Kita sedang hidup di sebuah era yang sering digambarkan oleh para ulama sebagai zaman yang penuh dengan kabut fitnah. Informasi yang simpang siur, nilai-nilai moral yang terbolak-balik, hingga godaan dunia yang begitu menyilaukan mata. Seringkali kita merasa bingung menentukan mana yang benar dan mana yang batil, seolah-olah kita sedang berjalan di tengah hutan gelap tanpa penerangan. Kita semua membutuhkan sebuah kompas yang tidak pernah salah arah, sebuah cahaya al quran yang mampu menembus kegelapan fitnah akhir zaman dan menjaga hati kita agar tetap tenang di atas jalan yang lurus.
Menghafal Al-Quran bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan sebuah upaya membangun benteng pertahanan di dalam jiwa. Al-Quran adalah Al-Furqan, sang pembeda. Ketika ayat-ayat Allah sudah menetap di dalam dada, ia akan menjadi sensor otomatis yang memperingatkan kita saat ada pemikiran atau perilaku yang menyimpang dari syariat. Kita tidak akan mudah terombang-ambing oleh opini publik atau tren sesaat, karena kita memiliki standar kebenaran abadi yang selalu kita bawa ke mana pun kita pergi. Inilah bentuk perlindungan al quran yang sesungguhnya bagi seorang mukmin.
Di Executive Tahfizh, kita diajak untuk menghafal dengan kesadaran penuh akan konteks zaman ini. Melalui metode yadain, kita memvisualisasikan makna-makna Al-Quran sehingga ia menjadi hidup dalam keseharian kita. Al-Quran tidak hanya berhenti di lisan, tapi bertransformasi menjadi cara berpikir (mindset) dan cara bersikap. Di tengah kekacauan dunia, para penghafal Al-Quran adalah orang-orang yang paling stabil jiwanya, karena mereka menggantungkan harapan pada Zat yang tidak pernah berubah, Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (QS. Al-Isra: 9)
Menjadikan Hafalan Sebagai Tabungan Keamanan Spiritual
Mari kita bayangkan, saat ujian besar melanda dan akses terhadap sumber belajar terbatas, apa yang tersisa di dalam diri kita? Jika kita memiliki hafalan Al-Quran yang mutqin, kita memiliki sumber kekuatan yang tidak bisa dirampas oleh siapa pun. Setiap ayat adalah obat, setiap surat adalah perlindungan. Mempelajari dan menghafal Al-Quran adalah investasi keamanan paling cerdas di masa sekarang. Kita sedang menyiapkan diri dan keluarga kita agar tidak tenggelam dalam arus fitnah yang semakin deras. Al-Quran akan menjadi syafaat yang membimbing kita melewati jembatan shirath yang sangat menegangkan.
Kita perlu mempercepat langkah kita dalam berinteraksi dengan wahyu. Jangan biarkan waktu kita habis hanya untuk mengonsumsi konten-konten yang justru menambah kekeruhan hati. Mari kita ganti konsumsi informasi kita dengan tilawah dan tahfizh yang berkualitas. Jadikan Al-Quran sebagai prioritas utama dalam jadwal harian kita. Dengan cahaya-Nya, kita akan melihat dunia dengan kacamata iman, sehingga setiap masalah menjadi kecil dan setiap harapan menjadi nyata. Semoga Allah menjaga kita semua dalam dekapan cahaya-Nya yang tak pernah padam.
Ya Allah, selamatkanlah kami dari fitnah akhir zaman, hiasilah hati kami dengan cahaya Al-Quran, dan wafatkanlah kami dalam keadaan memegang teguh tali agama-Mu. Amin.
Semoga setiap ayat yang kita simpan menjadi penuntun di kegelapan dan pelipur di kesedihan, menjadikan kita hamba yang tangguh menghadapi zaman. Amin.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh: Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat. Website: kunjungi halaman ini WhatsApp: +6281224003100
Pernahkah kita merasa seolah-olah sudah banyak menghafal, namun ketika ditanya berapa halaman yang sudah lancar, kita tidak bisa menjawabnya dengan pasti? Tanpa data dan catatan yang jelas, perjalanan menghafal Al-Quran kita bisa menjadi tidak terukur dan rentan terhadap rasa malas. Kita seringkali merasa sudah bekerja keras, padahal mungkin kita hanya berputar-putar di tempat yang sama. Kedisiplinan adalah kunci kesuksesan dalam bidang apa pun, apalagi dalam menjaga amanah wahyu yang suci ini. Kita butuh sebuah instrumen sederhana namun sangat berdaya guna untuk mengawal setiap jengkal kemajuan kita.
Inilah pentingnya fungsi buku mutabaah dalam ekosistem menghafal. Mutaba’ah berarti pemantauan atau evaluasi secara berkala. Buku ini bukan sekadar lembaran kertas untuk mencatat angka, melainkan cermin dari kejujuran dan konsistensi kita. Dengan memantau progres hafalan setiap hari, kita bisa melihat pola belajar kita: kapan waktu produktif kita, ayat mana yang sering terlupa, dan seberapa stabil ritme ziyadah serta muraja’ah kita. Buku ini membantu kita untuk tetap berada pada “rel” yang benar agar target khatam tidak hanya menjadi angan-angan, melainkan sebuah kepastian yang terukur.
Di Executive Tahfizh, penggunaan buku mutaba’ah diintegrasikan dengan bimbingan metode yadain. Kita diajak untuk melakukan kedisiplinan tahfizh yang menyenangkan. Setiap kali satu lembar berhasil disetorkan dan dicentang oleh muhaffizh, ada rasa kemenangan kecil (small win) yang memicu hormon dopamin dalam otak, membuat kita semakin bersemangat untuk melanjutkan ke halaman berikutnya. Ini adalah teknik psikologis yang sangat efektif untuk menjaga motivasi jangka panjang agar api semangat menghafal kita tidak pernah padam di tengah jalan.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hashr: 18)
Membangun Tanggung Jawab Melalui Evaluasi Diri
Mari kita bayangkan jika sebuah perusahaan besar berjalan tanpa laporan keuangan dan laporan kinerja; tentu perusahaan tersebut akan segera bangkrut. Demikian pula dengan manajemen hafalan kita. Buku mutaba’ah mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas waktu yang telah Allah berikan. Saat kita melihat catatan yang kosong dalam beberapa hari, itu adalah alarm bagi jiwa kita untuk segera bertaubat dan kembali ke jalan Al-Quran. Sebaliknya, saat kita melihat progres yang menanjak, itu adalah bukti syukur kita atas kemudahan yang Allah berikan. Evaluasi diri (muhasabah) melalui tulisan adalah cara terbaik untuk mengenali kelemahan kita.
Penggunaan buku mutaba’ah juga mempermudah komunikasi antara santri dan guru. Muhaffizh bisa melihat riwayat hafalan kita dan memberikan saran yang spesifik untuk bagian-bagian yang dirasa masih lemah. Kita tidak perlu lagi bingung memulai dari mana setiap kali sesi halaqah dimulai. Semua sudah terekam dengan rapi. Mari kita jadikan buku ini sebagai saksi perjuangan kita. Kelak, lembaran-lembaran yang penuh dengan catatan setoran ini akan menjadi bukti di hadapan Allah bahwa kita telah bersungguh-sungguh mengalokasikan waktu dunia kita untuk menjaga kitab-Nya.
Kami telah menyiapkan sistem mutaba’ah yang modern dan mudah dipahami bagi para eksekutif. Jangan biarkan hafalan kita mengalir tanpa arah. Mari mulai mencatat, mulai mengukur, dan mulai meraih hasil yang mutqin. Kami siap membimbing kita semua untuk menjadi pribadi yang terorganisir dalam ketaatan. Amin.
Ya Allah, berikanlah kami keistiqamahan, jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai mengevaluasi diri, dan mudahkanlah setiap langkah kami menuju khatam 30 juz. Amin.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh: Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat. Website: kunjungi halaman ini WhatsApp: +6281224003100
Pernahkah kita merasa begitu bersemangat untuk menghafal, namun saat tiba di lokasi, kita merasa tidak betah karena suasananya yang terlalu bising atau fasilitasnya yang kurang mendukung fokus? Memilih tempat untuk mengabdikan waktu 28 hari demi Al-Quran bukanlah perkara sepele. Kita tidak sedang mencari sekadar penginapan, melainkan mencari ekosistem yang mampu menenangkan saraf, menjernihkan pikiran, dan mengobarkan semangat di kala lelah menerpa. Kita butuh tempat yang membuat kita merasa “pulang” ke dalam pelukan rahmat Allah, sehingga proses menghafal tidak terasa seperti sebuah tekanan, melainkan sebuah liburan spiritual yang mewah.
Ada sebuah cerita ringan tentang seorang profesional yang sangat pemilih. Beliau pernah mencoba menghafal mandiri di sebuah hotel mewah, namun justru berakhir dengan menonton televisi karena tidak adanya bimbingan dan suasana halaqah. Hal ini menyadarkan kita bahwa tempat karantina tahfizh jogja yang ideal haruslah memiliki keseimbangan antara fasilitas fisik dan atmosfir batin. Tips memilih karantina quran yang utama adalah pastikan lembaga tersebut memiliki kurikulum yang jelas dan lingkungan yang steril dari distraksi perkotaan. Yogyakarta, dengan predikatnya sebagai kota pelajar dan budaya, menawarkan tahfizh nyaman yogyakarta yang tidak akan kita temukan di tempat lain.
Di Executive Tahfizh, kami memahami bahwa kenyamanan adalah pondasi kecepatan. Melalui metode yadain, kita diajak untuk menghafal dengan kondisi psikologis yang bahagia. Jika tempatnya tidak nyaman, bagaimana hati bisa bahagia? Oleh karena itu, gedung karantina kami didesain dengan standar eksekutif agar setiap peserta bisa beristirahat dengan berkualitas setelah berjuang dengan ayat-ayat Allah. Kami percaya bahwa memuliakan penghafal Al-Quran dimulai dari menyediakan tempat terbaik bagi mereka untuk bertumbuh.
“Di rumah-rumah yang di sana Allah telah memerintahkan untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya…” (QS. An-Nur: 36)
Membangun Fokus di Lingkungan yang Suportif
Mari kita tanyakan pada diri sendiri, kriteria apa yang paling kita butuhkan? Apakah kemudahan akses, kebersihan asrama, atau kualitas pengajarnya? Tempat yang baik akan menyediakan muhaffizh yang sabar dan selalu siap membimbing tanpa membuat kita merasa terintimidasi. Kita butuh lingkungan di mana semua orang di sekitar kita membicarakan Al-Quran, sehingga frekuensi kita selalu terjaga. Jogja memiliki energi yang unik; perpaduan antara kesantunan penduduknya dan kedamaian alamnya sangat mendukung proses deep learning yang dibutuhkan oleh otak kita saat melakukan visualisasi tadabbur.
Kami mengajak kita semua untuk tidak ragu berinvestasi pada tempat yang memberikan garansi kenyamanan. Hafalan yang lahir dari hati yang tenang akan jauh lebih mutqin dan berkah. Mari jadikan waktu karantina kita sebagai momen paling berharga dalam hidup. Kami di Yogyakarta siap menjadi rumah bagi perjuangan Anda, menyediakan segala kebutuhan Anda agar Anda hanya perlu fokus pada satu hal: Al-Quran. Segera ambil keputusan dan rasakan kedamaian menghafal di tempat yang benar-benar mengerti kebutuhan jiwa Anda.
Semoga Allah membimbing langkah kita menuju tempat yang penuh keberkahan dan memudahkan setiap juz yang kita hafal. Amin.
