Artikel

Ayat Kursi dan Artinya, Ayat Kursi Latin dan Arab

Ayat Kursi dan Artinya, Ayat Kursi Latin dan Arab. Doa Ayat Kursi beserta artinya memiliki keutamaan bagi yang rutin mengamalkannya. Doa Ayat Kursi sebaiknya dibaca selepas sholat fardhu.

 

 

Ada beberapa nama lain selain ayat kursi, yaitu: A’zhomul ayat, Sayyidatu Ayyil Qur’an, Afdholu ayyil Qur’an, Asyroful Ayyil Qur’an.

 

 

Ayat kursi dan artinya, ayat kursi latin dan arab

 

 

 

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ

 

 

 

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ

 

 

 

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

 

 

Bacaan ayat kursi latin

 

 

Allaahu Laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi.

 

 

Mangdzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih. Ya’lamu maa baina aiydiihim wamaa kholfahum walaa yukhiithuuna bisyayin min ‘ilmihii illaa bimaa syaaa a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho. Walaa yauduhuu hifdhuhumaa wa huwal’aliyyul ‘adhiim.

 

 

Terjemah ayat kursi: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk, dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi Allah melainkan dengan seizin-Nya.

 

 

Allah mengetahui semua apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi.

 

 

Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS. Al Baqarah: 255).

 

 

Tulisan ayat kursi latin

 

 

Surat ayat kursi latin bisa digunakan oleh pemula yang belum bisa membaca Al-Quran. Selain itu, mendengarkan MP3 atau youtube ayat kursi juga bisa dijadikan alternatif sementara sampai bisa membaca Al-Quran secara mandiri.

 

 

Ayat kursi ayat berapa?

 

 

Ayat kursi terdapat pada Al-Baqarah ayat 255 ini memiliki keutamaan yang luar biasa bagi yang membacanya. Simak apa saja keutamaan yang dimiliki Ayat Kursi beserta bacaan lengkap Ayat Kursi dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia.

 

 

Surah ayat kursi mengungkapkan Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Besar. Dikatakan bahwa ‘Kursi’ (singgasana) Allah SWT adalah langit dan bumi. Dia lah yang mengendalikan atas apa yang ada dan yang terjadi di dunia ini.

 

 

Bacaan Ayat Kursi sebelum Tidur agar Terhindar dari Gangguan Setan dan Jin Lengkap dengan Artinya. Bacaan Ayat Kursi Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia serta Keutamaan. Tak Kalah Ampuh dari Ayat Kursi, Berikut Doa Pengusir Setan Menurut Al-Qur’an. Bacaan Ayat Kursi Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia tentang Keesaan Allah.

 

 

Bacaan ayat kursi lengkap tulisan arab, Latin, dan artinya dalam Bahasa Indonesia, Beserta Keutamaan.

 

 

Manfaat ayat kursi akan diperoleh apabila kita membaca Ayat Kursi pada setiap selesai shalat wajib. Oleh sebab itu, jangan lewatkan untuk berdzikir, berdoa, dan tidak melewatkan bacaan Ayat Kursi setelah salam pada shalat.

 

 

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga melainkan kematian.” (HR. An Nasâi).

 

 

Mendapat penjagaan Allah di waktu tidur. Setiap muslim yang membaca Ayat Kursi sebelum terlelap di malam hari, akan mendapatkan jaminan penjagaan dari Allah. Setan tidak mampu menggodanya hingga waktu subuh tiba.

 

 

Sebagaimana dikutip Pustaka Lajnah Kemenag, sebuah hadits datang dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Dia berkata, “Rasulullah menugaskan kepadaku untuk menjaga zakat di bulan Ramadhan. Kemudian seseorang datang kepadaku dan mencuri dari makanan (zakat)”.

 

 

Di akhir hadits, pencuri itu berkata: ”Bila engkau hendak tidur, maka bacalah ‘Ayat Kursi’ karena penjagaan dari Allah akan terus bersamamu dan setan tidak akan mendekatimu sampai Subuh”. Kemudian Nabi berkata: “Dia telah berkata benar kepadamu, walau ia pendusta. Ia adalah setan.” [HR al-Bukhâri].

 

 

Menghafal ayat kursi latin bisa saja dilakukan, namun alangkah lebih baiknya jika belajar membaca Al-Quran sehingga bacaannya benar sesuai kaidah tajwid. Download ayat kursi mp3 bisa dilakukan sebagai alternatif sambil melihat teks ayat kursi tersebut.

 

 

Melindungi muslim sepanjang hari jika dibaca pagi dan petang. Ayat Kursi turut menjadi pelindung bagi setiap muslim yang membaca di pagi dan petang sebagai bagian dari dzikir. Jika dibaca pagi, maka dia dilindungi oleh Allah hingga petang.

 

 

Kalau dibaca sore, maka Allah melindunginya sampai pagi.

 

 

Dasar tuntutannya merujuk pada hadits Ubay bin Ka’ab, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

“Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim).

 

 

Ayat kursi lengkap di atas dapat dibacakan pada kondisi apapun. Atau jika kamu ingin mengikuti sunnah Rasulullah, maka bacaan ayat tadi bisa digunakan sebagai doa.

 

 

Sebelum hendak tidur di malam hari. Fungsinya sendiri ialah agar kita senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT sepanjang malam. Selain itu, bacaan ayat kursi tadi juga sangat dianjurkan untuk umat muslim baca setelah kita selesai menunaikan ibadah sholat. Jadi kapanpun kita ingin memohon perlindungan Allah SWT, kita bisa senantiasa membaca ayat tersebut.

 

 

Keutamaan Ayat Kursi.

 

 

Membaca Ayat Kursi secara istiqomah setelah shalat fardhu menjadi salah satu jalan untuk meraih surga Allah SWT. Ini karena Ayat Kursi memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa.

 

 

  1. Ayat yang Paling Agung.

 

 

Alasan mengapa ayat Kursi begitu istimewa adalah terdapat asma Allah yang paling agung di dalamnya, yaitu al-hayyu dan al-qayyum.

 

 

Rasulullah pernah mengajukan pertanyaan kepada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam Kitabullah, wahai Abu Mundzir?”.

 

 

Ubay menjawab, “Ayat Kursi.”

 

 

Rasulullah kemudian menepuk dada Ubay bin Ka’ab seraya berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang telah engkau miliki.” (HR. Muslim).

 

 

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya Ayat Kursi (karena di dalamnya telah mencakup nama dan sifat Allah).”. Sufyan ats-Tsauri berkata, “Ayat Kursi merupakan (salah satu) kalamullah (perkataan Allah), sementara kalamullah itu lebih agung dari ciptaan Allah SWT yang berupa langit dan bumi.” (HR. Tirmidzi).

 

 

  1. Dijaga dari Setan Sampai Pagi

 

 

Siapa saja yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga oleh Allah SWT dari gangguan setan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (pada malam hari) maka bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah SWT akan senantiasa menjagamu, dan setan tīdak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Bukhari).

 

 

Ayat kursi bahasa Indonesia baik tulisan latin maupun kaligrafi ayat kursi yang ditempelkan di rumah hendaknya bukan semata-mata hiasan saja melainkan harus menjadi amalan rutinitas dzikir harian.

 

 

Penulis teringat awal mula hafal ayat kursi saat disuruh menulis ayat kursi sebanyak 25 kali karena hukuman telat shalat shubuh berjamaah. Hasilnya menjadi hafalan yang kuat. Tips menghafal melalui tulisan ayat kursi arabnya memudahkan dalam hafalan.

 

 

  1. Ketika pagi dan petang

 

 

Mengenai orang yang membaca ayat kursi di pagi dan petang hari, dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

 

إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

 

 

“Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang. Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.” (HR. Al Hakim).

 

 

  1. Sebelum tidur

 

 

Hal ini dapat dilihat dari pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.

 

 

 

دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ )

 

 

 

حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ،

 

 

 

فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ

 

 

 

قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ )

 

 

 

وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ

 

 

 

فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »

 

 

Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.”

 

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’.

 

 

Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta.

 

 

Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari).

 

 

  1. Setelah shalat lima waktu

 

 

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

 

 

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

 

 

“Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai)

 

 

Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

 

 

Intinya, ayat kursi punya keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

 

 

 

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ».

 

 

 

قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ »

 

 

 

. قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ »

 

 

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum.”

 

 

Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, “Semoga engkau mudah memperoleh ilmu, wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim).

 

 

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan, “Hadits ini adalah dalil akan bolehnya mengutamakan sebagian Al-Qur’an dari lainnya dan mengutamakannya dari selain kitab-kitab Allah. Maknanya adalah pahala membacanya begitu besar, itulah makna hadits.”

 

 

Apa sebab ayat kursi lebih agung? Imam Nawawi menyebutkan, para ulama berkata bahwa hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, sifat kehendak. Itulah tujuh nama dan sifat dasar yang disebutkan dalam ayat kursi. (Syarh Shahih Muslim).

 

 

Ingin menghafal Al-Quran 30 juz?…domain hafalquran.com

 

4 Janji Allah untuk Penghafal Al-Qur’an (Dalil Shahih)

Motivasi Menghafal Alquran

Banyak ayat Al-Quran dan Hadits keutamaan menghafal Al Quran, mempelajari, dan mengamalkannya. Supaya pembahasan ini lebih singkat maka hadits tentang menghafal Al Quran berikut ini hanya ditampilkan sebagian hadits Rasulullah SAW mengenai keutamaan Al-Qur’an.

Keutamaan Menghafal Al Qur’an adalah sebaik-baik ucapan

Ayat tentang menghafal Al Quran karena sebaik-baik ucapan adalah Al Quran, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat” (Hadits Riwayat Muslim).

2. Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.

Hadits tentang menghafal al quran menjadi sebaik-baik manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan  mengajarkannya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

3. Hadits keutamaan menghafal Al Qur’an akan memberi syafaat

Hadits keutamaan menghafal alquran yakni hadits tentang al quran menjadi syafaat. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

 

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (Hadits Riwayat Muslim).

4. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat

Hadits keutamaan menghafal alquran atau mahir membaca Al-Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 

 

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُالْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (Hadits Riwayat Muslim)

5. Hadits keutamaan membaca Al Quran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis

Hadits keutamaan membaca Al Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَاطَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis.

Orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim)

6. Membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar

Hadits tentang motivasi menghafal Alquran akan diberikan sesuatu yang terbaik. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada para sahabat:

 

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ

“Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?”

Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al-Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (Hadits Riwayat Muslim)

7. Rahmat dan ketenteraman akan turun ketika berkumpul membaca Al-Quran

Hadits tentang keutamaan membaca dan menghafal Al Quran di tempat berkumpul. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketenteraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (Hadits Riwayat Muslim)

8. Membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan

Hadits menghafal Alquran pahalanya sepuluh kebaikan dari setiap hurufnya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf” (Hadits Riwayat Tirmidzi).

9. Pembaca Al-Qur’an akan ditinggikan derajatnya

Hadits tentang keutamaan membaca dan menghafal Al Quran. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

“Akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.”  (Hasan shahih, Hadits Riwayat Tirmidzi)

10. Dengan Al-Qur’an, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

Dalil menghafal al quran akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al-Qur’an ini dan merendahkan juga karenanya.” (Hadits Riwayat Muslim)

11. Keutamaan Menghafal Al Qur’anlainnyaadalahOrang yang membaca Al-Qur’an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan

Hadits tentang al quran dibaca terang-terangan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ

“Orangyangmembaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yangbersedekah secara sembunyi.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.

12. Hadits Keutamaan Menghafal Al Qur’an Akan Dimuliakan Oleh Ajaran Islam

Keutamaan Menghafal Al Qur’an Penghafal Al-Qur’an lebih berhak diangkat menjadi imam

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hafalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Al-Qur’an). Jika mereka sama dalam hafalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.”
(Hadits Riwayat Muslim)

  • Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal. Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang gugur, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghafal Al-Qur’an.
  • Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat.
    Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghafal Al-Qur’an duduk di majelis musyawarahnya.
  • Berhak diangkat menjadi pimpinan safar.
    Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Hadits Hasan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallampernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Al-Qur’an, maka mereka pun membacakan Al-Qur’an. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hafalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hafal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hafal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hafal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah pemimpinnya.”

Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al-Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ عَلَى مِسْكٍ

“Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan Al-Qur’an bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, di mana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Al-Qur’an ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”

Hadits diatas merupakan keutamaan menghafal al quran walaupun belum mampu mengamalkannya.

13. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al-Qur’an

Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Al-Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (Hadits Riwayat Thabraniy dengan isnad, dan para perawinya tsiqah)

Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

Begitu banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi siapa saja yang mempelajari Al-Qur’an. Semoga ini akan menjadi dasar motivasi yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an ikhlas hanya karena Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Sesungguhnya upah yang paling benar kalian terima adalah Kitabullah”  (Hadits Riwayat Bukhari).

Ibnu Hajar mengatakan bahwa jumhur ulama telah berdalil dengan hadits ini di dalam membolehkan mengambil bayaran dari mengajarkan Al-Qur’an. Program tahfidz quran idealnya gratis, namun untuk hal-hal teknis seperti fasilitas penunjang belajar tentu harus ada donatur yang membiayainya.

Hadits tentang menghafal Al Quran dari Imam ash Shon’ani mengatakan bahwa Jumhur ulama, Malik dan Syafi’i membolehkan mengambil upah dari mengajarkan Al Qur’an baik orang yang belajarnya adalah anak kecil atau orang dewasa seandainya hal itu dapat membantu si pengajar di dalam pengajarannya berdasarkan hadits di atas. Hal ini diperkuat lagi dengan apa yang disebutkan di dalam bab nikah di mana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah memerintahkan seseorang untuk mengajarkan istrinya Al Qur’an sebagai mahar baginya.

Demikian berbagai dalil dan hadits mengenai keutamaan menghafal Al-Qur’an. Meskipun terdapat lebih dari 13 dalil yang menjelaskannya, setidaknya kita harus mengingat kuat minimal 4 janji Allah bagi penghafal Al-Quran sebagai motivasi. Semoga bermanfaat. 

Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Ingin mulai menghafal dengan bimbingan? Executive Tahfizh QLC menyelenggarakan program karantina tahfizh untuk dewasa di Jogja, mulai 1 pekan hingga 1 tahun. Belum yakin program mana yang cocok? Coba kuis penempatan gratis.

🎯 Menjemput Janji Allah bagi Ahlul Qur’an

Janji Allah bagi para penghafal Al-Qur’an layak dijemput dengan ikhtiar. Executive Tahfizh QLC Yogyakarta mendampingi dengan rasio 10 santri : 1 muhaffizh, sehingga setoran harian lebih terpantau.

📖 Lihat Pendampingan dan Biaya Program →

Atau sapa kami di WhatsApp 0812-2400-3100

Ringkasan Surah Al-Baqarah: Tema, Ayat & Pelajaran Penting

Ringkasan Isi Kandungan Surah Al-Baqarah

Pada saat menjadi imam salat wajib hendaknya imam membaca Al-Quran ayat pendek-pendek maka lebih diutamakan membaca satu surah secara utuh. Adapun jika satu surah terlalu panjang maka bisa membaca ayat Al-Quran sesuai dengan batas-batas tema atau maqra.

Berikut ini ringkasan isi kandungan Surah Al-Baqarah agar dapat dipraktikkan entah dalam batas hafalan maupun saat dibaca pada waktu salat.

Beberapa ahli tafsir menjelaskan tentang pokok surah Al-Baqarah dalam buku karya Muhammad, Mushthafa Muslim (2010). At-Tafsir al-Maudhu’i Lisuwar al-Qur`an al-Karim. Jilid 1. Sharjah: University of Sharjah.

Abu Ja’far bin az-Zubair al-Gharnathi; dia berpendapat bahwa surah ini dengan segala rahasianya adalah “Penjelasan tentang al-shirath al-mustaqim (jalan yang lurus) dengan sempurna, tidak tertinggal sedikit pun, dan penjelasan mulianya orang yang mengambil (pelajaran) darinya dan buruknya orang yang menjauhkan diri darinya.”

Burhanuddin al-Biqa’i: “Sumber hukum yang tegas bahwa Al-Kitab (Alquran) adalah petunjuk agar diikuti semua perkataan di dalamnya, petunjuk teragung mengenai iman kepada hal gaib, dan kumpulan (petunjuk tentang) iman kepada hari akhir. Isinya seputar iman kepada kebangkitan yang diterangkan melalui kisah sapi betina, yang juga masih seputar iman kepada hal gaib.”

Ath-Thahir bin Asyur: “Tujuan terbesar surah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu (1) tujuan untuk menetapkan martabat agama ini (Islam) di atas agama terdahulu dan kemuliaan petunjuk dan norma-norma penyucian jiwa di dalamnya serta (2) tujuan untuk menjelaskan hukum-hukum agama ini dan maslahatnya kepada para pengikutnya.”

A. Tiga Golongan Manusia dalam menghadapi Al-Qur’an (1-20)

1. Golongan Mukmin (1-5)
2. Golongan Kafir (6-7)
3. Golongan Munafik (8-20)

B. Keesaan dan kekuasaan Allah SWT. (21-39)

1. Perintah menyembah Allah SWT Yang Maha Esa (21-22)
2. Tantangan Allah SWT kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur’an (23-24)
3. Ganjaran bagi orang-orang yang beriman (25)
4. Perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur’an dan hikmah-hikmahnya (26-27)
5. Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29)
6. Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi (30-39)

