Penulis: Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.,

Berkah Quran Untuk Anak Cucu

Mewariskan Kekayaan Spiritual pada Keturunan

Kesuksesan seorang muslim tidak hanya diukur dari pencapaian pribadinya, tetapi juga keberhasilannya menjaga keluarganya dari api neraka. Berkah menghafal alquran untuk keluarga dan anak cucu adalah warisan yang jauh lebih bernilai daripada sertifikat tanah, deposito, maupun bisnis raksasa. Harta benda sering kali menjadi pemicu perpecahan ahli waris, namun warisan hafalan dan kecintaan pada Al-Quran akan merekatkan ikatan batin hingga ke surga.

Seorang ayah atau ibu yang lisannya gemar melantunkan murajaah di dalam rumah akan memancarkan energi positif (nur) yang menembus ke hati anak-anaknya. Anak-anak merekam kebiasaan orang tuanya. Jika mereka melihat orang tuanya mengutamakan mushaf di atas gawai, maka secara otomatis mereka akan tumbuh dengan rasa pengagungan (ta’zhim) yang sama terhadap firman Allah.

Rumah yang Bersinar Laksana Bintang

Rumah yang di dalamnya sering dibacakan Al-Quran akan terlihat bercahaya oleh penduduk langit (para malaikat), layaknya kita di bumi yang melihat bintang-bintang bercahaya di langit malam. Rumah seperti ini akan dijauhi oleh setan dan jin fasik, sehingga suasana rumah tangga menjadi harmonis (sakinah), jarang terjadi pertengkaran hebat, dan dipenuhi oleh rahmat.

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مُؤْمِنٌ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah, baunya wangi dan rasanya manis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karakter manis dan wangi ini akan meresap ke dalam akhlak setiap anggota keluarga. Anak-anak yang dibesarkan dari makanan yang diiringi dengan bacaan Bismillah dan lantunan murattal akan memiliki hati yang lembut, mudah menerima nasihat (mau’izhah), dan terjaga dari pergaulan bebas yang merusak masa depan mereka.

Syafaat Lintas Generasi di Akhirat

Allah sangat memuliakan keluarga ahli Al-Quran. Bahkan, jika kelak sang anak hafizh masuk ke dalam surga Firdaus sementara orang tuanya atau keluarganya yang beriman berada di tingkatan surga yang lebih bawah, Allah atas rahmat-Nya akan mengangkat derajat keluarganya tersebut untuk berkumpul bersama di surga yang paling tinggi tanpa mengurangi pahala sang hafizh sedikit pun.

Jangan tunda lagi niat Anda untuk mulai mengukir sejarah keluarga Qurani. Anda dan pasangan bisa memulai langkah kecil dengan mendaftar program tahfizh dewasa. Silakan kunjungi Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran untuk mendapatkan bimbingan yang tepat, lalu tularkan ilmu tersebut kepada putra-putri tercinta di rumah.

Doa Keturunan yang Saleh

Doa anak yang saleh adalah satu dari tiga amal jariyah yang tidak akan pernah terputus setelah kematian. Anak-anak penghafal Al-Quran adalah jaminan pasti bahwa setiap hari nama Anda akan disebut dalam doa mereka selepas shalat. Mereka tidak hanya mendoakan ampunan, namun mereka membacakan ayat-ayat yang pahalanya diyakini oleh sebagian ulama akan sampai kepada roh orang tua di alam barzakh.

Mulailah tradisi ngaji bareng setelah Maghrib di rumah. Matikan televisi dan koneksi internet selama satu jam. Bentuklah majelis kecil (halaqah) di ruang keluarga. Itulah investasi paling nyata yang akan menyelamatkan nasab Anda dari fitnah akhir zaman.

Penutup

Keluarga Qurani adalah miniatur surga di muka bumi. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami keturunan yang menjadi penyejuk mata dan pemimpin bagi orang bertakwa.