Ya Allah, pertemukanlah kami dengan lingkungan yang shalih, mudahkanlah kami mendapatkan tempat menghafal yang nyaman, dan jadikanlah kami hamba-Mu yang setia menjaga kitab-Mu. Amin.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100
Pernahkah kita merasa sudah menghafal berulang kali namun ayat tersebut tetap tidak mau menempel di kepala? Atau kita merasa sangat mengantuk dan lelah padahal baru saja memulai satu lembar hafalan? Seringkali kita menyalahkan kecerdasan kita, padahal masalahnya mungkin sangat sederhana: raga kita sedang protes karena kurang istirahat. Dalam perjalanan panjang menghafal Al-Quran, kesehatan fisik adalah modal utama. Kita tidak sedang berlari sprint, melainkan sedang melakukan marathon spiritual yang membutuhkan stamina yang stabil dan terjaga.
Strategi istirahat penghafal quran adalah bagian tak terpisahkan dari kurikulum tahfizh yang sukses. Tidur bukan berarti membuang waktu, melainkan proses konsolidasi memori di dalam otak. Saat kita tidur, otak bekerja merapikan informasi yang kita terima, termasuk ayat-ayat yang baru saja kita hafalkan. Tanpa manajemen tidur tahfizh yang baik, memori kita akan menjadi berantakan dan sulit untuk dipanggil kembali (recall). Oleh karena itu, istirahat yang cukup adalah kunci untuk menjaga konsentrasi menghafal agar tetap berada pada level optimal.
Di Executive Tahfizh, kami mendesain jadwal yang sangat memperhatikan aspek biologi manusia. Kami percaya bahwa menghafal dengan kondisi segar jauh lebih efektif daripada menghafal 24 jam dengan kondisi tertekan. Fasilitas kamar yang nyaman dan tenang kami sediakan agar proses istirahat peserta benar-benar berkualitas. Dengan dukungan metode yadain, kita diajak untuk menghafal secara cerdas, bukan keras secara berlebihan. Ketika fisik bugar, jiwa akan lebih mudah untuk terbang tinggi bersama sayap-sayap wahyu.
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba: 9)
Keseimbangan Antara Ibadah dan Kesehatan
Mari kita teladani Rasulullah yang sangat memperhatikan keseimbangan hidup. Beliau tidur di awal malam agar bisa bangun dengan segar di sepertiga malam terakhir. Inilah pola yang kami terapkan agar waktu emas (golden time) kita benar-benar dimanfaatkan untuk Al-Quran. Jangan memaksakan diri hingga jatuh sakit, karena tubuh kita memiliki hak yang harus ditunaikan. Istirahat yang cukup juga akan menjaga emosi kita tetap stabil, sehingga proses setoran hafalan kepada muhaffizh tidak menjadi beban yang menegangkan, melainkan momen yang membahagiakan.
Ingatlah bahwa menghafal Al-Quran adalah perjalanan seumur hidup. Kita ingin menjadi hafizh yang sehat dan produktif, bukan yang hanya sekadar hafal namun fisiknya lemah. Di Yogyakarta, Anda akan merasakan suasana karantina yang memanusiakan manusia, di mana aspek gizi, olahraga ringan, dan istirahat mendapat perhatian yang proporsional. Mari kita siapkan fisik terbaik kita untuk menjaga kitab Allah yang agung ini. Kami siap memandu Anda mencapai target hafalan dengan cara yang sehat dan berkah.
Semoga Allah memberikan kita kesehatan lahir dan batin untuk terus menjaga hafalan Al-Quran kita hingga akhir hayat. Amin.