C. Peringatan Allah SWT kepada Bani Israil (40-141)

1. Beberapa perintah dan larangan Allah SWT Israil]] (40-48)
2. Perincian nikmat Allah SWT kepada Bani Israil (49-60)
3. Pembalasan terhadap sikap dan perbuatan Bani Israil (61)
4. Pahala orang yang beriman (62)
5. Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Allah SWT. (63-66)
6. Kisah penyembelihan Sapi Betina (67-74)
7. Keimanan Orang Yahudi sukar diharapkan (75-82)
8. Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah SWT. (83-86)
9. Sikap Orang Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. (87-91)
10. Penyembelihan anak sapi yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka kepada benda (92-96)
11. Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT yang mengutusnya (97-101)
12. Tuduhan Orang Yahudi terhadap Nabi Sulaiman AS. (102-103)
13. Ketidaksopanan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya (104-105)
14. Menasakhkan suatu ayat adalah urusan Allah SWT. (106-113)
15. Tindakan-tindakan menghalangi ibadah (114-118)
16. Larangan mengikuti Yahudi dan Nasrani (119-123)
17. Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129)
18. Agama Nabi Ibrahim AS. (130-141)

D. Kakbah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214)

1. Sekitar pemindahan Kakbah (142-152)
2. Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran (153-157)
3. Manasik Haji (158)
4. Laknat terhadap orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT dan orang-orang kafir (159-162)
5. Allah SWT Yang Berkuasa dan Yang Menentukan (163-171)
6. Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176)
7. Pokok-pokok kebajikan (177)
8. Kisas dan hikmahnya (178-179)
9. Wasiat (180-182)
10. Puasa (183-188)
11. Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195)
12. Haji (196-203)
13. Perbuatan orang-orang munafik (204-210)
14. Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para pengikutnya (211-214)

E. Beberapa Hukum Syariat (215-252)

1. Orang-orang yang diberi nafkah (215)
2. Hukum perang dalam Islam (216-218)
3. Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan anak yatim (219-220)
4. Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237)
5. Kewajiban mengerjakan salat meskipun dalam keadaan takut (238-239)
6. Wasiat untuk Istri dan Mutah (240-242)
7. Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah SWT. (243-252)

F. Tentang rasul-rasul dan kekuasaan Allah SWT. (253-260)

1. Keistimewaan dan perbedaan derajat rasul-rasul (253)
2. Anjuran membelanjakan harta (254)
3. Ayat Kursi (255)
4. Tidak ada paksaan memasuki agama Islam (256-257)
5. Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati (258-260)

G. Cara-cara menggunakan harta dan hukum-hukumnya (261-286)

1. Menafkahkan harta di jalan Allah SWT. (261-274)
2. Hukum Riba (275-281)
3. Kesaksian dalam Muamalah (282-283)
4. Pujian Allah SWT terhadap para mukmin dan doa mereka (284-286)

Semoga dengan membaca Al-Quran sesuai dengan batas tema-tema tersebut kita dapat mempelajari ayat-ayat Al-Quran disertai tadabbur terjemah. Cara yang paling sederhana yaitu membaca Al-Quran sambil melihat terjemah per-kata dan terjemah tafsiriyah. Adapun bila ingin lebih paham secara mendalam maka bisa melanjutkan dengan mempelajari ilmu Nahwu Sharaf.

Ringkasan isi kandungan Surah Al-Baqarah ini dapat membantu para pembaca untuk memahami secara global terlebih dahulu sebelum nantinya memahami secara mendetail.

Secara sederhana pemahaman Metode Yadain dapat dilakukan dengan menggunakan Al-Quran Yadain yaitu membedakan kiri (bathil) atau kanan (haq).

Muhammad, Mushthafa Muslim (2010). At-Tafsir al-Maudhu’i Lisuwar al-Qur`an al-Karim. Jilid 1. Sharjah: University of Sharjah.

QuranBest Indonesia, Aplikasi Al-Quran Terbaik

QuranBest Indonesia, Aplikasi Al-Quran Terbaik

QuranBest Indonesia merupakan aplikasi Al-Quran dengan beragam Inovasi Terbaru, salah satunya adalah aplikasi ini dilengkapi deteksi jumlah lembar tilawah Al-Quran & target harian untuk memantau ibadah baik sendirian maupun berkelompok (Group komunitas pengajian), Quran Best juga telah mendapatkan Sertifikat Tashih Resmi dari Kementerian Agama RI pada tahun 2019.

Fitur Paling Lengkap !!!

QuranBest Indonesia adalah  Aplikasi Al-Quran digital  terbaik Al-Quran yang  dilengkapi beragam tampilan mushaf standar Indonesia & Madinah, per halaman, per ayat maupun per kata, dilengkapi tajwid berwarna standar Indonesia, terjemahan Bahasa Indonesia, transliterasi latin, dan audio murottal full 30 juz. Dapat dibaca offline layaknya membaca Al-Quran versi cetak.

QuranBest Indonesia Aplikasi Al-Quran terbaik, Download Sekarang !!!

Deskripsi detail:
  • Design Al-Qur’an menarik & intuitif dengan ornamen khas islami
  •  Aplikasi Al-Quran Tanpa Iklan
  •  Tampilan antarmuka yang mudah digunakan
  •  Baca Alquran mode layar landscape untuk huruf lebih besar atau portrait
  •  Tersedia mode terang maupun gelap
  •  Ragam tampilan mushaf Al Quran versi Indonesia tajwid atau non-tajwid
  •  Ragam tampilan mushaf Al Quran  versi Madinah tajwid atau non-tajwid
  •  Terdapat pembeda halaman kanan & kiri Al Quran ( Alquran )
  •  Menggunakan Rasm Usmani pada setiap tampilan Al Quran
  •  Al-Quran per kata tajwid (tajwid) maupun non-tajwid (non-tajweed) yang memudahkan pengguna mengerti makna setiap kata di Al Quran
  •  Al-Quran per ayat versi Indonesia (desain penulisan rapi & terjemahan Bahasa Indonesia)
  •  Menandai halaman bacaan dengan pembatas cantik & mudah digunakan
  •  Otomatis menandai halaman bacaan terakhir
  •  Terjemahan Al Quran Bahasa Indonesia sesuai Kementerian Agama RI
  •  Tulisan latin (transliterasi)
  •  Pencarian ayat Al Quran berdasar kata kunci dari terjemahan
  •  Daftar surah Al Quran terurut sesuai index dan per juz, termasuk Surat Yasin, Surat Al Kahfi, Al Waqiah, Ar Rahman, dll
  •  Jalan pintas untuk menampilkan ayat Al-Quran tertentu secara cepat, termasuk Surat Al Kahfi, Surat Al Waqiah, Surat Yasin, Surat Ar Rahman
  •  Audio mp3 murottal 30 juz dari qori pilihan, diantaranya: Syaikh Mishary Rashid, Syaikh Abdul Rahman Al-Sudais, Syaikh Saad Al-Ghamdi, Syaikh Mahmud Khalil Al-Husary
  •  Pengontrol audio murottal Alquran (play, pause, informasi ayat yang sedang dibaca)
  •  Menjalankan audio murottal dari ayat ke ayat, dapat diulang 2-3 kali untuk mengingat hafalan (murojaah)
  •  Bookmark ayat-ayat pilihan
Fitur Pendukung Ibadah:
  • Jadwal salat 5 waktu (sesuai lokasi pengguna)
  • Jadwal salat menggunakan perhitungan waktu mundur
  • Jadwal salat dilengkapi notifikasi adzan dari muadzin pilihan
  • Penunjuk Qiblat
  • Kalender hijriah

