Pendahuluan

Perjalanan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Baik dengan berjalan kaki, menunggang hewan, naik kendaraan darat, berlayar di laut, maupun terbang di udara, seorang muslim diajarkan untuk selalu berdoa. Rasulullah ﷺ memberikan teladan doa khusus yang dibaca ketika naik kendaraan, agar perjalanan senantiasa dalam lindungan Allah.

Artikel ini menyajikan doa naik kendaraan darat, laut, dan udara lengkap arab, latin, arti, serta keutamaannya berdasarkan sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

Dalil Doa Naik Kendaraan

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ۝ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
(QS. Az-Zukhruf: 13–14)

Artinya:
“Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu mengingat nikmat Tuhanmu ketika kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Ayat ini menjadi dasar doa naik kendaraan yang diajarkan Nabi ﷺ.

Bacaan Doa Naik Kendaraan

Lafadz Arab

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ۝ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Transliterasi

Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn. Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Artinya

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Bacaan Lengkap Doa Naik Kendaraan dalam Hadits

Rasulullah ﷺ ketika naik kendaraan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ
(HR. Muslim no. 1342)

Artinya:
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan buruknya keadaan ketika kembali pada harta dan keluarga.”

Keutamaan Membaca Doa Naik Kendaraan

  1. Mengingat nikmat Allah – kendaraan apapun adalah sarana dari Allah.
  2. Perlindungan sepanjang perjalanan – doa menjadi benteng dari bahaya.
  3. Menumbuhkan rasa tawakal – menyerahkan keselamatan kepada Allah.
  4. Mendapat ketenangan hati – doa membuat perjalanan lebih berkah.

Relevansi di Era Modern

Walaupun doa ini turun di zaman unta dan perahu, maknanya tetap relevan untuk mobil, motor, kapal laut, hingga pesawat terbang. Apa pun kendaraannya, doa ini mengajarkan kesadaran bahwa Allah-lah yang memberi kemampuan manusia untuk mengendarainya.

Adab Naik Kendaraan dalam Islam

  1. Membaca basmalah dan doa sebelum berangkat.
  2. Menyebut nama Allah saat menaiki kendaraan.
  3. Tidak sombong dengan kendaraan yang dimiliki.
  4. Menjadikan perjalanan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Penutup

Doa naik kendaraan darat, laut, dan udara adalah doa agung yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad ﷺ. Dengan doa ini, seorang muslim senantiasa dalam perlindungan Allah sepanjang perjalanan.

👉 Amalkan doa ini setiap kali bepergian, agar perjalanan penuh berkah dan keselamatan.
Kunjungi www.executivetahfizh.com atau hubungi WhatsApp +62 812-2400-3100 untuk belajar doa-doa sunnah harian langsung bersama guru Qur’an berkompeten.

Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri