Bagi seorang pengusaha, perjalanan dinas keluar kota atau luar negeri adalah rutinitas yang tidak terhindarkan. Perubahan ritme harian dan kelelahan di perjalanan seringkali menjadi celah bagi hilangnya hafalan Alquran yang telah dibangun dengan susah payah. Namun, cara pengusaha tetap murajaah Alquran saat perjalanan dinas terletak pada kemauan untuk menjadikan Alquran sebagai “teman perjalanan” yang paling setia. Kita wajib muliakan Al-Quran dengan menjadikannya pelindung kita selama berada di tanah asing.
Pemanfaatan Teknologi dan Waktu Tunggu
Perjalanan dinas seringkali melibatkan waktu tunggu yang lama di bandara, stasiun, atau dalam penerbangan. Gunakan kesempatan ini untuk melakukan muraja’ah secara intensif. Manfaatkan aplikasi Alquran di smartphone untuk menyimak audio atau membaca ulang ayat-ayat yang sudah dihafal. Dengan mendengarkan murottal secara berulang saat berada di pesawat, hafalan akan tetap terjaga di bawah sadar meskipun fisik sedang lelah. Perjalanan bisnis Anda akan terasa lebih ringan karena ditemani oleh malaikat-malaikat pembawa rahmat.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (QS. Ali ‘Imran: 191)
Tetap terhubung dengan guru meskipun sedang berada di luar kota adalah kunci kestabilan hafalan. Silakan kunjungi Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran untuk mendapatkan layanan setoran hafalan jarak jauh (online) bagi Anda yang sering bepergian.
Menjaga Spiritualitas di Tanah Asing
Integrasi antara keimanan terhadap hari kiamat serta qada dan qadar membuat seorang pengusaha tetap merasa dalam pengawasan Allah meskipun jauh dari keluarga. Menjaga muraja’ah saat perjalanan dinas adalah benteng dari berbagai godaan yang mungkin muncul di lingkungan baru. Alquran memberikan ketenangan saat menghadapi negosiasi bisnis yang alot dan memberikan kejernihan berpikir di tengah perbedaan budaya. Jadikan setiap destinasi perjalanan Anda sebagai saksi bahwa di sana pernah dilantunkan ayat-ayat suci yang agung.
Para ulama salaf terdahulu dikenal sebagai para pengelana ilmu (Rihlah fi Thalabil Ilm) yang tidak pernah melepaskan Alquran dari lisan mereka sepanjang perjalanan. Mereka membuktikan bahwa jarak geografis tidak boleh memutus hubungan dengan wahyu. Dengan manajemen waktu yang disiplin—seperti melakukan muraja’ah saat shalat tahajud di hotel—hafalan Anda tidak akan luntur, justru semakin kuat karena dilantunkan di tempat-tempat baru dengan suasana batin yang berbeda. Jangan biarkan urusan bisnis menenggelamkan harta karun hafalan yang telah Anda miliki.
Penutup
Semoga Allah menjaga hafalan kita di mana pun kaki berpijak. Ya Allah, jadikanlah Alquran sebagai teman setia kami dalam setiap rihlah kehidupan. Amin.
Referensi:
- An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Al-Adzkar al-Muntakhabah min Kalami Sayyid al-Abrar. Beirut: Dar al-Fikr, 1994.
- Al-Khatib Al-Baghdadi. Al-Rihlah fi Thalabil Hadith. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1975.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

