Pendahuluan: Antara Kesedihan dan Pengharapan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَلَّغَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعَانَنَا عَلَى صِيَامِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ مَنْ صَامَ وَقَامَ

“Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan kita pada bulan Ramadhan dan menolong kita untuk berpuasa di dalamnya. Shalawat serta salam bagi Nabi Muhammad, sebaik-baik orang yang berpuasa dan beribadah malam.”

Hadirin yang dicintai Allah, saat hari-hari terakhir Ramadhan mulai meredup, hati setiap mukmin pasti merasakan getaran kesedihan. Ramadhan adalah bulan di mana pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan rahmat turun bagaikan hujan. Namun, di tengah kesedihan itu, terselip sebuah doa dan harapan besar: “Ya Allah, jangan jadikan Ramadhan ini sebagai yang terakhir bagiku.”


Pentingnya Memohon Penerimaan Amal

Sebelum kita meminta dipertemukan kembali, hal pertama yang harus kita mohonkan adalah agar amal yang sudah lewat tidak menjadi sia-sia. Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa berdoa dengan penuh kerendahan hati. Dalam konteks ibadah, kita belajar dari doa yang sering dipanjatkan para Nabi:

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)

Doa akhir Ramadhan yang tulus mencerminkan kekhawatiran seorang hamba jika amalannya tertolak dan kerinduan yang mendalam untuk terus berada dalam naungan ketaatan di tahun-tahun mendatang.

Doa Perpisahan Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah

Jabir bin Abdillah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa indah untuk dibaca pada hari terakhir Ramadhan. Beliau bersabda bahwa siapa pun yang membaca doa ini, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan: dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan, atau mendapatkan ampunan Allah jika ajalnya tiba lebih dulu.

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِي مَرْحُومًا وَلاَ تَجْعَلْنِي مَحْرُومًا

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menjadikannya sebagai puasa terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan janganlah Engkau jadikan aku sebagai orang yang terhalang dari rahmat-Mu.”

Doa ini adalah kunci ketenangan batin bagi seorang mukmin. Kita menyerahkan takdir hidup kita kepada Allah, sembari terus mengetuk pintu langit agar diberikan kesempatan sekali lagi untuk memanen pahala di bulan mulia.

Kisah Inspiratif: Kerinduan Ulama Salaf pada Ramadhan

Mu’alla bin Al-Fadhal, seorang ulama besar, menceritakan bahwa para sahabat Nabi dan ulama salaf memiliki tradisi unik. Selama enam bulan sebelum Ramadhan tiba, mereka tidak putus-putusnya berdoa: “Allahumma ballighna Ramadhan” (Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan). Dan selama enam bulan setelah Ramadhan pergi, mereka berdoa agar amalannya diterima.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa bagi mereka, Ramadhan bukan sekadar periode 30 hari dalam kalender, melainkan poros utama kehidupan. Kerinduan mereka untuk dipertemukan kembali bukan karena ingin merasakan kemeriahan Idul Fitri, melainkan karena mereka tahu bahwa di bulan itulah Allah memerdekakan ribuan hamba-Nya dari api neraka setiap malamnya.


Kesimpulan dan Penutup

Hadirin sekalian, mari kita tutup lembaran Ramadhan tahun ini dengan penuh harap. Jika tahun depan kita masih diberikan umur, semoga kita lebih bertaqwa. Namun jika ini adalah perpisahan selamanya, semoga kita pergi dalam keadaan diampuni. Teruslah membasahi lisan dengan doa agar keberkahan Ramadhan tetap membekas sepanjang tahun.

Mari kita aminkan doa penutup ini bersama-sama:

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ أَعْوَامًا عَدِيدَةً وَأَزْمِنَةً مَدِيدَةً فِي طَاعَتِكَ

“Ya Allah, sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya dalam waktu yang panjang dalam ketaatan kepada-Mu.”

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita. Jazakumullahu khairan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Karantina Tahfidz Quran Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,