Pendahuluan: Menjaga Niat dari Racun Dunia
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ خَالِصًا لِوَجْهِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
“Segala puji bagi Allah yang tidak menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas karena wajah-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”
Hadirin yang dirahmati Allah, dalam perjalanan kita menjalankan ibadah, ada sebuah penyakit hati yang sangat halus namun mematikan, yaitu riya. Riya adalah melakukan amal shaleh dengan tujuan untuk dilihat, dipuji, atau mendapatkan kedudukan di mata manusia, bukan semata-mata karena Allah Subhanahu Wata’ala. Ini adalah “pencuri” yang paling berbahaya karena ia menyerang saat kita merasa sedang melakukan kebaikan.
Peringatan Allah Tentang Amal yang Sia-Sia
Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat keras bagi mereka yang beramal namun diselimuti sifat riya. Amal tersebut diibaratkan seperti debu yang beterbangan atau batu licin yang ditutupi tanah, kemudian hilang tak berbekas saat diterpa hujan. Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ . الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya.” (QS. Al-Ma’un: 4-6)
Hadirin sekalian, bahaya sifat riya bukan hanya membuat lelah kita menjadi sia-sia, tetapi juga merupakan bentuk syirik kecil (syirik ashghar). Kita seolah-olah menduakan Allah dengan mengharapkan ridha manusia di samping ridha-Nya.
Riya Sebagai Syirik yang Paling Tersembunyi
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat mengkhawatirkan penyakit ini menjangkiti umatnya, bahkan lebih beliau khawatirkan daripada fitnah Dajjal. Beliau bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ. قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ
“Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya: Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Riya.” (HR. Ahmad)
Riya seringkali muncul dalam bentuk yang sangat halus. Kadang kita memperindah bacaan shalat hanya karena ada orang lain yang melihat, atau kita menceritakan sedekah kita agar orang lain tahu kita dermawan. Inilah yang harus kita waspadai melalui muhasabah niat yang terus-menerus.
Kisah Inspiratif: Nasihat Khalifah Umar bin Khattab
Suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab RA melihat seorang pemuda yang sedang shalat dengan menundukkan lehernya sangat dalam agar terlihat khusyuk. Umar kemudian menegurnya dengan tegas, “Wahai pemilik leher, tegakkanlah lehermu! Khusyuk itu tempatnya di dalam hati, bukan di leher.”
Nasihat Umar ini mengajarkan kita bahwa kesalehan yang dibuat-buat di hadapan manusia justru menunjukkan kekosongan hati dari keikhlasan sejati. Para ulama salaf terdahulu bahkan seringkali menyembunyikan amalan mereka sebagaimana mereka menyembunyikan aib mereka, agar tidak ada celah bagi riya untuk masuk.
Kesimpulan dan Penutup
Sebagai kesimpulan, marilah kita periksa kembali setiap amal yang kita lakukan. Apakah pujian manusia masih terasa manis di telinga kita? Ataukah kita tetap merasa tenang beramal meski tak seorang pun tahu? Ingatlah, manusia tidak memiliki kuasa untuk memberi pahala maupun surga. Hanya Allah lah tempat kembali segala urusan.
Mari kita memohon perlindungan dari sifat riya:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak kami ketahui.”
Demikian ceramah singkat ini. Semoga Allah senantiasa menjaga keikhlasan hati kita. Mohon maaf atas segala kekurangan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