Semua konten Alquran (Surat Yasin, Surat Ar Rahman, Surat Al Kahfi, Surat Al Waqiah, dan Surat lainnya) di aplikasi ini dikembangkan sesuai versi cetak & telah mendapat sertifikat Tashih Resmi dari Kementerian Agama RI.

Download Sekarang!!! QuranBest Indonesia, Aplikasi Al-Quran Terbaik versi orang Indonesia

Available on Android  | AppStore  (Klik untuk download)

Karantina Tahfizh Atasi Mental Block Calon Penghafal Qur’an

Solusi untuk Mengatasi Mental Block Calon Penghafal Qur’an

Sejak tahun 2013, ketika lomba tahfizh Al-Qur’an mulai ramai ditayangkan di berbagai saluran televisi, minat masyarakat muslim Indonesia terhadap program menghafal Qur’an semakin meningkat. Namun, banyak calon penghafal Qur’an yang masih merasa ragu atau bahkan mengalami mental block, yaitu hambatan mental yang menghalangi mereka untuk memulai proses menghafal Al-Qur’an.

Di sinilah peran Qur’an Learning Center (QLC) Yogyakarta menjadi sangat penting. QLC hadir sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya menyediakan program-program unggulan seperti Executive Tahfizh, Tahsin Tilawah, dan Terjemah Al-Qur’an, tetapi juga membantu mengatasi pola pikir negatif yang sering kali menjadi penghalang utama seseorang dalam menghafal Qur’an.

Mental Block yang Menghambat Proses Menghafal Al-Qur’an

Banyak orang yang memiliki keinginan kuat untuk menghafal Al-Qur’an, namun terhenti oleh berbagai alasan yang sebenarnya bersumber dari pola pikir yang kurang tepat. Berikut adalah beberapa contoh pola pikir yang sering menjadi penghalang:

  1. Beranggapan bahwa menghafal hanya untuk anak-anak: Banyak orang dewasa merasa sudah terlambat untuk memulai.
  2. Menganggap diri sudah tua sehingga sulit menghafal: Usia sering kali dijadikan alasan untuk menunda niat baik ini.
  3. Menyalahkan orang tua karena tidak mengarahkan belajar Al-Qur’an sejak kecil.
  4. Kurangnya akses ke guru dan tempat belajar: Beberapa orang merasa tidak ada wadah yang tepat untuk belajar.
  5. Belum menemukan metode yang cocok: Banyak calon hafizh yang merasa belum menemukan cara yang pas untuk menghafal.
  6. Program menghafal dianggap membutuhkan waktu lama: Kurangnya program singkat membuat banyak orang enggan mencoba.
  7. Takut dosa besar jika lupa hafalan: Pemahaman keliru tentang hadis terkait lupa hafalan membuat sebagian orang takut memulai.
  8. Keyakinan bahwa ayat Al-Qur’an sulit dihafal dan cepat lupa.
  9. Kesibukan sehari-hari tanpa prioritas untuk Al-Qur’an.

Alasan-alasan tersebut sering kali menjadikan seseorang tidak mau mengambil tindakan untuk menghafal Al-Qur’an, atau meskipun mencoba, mereka tetap merasakan kesulitan karena dipengaruhi oleh pola pikir yang salah.

Upaya Mengatasi Mental Block di QLC Yogyakarta

Sebelum memulai proses menghafal, penting untuk mengatasi kesalahan pola pikir calon hafizh Al-Qur’an. Di QLC Yogyakarta, langkah pertama adalah memberikan pemahaman bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Al-Qamar ayat 17:

“Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah menjamin kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh. Tidak peduli usia, profesi, atau latar belakang, semua orang dapat menghafal Al-Qur’an dengan izin-Nya.

QLC Yogyakarta menggunakan metode pembelajaran modern seperti Yadain Litahfizhil Quran, yang memanfaatkan visualisasi untuk mempermudah proses menghafal. Metode ini dirancang agar peserta dapat lebih cepat dan efektif menghafal dibandingkan metode tradisional.

Jaminan Kemudahan dari Allah

Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia telah memudahkan Al-Qur’an untuk dihafal dan dipelajari. Jaminan ini disampaikan berulang kali dalam Surah Al-Qamar, yaitu pada ayat 17, 22, 32, dan 40. Logika orang beriman adalah bahwa jika Allah telah menjamin kemudahan, maka seharusnya tidak ada yang merasa kesulitan untuk menghafal Al-Qur’an.

Namun, kunci utama dalam menghafal Al-Qur’an adalah kemauan. Tanpa kemauan yang kuat, janji kemudahan dari Allah tidak akan dapat dirasakan.

Program Karantina Tahfizh di QLC Yogyakarta

QLC Yogyakarta menyelenggarakan program karantina tahfizh yang terstruktur dan intensif. Program ini dirancang untuk membantu peserta mencapai target hafalan dalam waktu singkat. Berikut adalah beberapa program unggulan yang sudah dimodifikasi sesuai dengan level belajar:

1. Program Executive Tahsin Tilawah Al-Qur’an (28 hari)

  • Fokus: Memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.

2. Program Executive Terjemah Al-Qur’an (28 hari)

  • Fokus: Memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.

