Pendahuluan

Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi juga wahyu yang menyatukan hati umat Islam. Rasulullah ﷺ mengajarkan adab membaca Al-Qur’an, bukan hanya tentang tartil dan tajwid, tetapi juga tentang kebersamaan hati dan suasana batin saat membacanya bersama orang lain.
Salah satu hadits pendek namun penuh makna adalah sabda Rasulullah ﷺ:

اقْرَؤُوا القُرْآنَ ما ائْتَلَفَتْ قُلُوبُكُمْ، فإذا اخْتَلَفْتُمْ فَقُومُوا عنْه.
الراوي: جندب بن عبدالله • البخاري، صحيح البخاري (٧٣٦٤) • [صحيح] • أخرجه البخاري (٥٠٦٠)، ومسلم (٢٦٦٧) • شرح حديث مشابه

“Bacalah Al-Qur’an selama hati kalian masih saling bersatu. Jika kalian mulai berselisih, maka tinggalkanlah (majelis itu).”(HR. Bukhari no. 5060 dan 7364, Muslim no. 2667)

Hadits ini disampaikan oleh sahabat Jundub bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dan tercatat dalam kitab-kitab hadits shahih.

Makna Hadits: Al-Qur’an adalah Titik Persatuan

Rasulullah ﷺ memberikan pedoman luar biasa dalam hadits ini: membaca Al-Qur’an seharusnya mempererat hati, bukan memecah belah. Karena itu, jika dalam satu majelis atau komunitas timbul perbedaan pendapat, ego, atau perdebatan yang merusak kebersamaan, maka sebaiknya berhenti sejenak dan introspeksi.

Al-Qur’an bukan untuk dijadikan bahan perdebatan sengit yang menimbulkan permusuhan. Justru, ia adalah sumber kedamaian, tempat berkumpulnya hati-hati yang tulus ingin mencari ridha Allah.

Pelajaran Penting dari Hadits Ini

1. Membaca Al-Qur’an Butuh Kesatuan Hati

Dalam majelis tahfizh, halaqah, atau bahkan dalam rumah tangga, membaca Al-Qur’an bersama hendaknya dilakukan dengan hati yang saling menerima, saling menghargai, dan tidak merasa lebih tinggi dari yang lain.

2. Jangan Biarkan Al-Qur’an Jadi Pemicu Perselisihan

Kadang perbedaan dalam qira’at, tajwid, atau pendapat tentang makna ayat bisa memicu perdebatan. Hadits ini mengajarkan, jika perbedaan itu tidak bisa dijaga dengan adab, lebih baik hentikan dan tenangkan hati terlebih dahulu.

3. Adab dalam Majelis Ilmu dan Tahfizh

Di dalam lingkungan belajar Al-Qur’an, penting bagi guru dan murid untuk menjaga suasana hati. Ilmu yang benar hanya akan turun pada hati yang bersih dan suasana yang harmonis.

Relevansi dengan Pembelajaran di Executive Tahfizh Yogyakarta

Di Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta, adab dan persatuan hati menjadi pondasi utama dalam setiap proses pembelajaran. Program-program kami dirancang tidak hanya untuk menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk akhlak Qur’ani — yaitu karakter yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber cinta, bukan sumber konflik.

Kami membimbing peserta agar mampu menghafal dengan tenang, memahami makna dengan hati yang lapang, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pengikat ukhuwah dalam komunitas.

Hadits ini adalah nasihat halus dari Rasulullah ﷺ: jangan sampai Al-Qur’an yang seharusnya menyatukan hati justru memecah belah karena ego dan adu argumentasi. Bacalah selama hati masih selaras. Jika mulai berselisih, berhentilah sejenak dan perbaiki niat.

Karena sejatinya, yang paling mulia bukan hanya yang membaca Al-Qur’an paling indah, tetapi yang membaca dengan hati yang bersih, rendah hati, dan menjaga ukhuwah.

Ingin Belajar Al-Qur’an dalam Suasana Penuh Persaudaraan?

Executive Tahfizh Yogyakarta mengajak Anda untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an dalam lingkungan yang nyaman, tenang, dan penuh kasih sayang. Kami percaya, Al-Qur’an menyatukan hati, bukan memecahkannya.

Alamat: Jl. Taman Siswa, Gg. Warsokusumo, RT 54 RW 17, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta
Website:www.executivetahfizh.com
WhatsApp: +6281224003100

Penulis:
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Quran Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran

Karantina Tahfidz Nasional Jogja
Karantina Tahfidz Nasional Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri