Al-Qur’an adalah kalamullah, mukjizat abadi yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Setiap ayat, setiap surah, memiliki keagungan dan hikmahnya sendiri. Namun, dalam lautan samudra ilmunya, terdapat beberapa surah yang secara khusus disebutkan keutamaannya oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat mulia. Merenungi keistimewaan ini akan membangkitkan semangat kita untuk lebih mendalami, menghafal, dan mengamalkan isi kandungannya. Mari kita selami bersama keutamaan Surah Al-Hajj An-Nur As-Sajdah Al-Mulk dalam Al-Qur’an, yang merupakan lentera penerang jalan hidup kita.

Menggali Keistimewaan Surah Al-Hajj

Surah Al-Hajj adalah salah satu surah yang memiliki kekhasan tersendiri, di antaranya adalah adanya dua sujud tilawah. Keunikan ini menjadi penanda kemuliaannya, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah ﷺ. Dari Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam dalam kitabnya “Fadhailul Qur’an”, diriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau sujud dua kali dalam Surah Al-Hajj dan berkata:

«إِنَّ هَذِهِ السُّورَةَ فُضِّلَتْ عَلَى السُّوَرِ بِسَجْدَتَيْنِ»
(Sesungguhnya surah ini dimuliakan atas surah-surah lain dengan dua sujud.)

Kisah ini juga dikuatkan oleh riwayat dari Ibnu Abbas dan juga Nabi ﷺ sendiri, yang menegaskan keberadaan dua sujud tersebut. Bahkan, dari riwayat Uqbah bin Amir, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

«يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفِي الْحَجِّ سَجْدَتَانِ؟ قَالَ: «نَعَمْ فَمَنْ لَمْ يَسْجُدْهُمَا فَلَا يَقْرَأْهُمَا»
(Wahai Rasulullah, apakah di Surah Al-Hajj ada dua sujud? Beliau menjawab: “Ya, barang siapa tidak sujud padanya, maka janganlah ia membacanya.”)

Pernyataan ini bukan larangan mutlak, melainkan penekanan akan pentingnya melaksanakan sujud tilawah tersebut sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas keistimewaan surah ini. Hal ini mengingatkan kita untuk senantiasa memperhatikan dan melaksanakan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, terutama yang berkaitan dengan interaksi kita dengan Al-Qur’an. Menunaikan sujud tilawah dalam Surah Al-Hajj adalah bagian dari pemuliaan terhadap firman Allah dan menambah kedekatan kita kepada-Nya.

Cahaya Petunjuk dan Adab dari Surah An-Nur

Surah An-Nur adalah surah yang penuh dengan petunjuk ilahi tentang adab, akhlak, dan hukum-hukum sosial yang sangat penting bagi kemaslahatan umat. Keutamaannya sangat ditekankan, bahkan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkirim surat:

«عَلِّمُوا نِسَاءَكُمْ سُورَةَ النُّورِ»
(Ajarkanlah Surah An-Nur kepada wanita-wanita kalian.)

Perintah ini mengisyaratkan betapa krusialnya surah ini dalam membentuk karakter dan etika kaum wanita Muslimah, serta masyarakat secara umum. Sejarah mencatat respons yang luar biasa dari para wanita Ansar ketika ayat-ayat tentang hijab diturunkan dalam Surah An-Nur. Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan:

«لَمَّا نَزَلَتْ سُورَةُ النُّورِ عَمِدْنَ إِلَى حُجَزِ أَوْ حُجُوزِ مَنَاطِقِهِنَّ فَشَقَّقْنَهَا فَجَعَلْنَ مِنْهَا خُمُرًا»
(Ketika Surah An-Nur turun, mereka (wanita-wanita Ansar) segera mengambil pinggir kain pinggang mereka, lalu memotongnya dan menjadikannya kerudung.)

Ini adalah bukti nyata dari kesigapan mereka dalam menjalankan perintah Allah. Surah An-Nur tidak hanya mengajarkan tentang menutup aurat, tetapi juga tentang menjaga pandangan, menjauhi fitnah, dan membangun tatanan sosial yang bersih dan bermartabat. Kita melihat bagaimana para sahabat, seperti Abdullah bin Abbas, bahkan membacakan dan menafsirkan Surah An-Nur hingga membuat orang-orang yang mendengarnya terkesima dan memuji, “Seandainya orang-orang Dailam mendengarnya, niscaya mereka akan masuk Islam.” Ini menunjukkan kedalaman makna dan kekuatan persuasif dari surah ini. Memahami dan mengamalkan Surah An-Nur adalah fondasi penting untuk membentuk pribadi Muslim yang berakhlak mulia dan masyarakat yang islami. Inilah bagian dari keutamaan Surah Al-Hajj An-Nur As-Sajdah Al-Mulk dalam Al-Qur’an yang perlu kita tanamkan.

Pelindung di Hari Kiamat: Surah As-Sajdah dan Al-Mulk

Dua surah yang tak kalah istimewa adalah Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk. Keduanya memiliki keutamaan luar biasa yang akan dirasakan oleh para pembacanya kelak di Hari Kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَجِيءُ ﴿الم تَنْزِيلُ﴾ [السجدة: ٢] السَّجْدَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهَا جَنَاحَانِ تُظِلُّ صَاحِبَهَا، تَقُولُ: لَا سَبِيلَ عَلَيْكَ، لَا سَبِيلَ عَلَيْكَ»
(Surah Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) akan datang pada Hari Kiamat dengan dua sayap, ia menaungi pembacanya, seraya berkata: “Tidak ada jalan bagimu (untuk menyakitinya), tidak ada jalan bagimu.”)

Bayangkan, sebuah surah akan datang membela kita di hari yang penuh ketakutan itu! Ini adalah motivasi yang sangat kuat untuk senantiasa merutinkan membacanya. Tidak hanya itu, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata tentang Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk:

«فِيهِمَا سِتِّينَ دَرَجَةً عَلَى غَيْرِهِمَا مِنْ سُوَرِ الْقُرْآنِ»
(Pada keduanya terdapat enam puluh derajat kelebihan di atas surah-surah Al-Qur’an lainnya.)

Kelebihan enam puluh derajat ini menunjukkan betapa besar pahala dan kemuliaan yang Allah siapkan bagi mereka yang rajin berinteraksi dengan kedua surah ini. Membaca, menghafal, dan memahami maknanya akan mengangkat derajat kita di sisi Allah. Keistimewaan ini menjadikan kedua surah ini sebagai ‘bekal’ penting yang harus kita persiapkan untuk kehidupan akhirat. Memahami keutamaan Surah Al-Hajj An-Nur As-Sajdah Al-Mulk dalam Al-Qur’an seharusnya mendorong kita untuk tidak pernah absen dari membaca dan mengkajinya.

Merajut Kebaikan Melalui Pemahaman Keutamaan Surah

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa setiap surah dalam Al-Qur’an memiliki nilai dan keutamaannya sendiri, dan beberapa di antaranya dianugerahi keistimewaan yang patut kita renungkan. Keutamaan Surah Al-Hajj An-Nur As-Sajdah Al-Mulk dalam Al-Qur’an bukanlah sekadar informasi, melainkan undangan untuk bertindak. Ini adalah dorongan spiritual yang mengajak kita untuk lebih serius dalam berinteraksi dengan Kitabullah. Kita diajak untuk bukan hanya sekadar membaca, tetapi juga menghayati setiap ayatnya, mengamalkan setiap petunjuknya, dan menjadikannya pelita dalam setiap langkah kehidupan.

Interaksi kita dengan Al-Qur’an seharusnya tidak hanya berhenti pada membaca lisan, namun berlanjut pada tadabbur, tafsir, dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami esensi setiap surah, kita akan menemukan jawaban atas berbagai persoalan hidup dan mendapatkan ketenangan jiwa yang hakiki. Sungguh, Al-Qur’an adalah sumber segala kebaikan, dan semakin kita menyelami dalamnya, semakin banyak mutiara hikmah yang akan kita temukan.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, agar kita dapat menjadi hamba-hamba yang senantiasa mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran-Nya. Jadikanlah setiap bacaan kita sebagai jembatan menuju ridha-Nya, dan setiap amalan kita sebagai bukti cinta kita kepada-Nya.

Untuk Anda yang berazam kuat untuk menghafal Al-Qur’an dengan bimbingan terbaik, kami mengundang Anda untuk bergabung bersama kami di Qur’an Learning Center Yogyakarta melalui program Executive Tahfizh. Raih impian Anda menjadi seorang hafizh/hafizhah bersama kami.

Daftar Referensi

  • Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam. Fadhailul Qur’an.
  • Q.S. As-Sajdah: 2

—-

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
kunjungi halaman ini
WhatsApp +6281224003100

Flyer Program Hafal Quran Executive Tahfizh di Yogyakarta
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,