Dzikir Pagi: Bacaan Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Keutamaan
Mengamalkan dzikir pagi sesuai sunnah adalah cara terbaik seorang muslim mengawali hari dengan mengingat Allah. Susunan ini dibuka dengan rangkaian ayat pelindung, yaitu Surat Al-Fatihah, awal Surat Al-Baqarah, Ayat Kursi, dan penutup Surat Al-Baqarah, lalu dilanjutkan dengan dzikir-dzikir pilihan yang bersumber dari hadits shahih. Seluruh bacaan disajikan lengkap dengan teks Arab, transliterasi latin, terjemahan, jumlah pengulangan, faedah, dan rujukan haditsnya.
Waktu Membaca Dzikir Pagi
Menurut pendapat yang paling tepat, waktu dzikir pagi dimulai dari terbitnya fajar (waktu Subuh) hingga terbitnya matahari. Sebagian ulama membolehkan memanjangkannya hingga matahari naik atau menjelang tengah hari. Jika terlewat, bacaan tetap dianjurkan dilakukan karena keutamaannya sangat besar.
Mengawali dengan Ta’awudz
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Pembuka: Rangkaian Ayat Pelindung
1. Surat Al-Fatihah (1x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Bismillahir-rahmanir-rahim. Alhamdulillahi rabbil-‘alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ihdinash-shiratal-mustaqim. Shiratalladzina an’amta ‘alaihim ghairil-maghdhubi ‘alaihim wa ladh-dhallin.
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 1-7)
Faedah: Al-Fatihah adalah surat teragung dalam Al-Qur’an dan ruqyah yang paling utama, menjadi pembuka penuh berkah bagi setiap amalan.
2. Awal Surat Al-Baqarah, Ayat 1-5 (1x)
الٓمٓ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Alif lam mim. Dzalikal-kitabu la raiba fih, hudal lil-muttaqin. Alladzina yu’minuna bil-ghaibi wa yuqimunash-shalata wa mimma razaqnahum yunfiqun. Walladzina yu’minuna bima unzila ilaika wa ma unzila min qablik, wa bil-akhirati hum yuqinun. Ulaika ‘ala hudam mir rabbihim, wa ulaika humul-muflihun.
“Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Rabb mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5)
3. Ayat Kursi (1x)
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Allahu la ilaha illa huwal-hayyul-qayyum, la ta’khudzuhu sinatuw wa la naum, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ardh, man dzalladzi yasyfa’u ‘indahu illa bi-idznih, ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhithuna bi-syai-im min ‘ilmihi illa bima sya’, wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ardh, wa la ya’uduhu hifzhuhuma, wa huwal-‘aliyyul-‘azhim.
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
Faedah: Siapa yang membacanya ketika pagi, ia akan dilindungi Allah dari berbagai gangguan hingga petang.
4. Penutup Surat Al-Baqarah, Ayat 284-286 (1x)
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِىْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَ ۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعْفُ عَنَّا ۗ وَاغْفِرْ لَنَا ۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Lillahi ma fis-samawati wa ma fil-ardh, wa in tubdu ma fi anfusikum au tukhfuhu yuhasibkum bihillah, fayaghfiru limay yasya’u wa yu’adzdzibu may yasya’, wallahu ‘ala kulli syai-in qadir. Amanar-rasulu bima unzila ilaihi mir rabbihi wal-mu’minun, kullun amana billahi wa malaikatihi wa kutubihi wa rusulih, la nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qalu sami’na wa atha’na, ghufranaka rabbana wa ilaikal-mashir. La yukallifullahu nafsan illa wus’aha, laha ma kasabat wa ‘alaiha maktasabat, rabbana la tu’akhidzna in nasina au akhtha’na, rabbana wa la tahmil ‘alaina ishran kama hamaltahu ‘alalladzina min qablina, rabbana wa la tuhammilna ma la thaqata lana bih, wa’fu ‘anna, waghfir lana, warhamna, anta maulana fanshurna ‘alal-qaumil-kafirin.
“Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.’ Dan mereka berkata, ‘Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.’ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'” (QS. Al-Baqarah: 284-286)
Faedah: Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat itu mencukupinya (HR. Al-Bukhari no. 5009). Membaca rangkaian ayat ini di pagi hari pun menjaga seorang muslim sepanjang hari dengan izin Allah.
5. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing 3x)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS. Al-Falaq: 1-5)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 1-6)
Faedah: Siapa membacanya masing-masing tiga kali pagi dan petang, akan dicukupkan segala sesuatu baginya.
6. Dzikir Memasuki Waktu Pagi (1x)
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dah, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dah. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.”
Faedah: Memohon kebaikan hari ini dan sesudahnya, perlindungan dari kemalasan, kejelekan di masa tua, siksa neraka, dan siksa kubur.
7. Dzikir Penyerahan Diri kepada Allah (1x)
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
Allahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan-nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (di hari kebangkitan).”
8. Sayyidul Istighfar (1x)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Faedah: Inilah penghulu istighfar. Siapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum petang, ia termasuk penghuni surga.