3. Program Executive Tahfizh Ziyadah 30 Juz (28 hari)

  • Target: Menambah hafalan 30 juz dalam waktu 28 hari.
  • Cocok untuk peserta yang ingin fokus pada penambahan hafalan secara cepat.

4. Program Executive Tasmi’ Mutqin 30 Juz (28 hari)

  • Target: Menguji dan memperkuat hafalan 30 juz.
  • Peserta diajak untuk melakukan tasmi’ (pengujian hafalan) secara bertahap.

5. Program Executive Tahfizh Online (1 bulan 1 Juz)

Program fleksibel untuk peserta yang tidak dapat mengikuti program offline.

Selain itu, QLC Yogyakarta juga menyediakan program custom sesuai kebutuhan peserta, minimal 30 orang.

Keunggulan Program Karantina Tahfizh di QLC Yogyakarta

Dibandingkan dengan metode konvensional yang memerlukan waktu bertahun-tahun, program karantina tahfizh di QLC Yogyakarta menawarkan solusi akselerasi yang efektif:

  • Target waktu singkat: Hanya 28 hari untuk mencapai hafalan 30 juz ziyadah dan 3 angkatan untuk mutqin.
  • Metode modern: Menggunakan teknologi dan visualisasi untuk mempermudah proses menghafal.
  • Fasilitas lengkap: Penginapan ber-AC, konsumsi sehat, bimbingan intensif, laundry, rihlah, hingga wisuda.
  • Sanad hafalan: Peserta dapat menyimakkan hafalannya kepada muhaffizh/muhaffizhah yang memiliki sanad.

Pro dan Kontra Program Akselerasi

Meskipun program akselerasi tahfizh di QLC Yogyakarta mendapat sambutan positif dari masyarakat, ada juga yang merasa skeptis terhadap metode ini. Biasanya, program tahfizh di Sekolah Islam Terpadu (SIT) membutuhkan waktu tiga tahun untuk mencapai rata-rata 3-5 juz hafalan mutqin. Di pondok pesantren tahfizh, waktu yang diperlukan bisa mencapai 1-4 tahun untuk hafalan 30 juz mutqin.

Namun, QLC Yogyakarta membuktikan bahwa dengan metode yang tepat, dukungan lingkungan belajar yang kondusif, serta motivasi yang kuat, target hafalan dapat dicapai dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Penutup

Program karantina tahfizh di Qur’an Learning Center Yogyakarta adalah solusi bagi mereka yang ingin menghafal Al-Qur’an namun terhambat oleh mental block. Dengan metode modern, fasilitas lengkap, dan lingkungan Islami, QLC Yogyakarta siap membantu masyarakat membangun kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.

Ingatlah, menghafal Al-Qur’an itu mudah, asalkan ada kemauan dan keyakinan. Mari bergabung dengan QLC Yogyakarta dan wujudkan impian menjadi hafizh/hafizhah Al-Qur’an!

Yadi Iryadi, S.Pd.,
Kepala Quran Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Quran
Trainer, Coach, dan Terapis Kesehatan Mental

Cara Daftar Program Executive Tahfizh

12 Kaedah Mudah Menghafal Al-Qur’an untuk Pemula dan Profesional

Kita semua yang memahami keutamaan menghafal Al-Qur’an menyimpan satu impian besar: diri dan keluarga kita menjadi Ahli Al-Qur’an. Bayangkan, seberapa indahnya jika setiap langkah hidup kita dihiasi oleh lantunan ayat-ayat suci, menjadi petunjuk dan cahaya. Allah SWT telah menyatakan kemudahan Al-Qur’an untuk dipelajari, seperti firman-Nya:

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)

Namun, kenyataannya, banyak di antara kita yang masih kesulitan. Mungkin kita pernah merasakan betapa susahnya menghafal satu ayat saja, butuh waktu lama, dan setelah hafal pun, cepat sekali lupa. Frustrasi melanda, semangat kendor, dan putus asa pun datang.

Apakah Anda termasuk salah satu yang mengalaminya? Jika iya, jangan putus asa; mari kita berikhtiar maksimal. Artikel ini merangkum kaidah-kaidah praktis yang dipakai dalam program karantina tahfizh Executive Tahfizh, yang telah diikuti oleh 923+ alumni QLC Yogyakarta. Atas izin Allah SWT, kaidah ini membantu proses hafalan menjadi lebih terarah; hasilnya adalah karunia Allah dan capaian tiap peserta berbeda.

Siapkah Anda memulai ikhtiar menghafal Al-Qur’an dengan lebih tenang? Mari kita simak 12 kaidah penting berikut agar proses hafalan kita lebih terarah, lancar, dan terjaga.

Kaidah 1: Niat Ikhlas Hanya Karena Allah SWT

Pernahkah kita merasa terbebani dengan target hafalan? Padahal, orang yang mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah, tidak akan memikirkan berapa juz yang harus ia hafal. Target utama kita bukanlah kuantitas hafalan, melainkan berapa banyak pahala yang bisa kita raih dari setiap pengulangan dan penambahan bacaan. Niatkan semata-mata untuk meraih Ridha Allah SWT.

Apabila niat kita tidak ikhlas, proses menghafal Al-Qur’an hanya akan terasa berat. Ciri-ciri niat yang kurang ikhlas biasanya mudah putus asa, kecewa, marah, jengkel, kesal, geram, atau bahkan mencari-cari kesalahan orang lain dan menyalahkan keadaan. Jika perasaan ini muncul, wajar saja jika hafalan terasa sulit. Nikmatilah setiap proses menghafal Al-Qur’an sebagai sarana berzikir dan beribadah kepada Allah, dengan niat yang murni.

Kaidah 2: Menjadikan Semua Waktu Terbaik untuk Menghafal

Waktu terus berjalan, dan tanpa disadari, satu halaman pun belum kita dapatkan. Karena itu, jangan menunda! Mulailah menghafal Al-Qur’an sekarang juga, dengan niat menghafal 30 juz untuk seumur hidup. Kita tidak pernah tahu kapan waktu kita di dunia ini akan berakhir, jadi persiapkanlah sebaik mungkin selagi masih ada kesempatan.