Ya Allah, berikanlah kekuatan pada raga kami, berikanlah ketenangan pada tidur kami, dan jadikanlah setiap istirahat kami sebagai bekal untuk lebih semangat menghamba kepada-Mu. Amin.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100
Pernahkah kita merasa ada jarak yang lebar antara lisan kita yang fasih membaca Al-Quran dengan hati kita yang belum benar-benar mengerti apa yang sedang dibaca? Kita sering menganggap bahwa memahami bahasa Arab adalah sebuah gunung yang sangat tinggi dan sulit didaki, penuh dengan rumus-rumus gramatika yang membingungkan. Padahal, Allah telah berjanji bahwa Al-Quran itu dimudahkan untuk dipelajari. Ketidakmampuan kita memahami makna seringkali membuat hafalan kita terasa hambar dan mudah hilang. Kita butuh sebuah kunci, dan kunci itu adalah pemahaman dasar tentang bagaimana bahasa Al-Quran disusun secara sistematis.
Melalui program mahir terjemah al quran, kita akan diajak untuk mengenal belajar nahwu sharaf mudah. Lupakan bayangan tentang menghafal rumus yang membosankan. Di sini, kita belajar dengan pendekatan fungsional yang langsung diterapkan pada ayat-ayat yang sedang kita hafal. Kita akan mulai memahami mengapa sebuah kata berubah harakat akhirnya dan bagaimana perubahan itu memberikan nuansa makna yang berbeda. Dengan memahami struktur ini, kita tidak lagi sekadar menebak-nebak arti, melainkan memiliki navigasi intelektual yang jelas saat berinteraksi dengan setiap kalimat yang Allah turunkan.
Di Executive Tahfizh, materi ini diintegrasikan secara cerdas dengan metode yadain. Saat kita melakukan visualisasi, pemahaman tentang nahwu dan sharaf membantu kita untuk meletakkan “gambar” makna pada posisi yang tepat. Kita menjadi tahu mana subjek (fail), mana objek (maful), dan mana keterangan. Sinkronisasi antara hafalan lafadz dan pemahaman struktur ini menciptakan sebuah penguasaan yang kokoh. Kita tidak hanya menjadi penghafal, tetapi juga menjadi penikmat keindahan sastra ilahi yang luar biasa presisi.
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)
Menemukan Logika di Balik Keajaiban Firman Allah
Mari kita rasakan sensasi ketika kita membaca sebuah ayat dan tiba-tiba kita tahu mengapa Allah menggunakan kata kerja bentuk lampau (madhi) atau bentuk sekarang (mudhari’). Ada pesan-pesan tersembunyi yang hanya bisa ditangkap jika kita memiliki cara paham arti quran yang sistematis. Pemahaman nahwu sharaf sederhana ini akan memberikan rasa percaya diri yang luar biasa saat kita melakukan muraja’ah. Kita tidak lagi takut salah harakat, karena kita sudah paham logikanya. Ini adalah bentuk peningkatan kualitas interaksi kita dengan Al-Quran ke level yang lebih dalam dan personal.
Banyak dari kita yang sudah berusia senja merasa khawatir tidak mampu belajar bahasa baru. Namun, metode yang kami terapkan sangat ramah untuk semua usia karena fokus pada pola-pola yang sering berulang dalam Al-Quran. Kita akan menyadari bahwa kosakata Al-Quran sebenarnya sangat terbatas dan sering diulang-ulang, sehingga dengan menguasai pola dasarnya, kita bisa memahami sebagian besar isi mushaf. Ini adalah investasi ilmu yang akan membuat setiap shalat kita menjadi lebih khusyuk dan setiap tadabbur kita menjadi lebih bermakna. Mari kita buka tabir bahasa Arab dan biarkan cahayanya menerangi pemahaman kita.
Semoga dengan pemahaman bahasa Arab yang sederhana ini, Al-Quran benar-benar menjadi imam dan pedoman yang kita pahami arahnya. Mari bergabung dalam program mahir terjemah dan rasakan kedekatan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya dengan kalam Rabb kita. Kami siap membimbing kita semua dari nol hingga mampu merasakan keindahan bahasa langit ini. Amin.
