Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَلَّغَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

“Segala puji bagi Allah yang telah menyampaikan kita pada bulan Ramadhan. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan buruknya amal perbuatan kami. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya.”

Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, terlebih saat kita berada di ambang pintu bulan yang penuh berkah ini.

Isi Ceramah

Apa kabar Bapak, Ibu, dan Saudara seiman sekalian? Semoga pancaran kebahagiaan menyelimuti wajah-wajah Anda hari ini. Tak terasa, kerinduan kita akan segera terobati. Tamu agung yang kita nanti, bulan suci Ramadhan, kini sudah di depan mata. Namun, pertanyaannya: Sudahkah hati kita benar-benar siap menyambutnya?

Kebahagiaan menyambut Ramadhan bukanlah sekadar euforia membeli baju baru atau menyusun daftar menu buka puasa. Kebahagiaan sejati adalah kegembiraan iman. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Yunus ayat 58:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’.” (QS. Yunus: 58)

Ramadhan adalah wujud nyata dari rahmat Allah. Rasulullah SAW pun memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya sebagaimana dalam hadis sahih:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atasmu berpuasa di dalamnya. Di bulan itu pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.” (HR. An-Nasa’i)

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita terjebak pada persiapan fisik semata. Kita sibuk membersihkan rumah, namun lupa membersihkan hati dari penyakit iri, dengki, dan dendam. Padahal, ibarat wadah, jika hati kita kotor, maka keberkahan Ramadhan yang tumpah ruah itu tidak akan bisa tertampung dengan sempurna. Mari kita maafkan orang-orang yang pernah menyakiti kita dan memohon maaf atas khilaf kita, agar saat fajar pertama Ramadhan menyingsing, jiwa kita sudah dalam keadaan bening.

Ada sebuah kisah indah tentang bagaimana para sahabat Nabi menyikapi datangnya bulan ini. Diriwayatkan bahwa para Sahabat Radhiyallahu Anhum berdoa selama enam bulan sebelum Ramadhan agar Allah menyampaikan mereka ke bulan suci tersebut. Begitu besar rasa rindu mereka! Mereka tidak melihat Ramadhan sebagai beban lapar dan haus, melainkan sebagai kesempatan emas untuk “mencuci dosa”. Seorang ulama salaf, Yahya bin Abi Katsir, sering berdoa: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai ke Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalanku di bulan Ramadhan dengan penerimaan yang baik.”

Penutup

Sebagai kesimpulan, mari kita jadikan momentum ini untuk menata niat. Jadikan Ramadhan tahun ini seolah-olah ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita. Jangan biarkan ia lewat begitu saja tanpa bekas perubahan perilaku yang lebih baik.

Marilah kita berdoa bersama:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ. اَللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً.

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan. Ya Allah, selamatkanlah aku untuk menyambut Ramadhan, jagalah Ramadhan untukku, dan terimalah amal ibadahku di dalamnya sebagai amal yang diterima.”

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan dan lisan yang mungkin tidak berkenan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.

Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Karantina Tahfidz Quran Jogja
author avatar
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,