Kita tak perlu menunggu momen jadwal karantina tahfizh yang spesifik untuk memulai. Mulailah saat ini juga, mungkin dengan bimbingan dari orang-orang terdekat yang juga menghafal Al-Qur’an. Sedikit demi sedikit dari sekarang, lebih baik daripada menunda.

Kaidah 3: Menggunakan Al-Qur’an Yadain Standar Karantina Executive Tahfizh

Dalam menghafal Al-Qur’an, konsistensi penggunaan mushaf sangat krusial. Al-Qur’an cetakan terbaik yang direkomendasikan adalah Al-Qur’an Madinah ukuran kecil karena kejelasan khatnya. Namun, untuk memulai akselerasi hafalan di program karantina Executive Tahfizh, kita menggunakan Al-Qur’an Yadain berukuran besar (A4).

Konsepnya sederhana: menghafal Al-Qur’an adalah memindahkan Al-Qur’an fisik ke dalam “Al-Qur’an Virtual” di pikiran kita. Bentuk Al-Qur’an Virtual ini akan sama persis dengan mushaf fisik yang kita gunakan. Oleh karena itu, dilarang keras bergonta-ganti mushaf untuk hafalan Al-Qur’an. Hal ini dapat berpengaruh pada kelancaran dan kekuatan hafalan kita.

Sebenarnya, kita boleh berganti mushaf dari ukuran besar ke ukuran sedang atau saku setelah hafal, asalkan tata letak baris pada Al-Qur’an harus sama persis. Ini penting agar kita tidak bingung saat mengingat posisi setiap ayat.

Kaidah 4: Baca Berulang Tulisan Virtual di dalam Pikiran Melalui Pengucapan

Banyak dari kita yang menghafal hanya dengan pengulangan bacaan, tanpa terlebih dahulu memasukkan tulisan ke dalam Al-Qur’an Virtual di pikiran. Padahal, pengulangan yang paling efektif adalah pengulangan bacaan dari tulisan yang sudah ada di dalam pikiran kita.

Sistem memotret kemudian memproyeksikan gambar tulisan di dalam pikiran adalah teknik menghafal Al-Qur’an paling utama dalam Metode Yadain Litahfizhil Qur’an standar karantina hafalan Executive Tahfizh. Inilah kebiasaan para penghafal: kesungguhan mereka mengulang-ulang ayat yang dihafal. Semakin sering hafalan dibaca berulang—satu ayat, dua ayat, dan seterusnya—maka akan semakin lancar dan kuat hafalan kita.

Kaidah 5: Menyimak atau Disimak Hafalan Melalui Orang yang Fasih

Di program karantina Executive Tahfizh, rasio bimbingan sangat ideal: 1 muhaffizh/ah berbanding 10 peserta. Setiap peserta dibimbing secara intensif, dan hafalan mereka disimak langsung oleh muhaffizh/ah.

Hafalan yang sudah disimak oleh muhaffizh/ah akan melekat lebih kuat dibandingkan dengan menghafal sendiri. Al-Qur’an itu berbeda dari ilmu lainnya. Di dalamnya terkandung ilmu tajwid yang hanya mampu dibaca dengan benar oleh orang yang mahir membacanya. Oleh karena itu, di luar karantina tahfizh pun, kehadiran ustadz, kyai, imam masjid, maupun anggota keluarga yang bacaan Al-Qur’annya fasih sangat diperlukan untuk mengoreksi bacaan hafalan kita.

Jadwal belajar terbaik adalah minimal 1 halaman disimak dengan lancar. Kelancaran hafalan ini akan memicu semangat kita untuk hafalan berikutnya. Apabila hafalan kita belum lancar, cukup perbanyak membaca sambil tadabbur terjemahnya. Jangan mudah putus asa! Terus berikhtiar sampai lancar dan mohonlah kemudahan kepada Allah. Hafalan yang sudah disimak lancar di hadapan guru, bila dibaca berulang secara mandiri, akan terasa lebih ringan saat dilisankan.

Kaidah 6: Menjadikan Seluruh Waktu Produktif untuk Menghafal Al-Qur’an, Kecuali Jam Istirahat

Jadikan setiap waktu sebagai waktu terbaik untuk menghafal Al-Qur’an, tentu saja tanpa mengganggu waktu istirahat yang penting. Biasanya, waktu terbaik menghafal yaitu sebelum dan setelah fajar. Pada waktu ini, kita umumnya masih segar dan suasana tenang, sehingga hafalan lebih mudah diterima.

Kita juga bisa menjadikan waktu Dhuha sebagai waktu yang nyaman untuk menghafal. Ada pula yang lebih suka menghafal setelah Zuhur, setelah Asar, atau bahkan setelah Isya. Karena setiap orang memiliki pola belajar yang berbeda, pengalaman peserta dan alumni Executive Tahfizh menunjukkan bahwa semua waktu itu dapat nyaman untuk menghafal Al-Qur’an, asalkan kita berada dalam kondisi prima. Namun, waktu istirahat (misalnya jam 21:00 sampai 03:00 WIB) tetap harus diutamakan untuk istirahat total.

Kaidah 7: Konsisten dengan Pola Menghafal Al-Qur’an di Karantina Tahfizh

Berbeda metode, berbeda pula pola menghafal Al-Qur’an. Di Executive Tahfizh, kita mengadopsi pola menghafal per halaman yang dikhatamkan 30 juz terlebih dahulu, disertai tadabbur terjemah. Pola ini berbeda dari metode tradisional yang menghafal sedikit demi sedikit (misalnya 1 halaman per hari).

Di Executive Tahfizh, setelah khatam 30 juz, barulah kita memperbanyak muraja‘ah (pengulangan) 5-15 menit per halaman pasca-karantina tahfizh. Contoh jadwal muraja‘ah yang efektif: 5 halaman di hari Senin, 5 halaman di hari Selasa, 5 halaman di hari Rabu, 5 halaman di hari Kamis. Maka, dari Senin sampai Kamis, kita sudah memuraja‘ah 1 juz penuh, yang kemudian dilancarkan kembali di hari Jumat dan Sabtu dengan disimak. Pada hari Ahad, seluruh juz dibaca, baik dengan melihat mushaf maupun tanpa melihat mushaf.

Bahkan di luar karantina tahfizh pun, kita boleh menambah hafalan dan menyetorkan hafalan setiap hari dalam jumlah banyak (misal seperempat juz atau 5 halaman), asalkan disertai waktu muraja‘ah yang lebih banyak pula. Akan tetapi, jika di luar karantina tahfizh, lebih baik 1 hari 1 halaman dan 1 bulan mutqin 1 juz. Ini adalah cara untuk tetap menjaga kekokohan hafalan kita.

Kaidah 8: Mengutamakan Durasi Menghafal Al-Qur’an

Setiap hari, kita harus komitmen dengan durasi belajar. Apabila kita mengikuti program karantina tahfizh dan menghafal 10-12 jam per hari, maka komitmenlah dengan jam belajar tersebut. Perolehan hafalan memang variatif berdasarkan level belajar masing-masing, namun durasi konsisten akan memberikan hasil.

Jika kita menghafal di luar karantina tahfizh, berkomitmenlah dengan durasi 2 jam per hari. Lakukan itu untuk mendapatkan berapa halaman pun yang penting durasinya terpenuhi. Fokus pada proses dan konsistensi durasi, bukan hanya pada hasil instan.

Kaidah 9: Menggunakan Standar Metode di Karantina Tahfizh

Ada banyak metode menghafal Al-Qur’an di luar sana. Carilah metode yang menghasilkan hafalan Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta durasi yang efektif. Peserta yang memakai standar Metode Yadain Litahfizhil Qur’an terbantu mengulang hafalan dengan lebih terarah.

Kuncinya adalah: saat ayat dibaca, kita mampu membayangkan tulisannya. Dan saat ayat dibaca untuk kedua kalinya, kita membayangkan tadabbur terjemahannya dengan membedakan: siapa pelakunya? Di mana tempatnya? Dan bagaimana sifatnya? Ini adalah teknik visualisasi dan pemahaman yang sangat kuat.

Kaidah 10: Mengulangi Hafalan Setiap Waktu Shalat

Jadikan pengulangan hafalan sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah harian kita. Lakukan pengulangan hafalan sebelum shalat sebagai persiapan agar ketika shalat tahajud, dhuha, maupun shalat wajib, hafalan kita dapat dibaca.

Membaca di luar shalat dan ketika shalat memiliki suasana yang berbeda. Terlebih ketika hafalan dibaca saat kita menjadi imam shalat. Tentu saja hafalannya harus dilancarkan semaksimal mungkin. Efek positifnya, atas izin Allah hafalan menjadi lebih lancar dan kuat karena diulang dalam kondisi khusyu’ .

Kaidah 11: Mengatur Pola Makan, Tidur dan Berbicara

Kesehatan fisik dan mental sangat mempengaruhi kualitas hafalan. Menghafal Al-Qur’an dalam keadaan perut kosong terasa lebih baik dibandingkan saat perut kekenyangan. Oleh karena itu, ketika berpuasa, menghafal Al-Qur’an secara ruhiyah bisa menjadi lebih khusyu’.

Jika tidak berpuasa, hendaknya makan secukupnya saja dan nilai gizi harus diperhatikan. Hindari terlalu kenyang, juga jangan terlalu lapar. Siapkan minuman yang cukup, karena dengan banyaknya minum justru membuat peredaran darah lebih lancar.

Istirahat harus cukup, yaitu 6 jam di malam hari dan 1 jam di siang hari (sesuai jadwal di karantina, biasanya pukul 11:00-12:00 WIB). Selain itu, hindari tidur di pagi hari, waktu dhuha, sore hari, dan waktu maghrib, karena itu adalah waktu-waktu produktif untuk belajar. Perbaiki pola makan, tidur, dan sedikitkan mengobrol yang tidak perlu. Berbicara terlalu banyak dapat mencuri waktu dan menyita durasi hafalan kita.

Kaidah 12: Urutan Proses Menghafal Al-Qur’an dan Pentingnya Guru

Proses menghafal Al-Qur’an yang ideal diawali dengan:

  1. Belajar membaca Al-Qur’an dengan benar (tahsin).
  2. Memahami terjemah dan tadabburnya.
  3. Mempraktikkan isi kandungan Al-Qur’an, yaitu dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
  4. Baru kemudian menghafal Al-Qur’an.
  5. Dan terakhir, mendakwahkan Al-Qur’an.

Tentu saja, semua proses ini harus ada gurunya agar kita mendapatkan pengarahan mengenai hal yang harus dilakukan dan hal yang harus dihindari dari ajaran agama Islam. Hindari belajar otodidak tanpa guru. Kita boleh saja belajar secara otodidak, namun harus dipresentasikan di hadapan guru yang kompeten di bidangnya untuk memastikan kebenaran dan kualitas hafalan serta pemahaman kita.

Mari Berikhtiar Meraih Impian Hafizh bersama Executive Tahfizh

Tidak ada yang dapat mengubah takdir kecuali doa. Maka, teruslah berdoa semoga kita ditakdirkan untuk menjadi penghafal Al-Qur’an sejati.

Agar kaidah-kaidah ini dapat kita praktikkan secara terarah, alangkah lebih baiknya jika diawali dengan menjadi salah satu peserta program karantina tahfizh di Executive Tahfizh Quran Learning Center Yogyakarta. Di sini, kita akan dibimbing secara intensif untuk menguasai 12 kaidah ini dan berikhtiar meraih impian menghafal Al-Qur’an; target program 15–30 juz dan capaian tiap peserta berbeda.


Informasi dan pendaftaran program Executive Tahfizh dibuka setiap jam kerja:Senin – Jumat, pukul 08:00 – 17:00 WIB.

Hubungi kami sekarang untuk konsultasi dan pendaftaran:WhatsApp: +6281224003100

Kunjungi website resmi kami untuk detail program lengkap:www.executivetahfizh.com

Mari, bersama Executive Tahfizh, kita raih mahkota hafizh Al-Qur’an dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam setiap langkah hidup kita!