Sahabat Qur’an yang hatinya semoga selalu dicukupkan oleh Allah. Pernah tidak, kita duduk merenung di teras rumah, lalu merasa ada yang kurang? Padahal, kalau dipikir-pikir, kita sudah punya pekerjaan, motor sudah ada di garasi, anak-anak sehat, dan makan pun tidak kesulitan. Tapi, mata ini rasanya “panas” saat melihat teman update status baru saja liburan ke Eropa atau tetangga sebelah merenovasi rumah menjadi dua lantai.
Lalu muncul bisikan menggelisahkan: “Kenapa aku cuma segini-gini aja? Kapan aku bisa kaya raya seperti mereka?”
Wajar kok kalau keinginan itu muncul. Kita manusia yang punya nafsu. Namun, hati-hati Sahabat. Jika keinginan itu berubah menjadi obsesi yang tidak pernah puas, hingga membuat dada sesak dan pikiran kalut, bisa jadi kita sedang terperangkap dalam jaring laba-laba bernama Tama’ (Rakus/Serakah).
Seperti Minum Air Laut
Ibarat orang yang kehausan di tengah lautan, Tama’ itu seperti meminum air laut. Awalnya terlihat menyegarkan. Tapi begitu diteguk? Asin. Perih di tenggorokan. Semakin diminum, semakin haus. Semakin kering kerontang.
Intinya begini, sifat serakah itu adalah lubang hitam di dalam jiwa. Dikasih satu lembah emas, dia minta dua. Dikasih dua, dia minta tiga. Tidak akan pernah ada garis finis bagi orang yang serakah sampai tanah kuburan menyumbat mulutnya.
Rasanya lelah sekali hidup seperti ini. Kita berlari di atas treadmill dunia; keringat bercucuran, kaki pegal linu, napas mau putus, tapi kita tidak kemana-mana. Hati tetap kosong.
Menghalalkan Segala Cara Demi Angka
Sahabat, bahaya paling mengerikan dari Tama’ bukan hanya soal hati yang gelisah, tapi soal hilangnya integritas. Ketika mata hati sudah tertutup oleh kilau emas dan jabatan, rambu-rambu halal dan haram menjadi buram.
Orang yang terkena virus Tama’ berani menyikut saudaranya sendiri. Dia berani mengambil uang rakyat. Dia berani menipu dalam timbangan. Kenapa? Karena di kepalanya hanya ada satu tujuan: “Aku harus dapat lebih banyak!”
Padahal, sekeras apa pun kita mengejar, rezeki tidak akan tertukar. Kita stres memikirkan rezeki besok, padahal cicak di dinding saja tidak pernah pusing memikirkan nyamuk mana yang akan dia makan nanti malam.
Allah sudah menjamin rezeki setiap makhluk yang melata di muka bumi ini, bahkan cacing di dalam tanah sekalipun. Masakah kita ragu pada Sang Penjamin?
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)
Obat Penenang Bernama Qana’ah
Lalu, bagaimana cara menghentikan kegilaan ini? Bagaimana cara mengerem nafsu yang terus mengegas?
Jawabannya adalah Qana’ah (Merasa Cukup).
Qana’ah itu bukan berarti malas atau pasrah tanpa usaha ya, Sahabat. Qana’ah adalah sikap hati yang “menerima dengan rela” setelah kita berusaha maksimal. Qana’ah itu kacamata syukur.
- Makan dengan tempe, rasanya nikmat luar biasa karena kita sadar masih bisa mengunyah.
- Rumah tipe kecil, rasanya lapang karena di dalamnya ada keluarga yang hangat.
Orang yang Qana’ah itu adalah orang terkaya di dunia yang sesungguhnya. Dia tidak butuh pengakuan orang lain. Dia tidur nyenyak tanpa takut kehilangan. Dia bekerja dengan tenang karena yakin jatahnya sudah diatur Allah.
Mari kita ubah pola pikir kita. Kaya itu bukan seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa sedikit yang kita butuhkan. Semakin sedikit keinginan kita, semakin ringan beban hidup kita.
Tarik napas dalam-dalam, Sahabat. Syukuri udara gratis ini. Hidup ini indah jika kita menikmatinya dengan rasa cukup, bukan dengan rasa kurang.
Yuk, belajar merasa cukup mulai hari ini.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat untuk mencetak para Hafizh dan Hafizhah dalam program unggulan Executive Tahfizh.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

