Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Menyadari bahwa setiap hembusan napas, setiap detak jantung, hingga setiap gerak-gerik langkah kita di dunia ini berada di bawah kendali kekuasaan Allah yang mutlak. Kita hadir di dunia ini bukan karena kebetulan, dan kita pun akan kembali kepada-Nya sesuai dengan ketetapan yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz sejak zaman azali.

Seringkali kita merasa cemas akan masa depan. Kita khawatir tentang rezeki, pekerjaan, keluarga, hingga akhir hidup kita. Namun, marilah kita merenungi bahwa Allah SWT adalah Al-Malik, Sang Raja pemilik segala kekuasaan. Tidak ada sehelai daun pun yang jatuh ke bumi melainkan dengan seizin-Nya. Jika hidup dan mati sudah diatur oleh Dzat yang Maha Mengetahui, maka sesungguhnya ketenangan sejati hanyalah milik orang-orang yang mampu menyerahkan segala urusannya hanya kepada Allah setelah melalui proses ikhtiar yang maksimal.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Ketahuilah, bahwa kewajiban kita sebagai manusia adalah menyempurnakan ikhtiar. Mengapa kita harus tetap berusaha padahal segalanya sudah ditentukan? Karena kita tidak mengetahui apa yang tertulis untuk kita di masa depan. Kita tidak tahu apakah kita akan menjadi orang sukses, ahli surga, atau mendapatkan kesulitan. Ketidaktahuan itulah yang menjadi ladang ujian bagi iman kita. Allah memerintahkan kita untuk berjalan di muka bumi, bekerja, belajar, dan beribadah dengan kesungguhan. Ikhtiar adalah bentuk syukur atas potensi akal dan raga yang Allah titipkan.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa setiap jiwa akan dimudahkan jalannya sesuai dengan tujuan penciptaannya. Maka, tugas kita hanyalah fokus pada upaya terbaik. Kita tidak perlu mendahului takdir dengan rasa putus asa atau kesombongan. Hasil akhir adalah domain Allah semata. Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 69 bahwa orang-orang yang berjihad atau bersungguh-sungguh di jalan Allah, niscaya akan ditunjukkan jalan-jalan menuju keridaan-Nya.

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

Latin:
Walladzîna jâhadû fînâ lanahdiyannahum subulanâ, wa innallâha lama’al-muḫsinîn.

Artinya:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami benar-benar akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Sering muncul pertanyaan di benak kita, jika segala sesuatu sudah ditentukan, apakah ikhtiar masih berpengaruh? Inilah titik di mana kita harus memahami bahwa ikhtiar dan doa adalah bagian dari takdir itu sendiri. Sesuatu yang kita upayakan dengan doa adalah jembatan menuju ketetapan yang lebih baik. Ada takdir yang bersifat muallaq, yaitu takdir yang bisa berubah dengan sebab-sebab tertentu, terutama melalui ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh. Inilah bentuk kasih sayang Allah agar kita tidak menjadi hamba yang berdiam diri.

Ketika kita berdoa, sebenarnya kita sedang mengasah hati untuk selalu bergantung pada Sang Pencipta. Doa bukan hanya sekadar meminta, melainkan bentuk pengakuan bahwa kita adalah hamba yang lemah dan Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa. Ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan, sedangkan doa tanpa ikhtiar adalah angan-angan kosong. Keduanya harus bersatu dalam setiap langkah hidup kita. Ketika kita berusaha, kita sedang menunjukkan keseriusan. Ketika kita berdoa, kita sedang meletakkan hasil akhir di atas sajadah kepasrahan.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika, tentu setiap dari kita menghadapi tantangan yang berbeda. Ada yang sedang berikhtiar mencari pekerjaan, ada yang sedang berusaha memperbaiki rumah tangga, hingga ada yang sedang berjuang menghafalkan kalamullah. Sebagaimana semangat yang dibangun di Executive Tahfizh Yogyakarta, kita menyadari bahwa proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan ketekunan luar biasa yang dibarengi dengan doa yang tidak pernah putus. Inilah hakikat ikhtiar yang sesungguhnya; melakukan yang terbaik dengan penuh kesadaran bahwa Allah lah yang memberi taufik.

Mari kita tanamkan dalam jiwa bahwa setiap kesulitan yang kita hadapi saat ini merupakan bagian dari skenario agung untuk mendewasakan iman kita. Jangan pernah lelah untuk terus berupaya mencapai harapan-harapan baik, selama itu berada dalam koridor syariat. Jika hasil yang kita dapatkan belum sesuai dengan ekspektasi duniawi, yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan takdir yang lebih indah, baik di dunia maupun sebagai tabungan di akhirat kelak. Bukankah Allah Maha Tahu sementara kita tidak tahu?

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Maka, sempurnakanlah ikhtiar kita hari ini. Bekerjalah dengan jujur, belajarlah dengan tekun, dan berbakti lah dengan tulus. Setelah semuanya dilakukan, angkatlah tangan kita, sampaikan segala harap kepada Allah, dan terimalah hasilnya dengan hati yang lapang. Itulah ciri orang yang benar-benar bertawakal. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus berikhtiar dan melapangkan hati kita dalam menerima segala ketetapan-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ أَعْمَالَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَى اللهِ، فَأَصْلِحُوْا نِيَّاتِكُمْ وَأَحْسِنُوْا فِي أَعْمَالِكُمْ.

Jamaah yang berbahagia

Di penghujung khutbah ini, mari kita kuatkan kembali komitmen kita untuk tidak berhenti melangkah dalam ketaatan. Hidup adalah perjalanan menuju Allah. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, entah itu kebahagiaan atau kesedihan, adalah instrumen dari Allah untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalnya. Jangan pernah meremehkan kekuatan ikhtiar yang dibarengi dengan doa. Karena dengan keduanya, Allah membukakan pintu-pintu kemudahan yang tidak pernah kita sangka sebelumnya.

Mari kita tundukkan kepala dan hati, memohon kepada Allah agar dikuatkan dalam meniti jalan kehidupan ini.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا اجْعَلْنَا مُقِيْمِي الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Biografi Penulis

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd., Al-Hafizh adalah founder Metode Yadain Litahfizhil Quran di Qur’an Learning Center Yogyakarta. Beliau aktif mengembangkan pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang memadukan tahfizh, tadabbur, visualisasi makna, dan pembinaan spiritual agar masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Melalui website https://executivetahfizh.com, naskah khutbah ini disusun sebagai bagian dari ikhtiar dakwah untuk menghadirkan pesan-pesan Al-Qur’an yang menyentuh hati, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan umat.

Program Executive Tahfizh Yogyakarta

Bagi kaum muslimin yang ingin memperbaiki bacaan, memahami makna, dan menguatkan hafalan Al-Qur’an secara lebih terarah, silakan mengenal program Executive Tahfizh Yogyakarta.

Flyer Program Hafal Quran Executive Tahfizh




author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,