Ya Allah, bukalah pintu pemahaman kami terhadap bahasa-Mu, mudahkanlah kami mempelajari nahwu dan sharaf, dan jadikanlah Al-Quran sebagai penyejuk hati kami yang paling dalam. Amin.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh: Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat. Website: kunjungi halaman ini WhatsApp: +6281224003100
Seringkali kita mendengar bisikan halus di dalam pikiran yang mengatakan, “Sudah terlambat, memori sudah melemah, fokus sudah terbagi.” Kita merasa bahwa menghafal Al-Quran hanyalah hak istimewa anak-anak muda yang otaknya masih segar seperti kertas putih. Namun, benarkah demikian? Apakah Allah membatasi kasih sayang-Nya hanya untuk usia tertentu? Kita sering terjebak dalam mitos biologis bahwa kemampuan kognitif akan mati seiring bertambahnya usia, padahal yang sebenarnya terjadi adalah kita hanya kehilangan motivasi dan metode yang tepat untuk mengaktifkan kembali sel-sel memori kita yang luar biasa.
Kisah inspiratif datang dari Pak Abbas, seorang peserta program di Executive Tahfizh yang memulai perjuangannya di usia 55 tahun. Di saat rekan sejawatnya mulai memikirkan masa pensiun dengan santai, beliau justru memilih untuk “menyetorkan” sisa umurnya kepada Allah. Dengan semangat yang tidak kalah dari remaja, beliau membuktikan bahwa menghafal al quran usia senja bukanlah sebuah kemustahilan. Beliau menggunakan metode yadain yang mengandalkan visualisasi, sebuah teknik yang sangat ramah bagi otak dewasa karena tidak hanya mengandalkan hafalan suara, melainkan pemahaman dan pemetaan makna yang mendalam.
Perjalanan Pak Abbas memberikan kita motivasi tahfizh lansia yang sangat kuat. Beliau menyadari bahwa Al-Quran adalah pendamping terbaik di masa tua dan penerang yang paling setia di alam barzakh nanti. Dengan ketekunan, beliau membuktikan bahwa setiap ayat yang dihafal di usia senja memiliki “getaran” yang berbeda—lebih dalam, lebih meresap, dan lebih penuh dengan air mata ketulusan. Ini adalah bukti bahwa niat yang jujur mampu menembus batasan fisik apa pun yang kita miliki.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)
Mengaktifkan Neuroplastisitas Melalui Kalam Ilahi
Secara sains, menghafal Al-Quran di masa tua justru merupakan terapi otak terbaik untuk mencegah pikun dan Alzheimer. Ketika kita belajar cara menghafal al quran dengan teknik visualisasi, kita sedang menciptakan jalur saraf baru (neuroplasticity) dalam otak kita. Pak Abbas tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga mendapatkan kesehatan mental yang lebih stabil dan ketajaman berpikir yang meningkat. Beliau tidak lagi merasa kesepian di hari tuanya, karena setiap hari beliau punya “teman bicara” yang agung, yaitu Allah Azza wa Jalla melalui ayat-ayat-Nya.
Kita belajar dari beliau bahwa kualitas hafalan bukan tentang seberapa cepat kita sampai ke juz 30, tapi seberapa jujur kita menikmati setiap prosesnya. Untuk kita yang merasa sudah “berumur”, janganlah berkecil hati. Allah melihat setiap usaha kita, setiap kesulitan kita melafalkan huruf yang kaku, dan setiap tetesan keringat kita saat muraja’ah. Mari kita jadikan kisah Pak Abbas sebagai pemacu semangat. Masa tua adalah masa untuk semakin mendekat ke dermaga akhirat, dan Al-Quran adalah kapal terbaik yang bisa kita tumpangi.
Semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan bagi para orang tua kita yang sedang berjuang menghafal Al-Quran. Mari kita dukung mereka, atau mari kita mulai sendiri tanpa tapi dan tanpa nanti. Pintu kemuliaan ini masih terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin mengetuknya dengan penuh cinta. Amin.
Ya Allah, berkahilah sisa umur kami, kuatkanlah ingatan kami di usia senja, dan jadikanlah Al-Quran sebagai teman setia kami hingga akhir hayat. Amin.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100