Daftar Pustaka:

Al-Qurtubi, Abu ‘Abdullah. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Di-tahqiq oleh Ahmad al-Barduni. Juz 1. Kairo: Dar al-Kutub al-Misriyyah, 1964.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta

Atasi Minder Hafal Quran Usia Lanjut

Menepis Bisikan Syaitan yang Melemahkan

Menjelang usia pensiun, panggilan spiritual untuk kembali mendekat kepada Sang Pencipta biasanya semakin menguat. Namun, sering kali hal ini dibarengi dengan munculnya rasa malu. Tips mengatasi rasa minder karena baru mulai menghafal di usia lanjut harus dipahami dengan pendekatan teologis yang benar. Perasaan “sudah telat”, “malu sama anak muda”, atau “otak sudah tumpul” sejatinya murni merupakan senjata psikologis syaitan (was-was) untuk menjauhkan hamba dari pintu ampunan Tuhannya.

Syaitan tidak ingin melihat seorang hamba yang masa lalunya mungkin penuh dengan kelalaian, tiba-tiba berhasil menghapus seluruh dosanya di akhir hayat dengan cahaya Al-Quran. Ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla tidak pernah menggunakan standar usia kelulusan seperti halnya institusi sekolah di dunia. Di mata Allah, nilai kemuliaan seseorang diukur dari keikhlasan niatnya di detik ini, bukan dari seberapa awal ia memulai garis *start* dalam kehidupannya.

Kisah Menginspirasi dari Khadijah dan Sahabat Senior

Membaca sejarah Islam adalah obat paling mujarab untuk membunuh rasa minder. Ingatlah sosok Ibunda Khadijah binti Khuwailid, beliau menerima Islam dan mendampingi turunnya wahyu di usia yang sudah sangat senja, menginjak 55 tahun. Demikian pula pembesar Quraisy seperti Abu Sufyan yang baru memeluk Islam dan mempelajari Al-Quran di usia yang sudah beruban. Tidak ada satu pun riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah menolak atau meremehkan semangat belajar orang-orang tua.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)

Merasa minder atau putus asa karena merasa terlambat atau banyak dosa masa lalu adalah bentuk ketidakyakinan (su’udzon) terhadap luasnya samudera rahmat Allah. Justru, usia senja adalah momentum emas tebusan. Setiap tetes air mata penyesalan yang jatuh saat mengeja ayat suci akan memadamkan api neraka yang pernah menanti.

Mencari Lingkungan Komunitas Seusia (Peer Group)

Minder sering muncul karena Anda ditempatkan di kelas yang sama dengan anak-anak kecil atau remaja yang hafalannya melesat secepat kilat. Solusi logisnya adalah dengan tidak membandingkan diri Anda dengan mereka. Carilah lingkungan belajar yang dikhususkan bagi orang dewasa atau lansia. Di lingkungan yang homogen ini, Anda akan menyadari bahwa Anda tidak berjuang sendirian.

Melihat kawan seusia Anda yang rambutnya sudah memutih namun masih gigih mengulang-ulang surah An-Naba’ akan menularkan semangat yang luar biasa. Jika Anda membutuhkan ekosistem suportif tanpa tekanan mental ini, silakan hubungi Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran. Kami memiliki metode pendampingan privat maupun klasikal yang sangat memuliakan dan menghargai ritme belajar para jamaah usia lanjut.

Tujuan Akhir Bukanlah Gelar, Melainkan Khusnul Khatimah

Perbaiki orientasi belajar Anda. Minder hanya terjadi jika Anda merasa harus mengikuti ujian, dinilai orang lain, atau mengejar sertifikat hafizh 30 juz. Hilangkan semua target duniawi tersebut. Jadikan proses menghafal murni sebagai sarana untuk *tazkiyatun nafs* (membersihkan jiwa) dan mengisi sisa waktu pensiun Anda dengan amal yang paling dicintai oleh Allah.

Khatam 30 juz adalah anugerah tambahan, namun wafat dalam keadaan lidah masih berjuang mengeja firman-Nya adalah kesuksesan yang hakiki (khusnul khatimah). Allah memandang indah setiap usaha Anda meraba-raba halaman mushaf dengan kacamata baca Anda. Kebanggaan di hadapan Allah jauh lebih bernilai dari pujian seluruh manusia di bumi.

Penutup

Tidak ada kata terlambat untuk merajut kemuliaan. Ya Allah, terimalah amal kami dan jadikanlah Al-Quran sebagai teman terbaik di sisa usia kami.

Daftar Pustaka:

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Madarij as-Salikin. Di-tahqiq oleh Muhammad al-Mu’tasim bi Allah. Juz 2. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1996.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta

Ketenangan Batin Menghafal Quran

Oase di Tengah Gurun Kegelisahan

Kehidupan manusia di abad ke-21 dipenuhi dengan tingkat stres, kecemasan (anxiety), dan rasa terburu-buru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban. Menjelaskan ketenangan batin yang didapat saat sedang menghafal alquran ibarat mendeskripsikan segelas air es kepada orang yang sedang tersesat di gurun pasir yang terik. Ketenangan ini bukanlah sekadar sugesti psikologis murahan, melainkan janji pasti dari Dzat yang mendesain susunan saraf dan hati manusia.

Ketika mata berfokus pada barisan huruf Arab, dan lisan perlahan melantunkan hukum-hukum tajwid dengan ritme yang teratur, gelombang otak yang tadinya berada pada fase beta (stres/waspada tinggi) akan perlahan turun menuju fase alfa (relaksasi dan fokus). Di titik inilah, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, dan beban berat di dada terasa menguap ke udara bersamaan dengan hembusan napas yang mengeluarkan ayat suci.

Dzikir Terbaik Penentram Hati

Membaca dan menghafal Al-Quran adalah bentuk dzikir (mengingat Allah) yang berada pada kasta tertinggi, mengungguli dzikir-dzikir sunnah lainnya karena yang dibaca adalah langsung firman Allah yang qadim (tidak berawal). Allah menegaskan korelasi mutlak antara dzikir dan ketentraman hati dalam kitab-Nya.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Kata “Alaa” (Ingatlah/Ketahuilah) di awal kalimat berfungsi sebagai penegas bahwa tidak ada cara lain untuk meraih ketenangan sejati (sakinah) selain dengan mendekat kepada Allah. Hiburan dunia seperti musik keras, liburan mewah, atau belanja konsumtif mungkin memberikan kebahagiaan sesaat (pleasure), namun ia akan meninggalkan kekosongan dan rasa haus yang lebih dahsyat setelahnya.

Menyerahkan Kendali Hidup kepada Pencipta

Kegelisahan manusia bersumber dari ilusi bahwa mereka bisa mengendalikan masa depan. Padahal, manusia adalah makhluk yang sangat rapuh. Saat mentadabburi ayat-ayat makiyah yang menceritakan tentang kebesaran kekuasaan Allah mengatur alam semesta, ego manusia akan melebur. Kita menyadari bahwa ada Dzat Yang Maha Kuat yang mengurus segalanya dengan sempurna.

Kepasrahan (tawakkal) yang muncul dari proses tadabbur inilah yang menjadi kunci hilangnya stres pikiran. Untuk merasakan terapi spiritual ini secara mendalam, Anda sangat disarankan untuk memiliki guru pendamping. Silakan ikuti program Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran agar Anda tidak hanya pandai melafalkan huruf, tetapi juga pandai menangkap pesan-pesan menenangkan dari balik ayat yang dihafal.

Malaikat Rahmat Turun Membawa Sakinah

Nabi Muhammad mengabarkan bahwa tidaklah sekelompok orang berkumpul di rumah Allah membaca Al-Quran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan (sakinah), rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut nama mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.

Kehadiran malaikat rahmat di ruang hafalan Anda akan mengusir energi negatif dan bisikan setan yang sering kali memicu depresi. Rumah yang senantiasa dihidupkan dengan murajaah akan terasa lapang secara psikologis meskipun secara fisik mungkin ukurannya sangat sempit.

