Ini adalah bentuk rahmat dan kemuliaan dari Allah yang hanya diberikan kepada hamba pilihan.

2. Manfaatkan Waktu Sekecil Apa Pun untuk Wahyu

Nabi Dawud membaca wahyu saat menunggu persiapan kendaraan. Ini menunjukkan semangat luar biasa untuk tidak menyia-nyiakan waktu luang, walau hanya sebentar.

3. Bacaan yang Diberkahi Akan Mengisi Hidup

Zabur bagi Nabi Dawud adalah kekuatan spiritual. Maka kita pun bisa meniru semangat ini dengan membaca Al-Qur’an (wahyu untuk umat Muhammad ﷺ) sebagai bagian dari rutinitas harian, bahkan di sela aktivitas.

Relevansi dengan Program Executive Tahfizh Yogyakarta

Di Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta, semangat dari hadits ini diwujudkan dalam program-program pembinaan yang:

  • Mengajarkan kedisiplinan waktu muraja’ah dan hafalan

  • Membimbing siswa agar memanfaatkan sela waktu untuk membaca Al-Qur’an

  • Mengembangkan metode tahfizh yang ringan dan menyenangkan

  • Menanamkan kecintaan terhadap wahyu Allah di setiap aspek kehidupan

Dengan suasana yang mendukung dan bimbingan dari pengajar profesional, peserta dididik untuk mencintai Al-Qur’an seperti Nabi Dawud mencintai Zabur.

Kesimpulan

Hadits ini adalah cermin bagi kita semua. Jika Nabi Dawud bisa menyelesaikan bacaannya hanya dalam waktu persiapan tunggangan, maka kita pun mampu menyisihkan waktu sejenak setiap hari untuk membaca dan menghayati Al-Qur’an.

Gunakan waktu-waktu kosong kita untuk membaca, merenungi, dan menghafal wahyu. Karena Al-Qur’an adalah cahaya, dan kita butuh cahaya itu untuk menuntun setiap langkah kita.

Ingin Membaca Al-Qur’an Lebih Rutin dan Terarah?

Bergabunglah dengan kami di Executive Tahfizh Yogyakarta. Nikmati pengalaman belajar, menghafal, dan memahami Al-Qur’an dengan pendekatan yang manusiawi, ringan, dan penuh makna.

Alamat: Jl. Taman Siswa, Gg. Warsokusumo, RT 54 RW 17, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta
Website:www.executivetahfizh.com
WhatsApp: +6281224003100

Penulis:
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Quran Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

Karantina Tahfidz Nasional Jogja
Karantina Tahfidz Nasional Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri