Doa Iftitah adalah bacaan sunah yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada rakaat pertama salat, tepatnya setelah Takbiratul Ihram dan sebelum membaca surah Al-Fatihah. Membaca doa ini merupakan cara yang indah untuk menyucikan diri, memuji kebesaran Allah SWT, dan memusatkan pikiran sebelum berdialog dengan Sang Pencipta.

Dalam praktiknya, Rasulullah SAW mencontohkan beberapa ragam bacaan doa iftitah. Semuanya memiliki makna positif yang luar biasa untuk mendatangkan ketenangan hati dan pahala. Berikut adalah kumpulan doa iftitah sahih lengkap dengan teks Arab yang nyaman dibaca serta terjemahan bahasa Indonesianya.

1. Doa Iftitah Memohon Kesucian Diri (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Doa ini sangat masyhur dan sering diamalkan. Maknanya sangat mendalam, yakni memohon agar diri kita dijauhkan dari segala kesalahan dan disucikan sebenar-benarnya.

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

Terjemahan:“Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan embun es.”

2. Doa Iftitah Penyerahan Diri Total (Riwayat Muslim)

Bacaan doa iftitah ini sangat populer di Indonesia. Isinya merupakan ikrar tauhid, kepasrahan, dan penyerahan seluruh ibadah maupun hidup hanya untuk Allah SWT semata. Umumnya, umat muslim menggabungkannya dengan kalimat takbir Allahu Akbar Kabira.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Terjemahan:“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.”

3. Doa Iftitah Singkat Pembuka Pintu Langit (Riwayat Muslim)

Doa iftitah ini ringkas namun memiliki keutamaan yang luar biasa. Berdasarkan hadis, ketika seorang sahabat membaca doa ini dalam salat, Rasulullah SAW bersabda bahwa pintu-pintu langit terbuka karenanya.

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Terjemahan:“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.”

4. Doa Iftitah Pujian dan Pengagungan (Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jika Anda mencari doa iftitah yang mudah dihafal, ini adalah pilihan yang sangat baik. Bacaan ini berisi untaian pujian akan kebesaran dan kesucian Allah.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Terjemahan:“Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”


Membaca Doa Iftitah adalah langkah awal yang sempurna untuk mendapatkan kekhusyukan dalam salat. Keempat jenis doa di atas dapat dibaca secara bergantian untuk memperkaya ibadah kita. Memulai salat dengan kalimat-kalimat pujian yang positif ini akan membawa ketenangan batin yang luar biasa di setiap sujud kita.

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,Kepala QLC Yogyakarta
Tokoh pendidikan Al-Qur'an di Indonesia yang dikenal sebagai Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an (dikembangkan sejak 2007). Ia merupakan pelopor gerakan akselerasi karantina tahfizh tingkat nasional yang telah berkiprah sejak 2014. Saat ini, beliau mengaplikasikan pengalamannya sebagai Pengasuh di Executive Tahfizh QLC-BMM Yogyakarta (mulai 2025) yang menjadi destinasi para penghafal dari dalam dan luar negeri