Penutup

Bawalah hati yang lelah kepada Al-Quran agar ia menemukan kedamaiannya. Ya Allah, turunkanlah sakinah ke dalam dada kami saat kami melantunkan firman-Mu.

Daftar Pustaka:

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’. Di-tahqiq oleh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abd al-Hamid. Makkah: Dar ‘Alam al-Fawa’id, 2008.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta

Cara Pembayaran Biaya Program Executive Tahfizh QLC

Kami memahami bahwa kelancaran administrasi adalah bagian dari kenyamanan Anda dalam memulai perjalanan menghafal Al-Quran. Cara pembayaran biaya program Executive Tahfizh QLC dirancang sangat mudah, aman, dan transparan bagi seluruh peserta. Sebagai bentuk layanan eksekutif, kami menyediakan berbagai opsi metode pembayaran guna memudahkan Anda maupun perusahaan dalam melakukan penyelesaian administrasi program. Kita wajib muliakan Al-Quran dengan memastikan bahwa setiap aspek pendukungnya, termasuk administrasi, dijalankan dengan penuh integritas dan kemudahan.

Sistem Pembayaran yang Mudah dan Terpercaya

Peserta dapat melakukan pembayaran melalui transfer bank ke rekening resmi lembaga guna menjamin keamanan transaksi. Tersedia pula opsi pembayaran bertahap atau cicilan bagi program-program tertentu guna memberikan kelonggaran bagi peserta. Setiap transaksi akan mendapatkan bukti pembayaran (invoice) resmi yang dapat digunakan sebagai lampiran administrasi bagi peserta utusan instansi atau perusahaan. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang profesional sejak tahap pendaftaran hingga peserta menyelesaikan program hafalannya.

وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

“Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra: 34)

Kejelasan administrasi adalah awal dari ketenangan belajar. Untuk mendapatkan detail nomor rekening resmi dan konfirmasi pembayaran, silakan kunjungi Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran dan ikuti panduan yang tersedia di halaman konfirmasi.

Investasi Akhirat yang Transparan

Kami mengelola setiap biaya yang dibayarkan sebagai amanah untuk mendukung fasilitas terbaik dan kesejahteraan para pengajar Al-Quran. Melalui keimanan terhadap hari kiamat serta qada dan qadar, kami percaya bahwa harta yang dikeluarkan di jalan Al-Quran tidak akan pernah berkurang, melainkan akan kembali sebagai keberkahan dan syafaat bagi pemiliknya. Transparansi biaya adalah prioritas kami agar setiap peserta merasa tenang dan yakin bahwa investasi yang mereka tanamkan benar-benar digunakan untuk memuliakan kalamullah di Yogyakarta.

Ulama terdahulu menekankan bahwa mencari ilmu membutuhkan bekal harta (zadu mal). Membayar biaya pendidikan dengan niat yang tulus merupakan bagian dari jihad harta yang sangat mulia. Dengan proses pembayaran yang ringkas dan layanan admin yang responsif, Anda dapat segera mengalihkan fokus dari urusan administrasi ke proses hafalan yang khusyuk. Segera selesaikan pendaftaran Anda dan bergabunglah dalam barisan para penjaga Al-Quran bersama Executive Tahfizh QLC Yogyakarta; tempat di mana setiap rupiah yang Anda keluarkan bernilai pahala jariyah yang terus mengalir.

Penutup

Semoga Allah memberkahi harta yang Anda keluarkan untuk mempelajari kitab-Nya. Ya Allah, mudahkanlah rezeki kami agar selalu bisa berkhidmat pada Al-Quran. Amin.


Referensi:

  • Ibnu Jama’ah. Tadzkirah as-Sami’ wa al-Mutakallim. Bab tentang Adab Menuntut Ilmu. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2004.
  • Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Juz 2 (Adab al-Kasb). Kairo: Dar al-Hadith, 2004.

Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta

Rahasia Fokus Hafal Al Quran

Membersihkan Pikiran dari Sampah Digital

Banyak pemula yang mengeluh hafalannya lambat masuk, padahal mereka memiliki IQ yang tinggi. Jawabannya sering kali terletak pada rahasia para hafizh quran dalam menjaga fokus belajar yang luput diperhatikan. Di era banjir informasi saat ini, musuh terbesar konsentrasi adalah notifikasi media sosial, berita negatif, dan hiburan yang tidak bermanfaat (laghwun). Otak yang terlalu sering menelan “sampah digital” akan kehilangan ketajamannya untuk menyerap ayat suci.

Para penghafal mutqin memiliki pantangan keras untuk mencampuradukkan urusan mushaf dengan urusan gawai. Saat mereka duduk menghafal, dunia luar benar-benar diputus. Keheningan pikiran (clear mind) adalah kanvas terbaik untuk melukiskan firman Allah. Jika pikiran masih dipenuhi dengan perdebatan di media sosial atau urusan bisnis yang belum tuntas, maka ayat Al-Quran akan terlempar keluar mencari hati yang lebih tenang.

Menjauhi Maksiat Mata dan Lisan

Rahasia yang selalu diwariskan oleh para ulama terdahulu dari generasi ke generasi adalah menjaga diri dari kemaksiatan. Imam Syafi’i, seorang yang memiliki memori fotografis luar biasa (sekali lihat langsung hafal), pernah mengeluhkan kualitas hafalannya yang sedikit menurun. Sang guru, Imam Waki’, menyarankan agar ia meninggalkan segala bentuk dosa kecil maupun besar.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 282)

Ayat di atas sangat jelas menghubungkan antara tingkat ketakwaan seseorang dengan kemudahan dalam menuntut ilmu. Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan (ghaddul basar) dan menjaga lisan dari ghibah (menggunjing) akan melahirkan energi positif yang mempercepat proses masuknya hafalan. Hati yang bening bagaikan cermin datar yang mampu memantulkan cahaya Al-Quran dengan sempurna.

Ritual Wudhu dan Shalat Sebelum Menghafal

Persiapan fisik dan spiritual sangat menentukan kualitas fokus. Para hafizh tidak pernah menyentuh mushaf dalam keadaan tergesa-gesa atau berkeringat. Mereka akan mengambil air wudhu dengan sempurna, menyikat gigi (bersiwak), memakai pakaian yang bersih dan wangi, lalu mendirikan shalat sunnah mutlaq atau shalat taubat dua rakaat sebelum membuka halaman mushaf.

Ritual ini memberikan sinyal yang kuat kepada alam bawah sadar bahwa tubuh sedang bersiap menghadapi pertemuan agung dengan Sang Pencipta. Jika Anda ingin dibimbing untuk memiliki kebiasaan (habit) spiritual tingkat tinggi seperti ini, daftarkan diri Anda di Executive Tahfizh pendaftaran tahfizh Al-Quran dan rasakan perubahan drastis pada ketahanan fokus Anda.

Diet Makanan Halal dan Thayyib

Aspek yang sering diremehkan oleh manusia modern adalah asupan makanan. Ulama klasik sangat berhati-hati terhadap apa yang masuk ke dalam perut mereka. Makanan yang didapat dari harta yang haram atau syubhat (meragukan) akan mengeraskan hati dan membuat tubuh malas beribadah. Selain itu, mereka menghindari makanan yang terlalu mengenyangkan karena perut yang terlalu penuh akan menarik aliran darah dari otak ke lambung, memicu rasa kantuk yang parah.

Membiasakan puasa sunnah (Senin-Kamis atau Daud) merupakan terapi yang sangat baik untuk menjaga stamina lambung sekaligus menajamkan daya ingat. Perut yang sedikit lapar terbukti membuat akal bekerja jauh lebih cemerlang dan sensitif terhadap rangsangan kognitif.

Penutup

Fokus adalah buah dari hati yang bertakwa dan pikiran yang bersih. Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala gangguan yang memalingkan kami dari kitab suci-Mu.

Daftar Pustaka:

Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ ‘Ulum ad-Din. Juz 1. Kairo: Dar al-Hadith, 2004.

\n\n


Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an

Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

Flyer Program Executive Tahfidz di Yogyakarta