9. Persaksian Tauhid (4x)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
Allahumma inni ashbahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, para malaikat pemikul Arsy-Mu, malaikat-malaikat-Mu, dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.”
Faedah: Siapa membacanya pagi dan petang sebanyak empat kali, Allah akan membebaskannya dari siksa neraka.
10. Doa Memohon Ampunan dan Keselamatan (1x)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim baini yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ugh-taala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan hal yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak disambar dari arah bawahku.”
Faedah: Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari.
11. Doa Perlindungan dari Kejahatan Diri dan Setan (1x)
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allahumma ‘aalimal ghoibi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, wahai Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dari kejahatan setan dan ajakannya kepada kesyirikan, dan dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeret seorang muslim kepadanya.”
Faedah: Doa ini diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Abu Bakr Ash-Shiddiq untuk dibaca pagi, petang, dan menjelang tidur.
12. Doa Perlindungan dengan Nama Allah (3x)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Faedah: Siapa membacanya tiga kali pagi dan petang, tidak akan ada bahaya tiba-tiba yang memudaratkannya.
13. Ridha kepada Allah, Islam, dan Nabi (3x)
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai nabi.”
Faedah: Siapa membacanya tiga kali pagi dan petang, pantas baginya mendapatkan ridha Allah pada hari kiamat.
14. Memohon Pertolongan kepada Yang Maha Hidup (1x)
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun.”
Faedah: Dzikir ini diajarkan Nabi ﷺ kepada Fathimah untuk diamalkan pagi dan petang.
15. Tasbih dan Pujian (100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
“Maha Suci Allah, dan aku memuji-Nya.”
Faedah: Siapa membacanya 100 kali pagi dan petang, tidak ada seorang pun datang pada hari kiamat dengan amalan yang lebih baik kecuali yang membaca semisal atau lebih.
16. Kalimat Tauhid (10x)
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Faedah: Siapa membacanya sepuluh kali di pagi hari, Allah mencatat 10 kebaikan, menghapus 10 kesalahan, setara memerdekakan 10 budak, dan melindunginya dari gangguan setan hingga petang.
17. Berlindung dengan Kalimat Allah yang Sempurna (3x)
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.”
Faedah: Siapa membacanya, ia terlindungi dari bahaya makhluk hingga ia berpindah dari tempatnya.
Keutamaan Dzikir Pagi
Susunan dzikir pagi yang dibuka dengan rangkaian ayat pelindung ini menghimpun keutamaan yang berlapis. Al-Fatihah dan awal Al-Baqarah membentengi dari setan, Ayat Kursi menjaga hingga petang, dan penutup Al-Baqarah menjadi penjaga sepanjang hari. Ditambah dzikir-dzikir setelahnya, seorang muslim memulai harinya dengan ketenangan hati, perlindungan dari bahaya, ampunan dosa, dan keterjagaan dari siksa kubur serta neraka. Allah menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang (QS. Ar-Ra’d: 28).
Bacalah dengan tartil dan menghadirkan hati, bukan sekadar mengejar bilangan, agar keberkahannya benar-benar meresap sepanjang hari.
Penutup
Dzikir pagi sesuai sunnah dengan pembuka rangkaian ayat pelindung adalah amalan ringan berpahala besar untuk membuka hari. Dengan menyisihkan beberapa menit selepas Subuh, kita mengawali hari dalam naungan Kalamullah dan dzikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Konsistensi adalah kuncinya, mulailah hari ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa keistimewaan susunan dzikir pagi ini?
Susunan ini dibuka dengan rangkaian ayat pelindung, yaitu Al-Fatihah, awal Al-Baqarah, Ayat Kursi, dan penutup Al-Baqarah, sebelum dilanjutkan dengan dzikir-dzikir hadits, sehingga menghimpun keutamaan ayat dan dzikir sekaligus.
Kapan waktu membaca dzikir pagi?
Dimulai dari terbitnya fajar (waktu Subuh) hingga terbitnya matahari, dan sebagian ulama membolehkan hingga matahari naik. Jika terlewat, tetap dianjurkan dibaca.
Apakah dzikir pagi dan petang bacaannya sama?
Sebagian besar sama, hanya berbeda pada lafal penyebutan waktu (pagi/ashbahnaa menggantikan petang/amsainaa) dan permintaan “hari ini” menggantikan “malam ini” pada beberapa dzikir.
Rujukan Hadits: Penutup Al-Baqarah (HR. Al-Bukhari no. 5009); Ayat Kursi (HR. Al-Hakim, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 655); tiga qul (HR. Abu Dawud no. 5082, Tirmidzi no. 3575); “Ashbahnaa” (HR. Muslim no. 2723); “Allahumma bika ashbahnaa” (HR. Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068); Sayyidul Istighfar (HR. Al-Bukhari no. 6306); persaksian tauhid (HR. Abu Dawud no. 5069); doa al-‘afiyah (HR. Abu Dawud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871); doa kepada Abu Bakr (HR. Tirmidzi no. 3392, Abu Dawud no. 5067); “Bismillahilladzi” (HR. Abu Dawud no. 5088-5089, Tirmidzi no. 3388, Ibnu Majah no. 3869); “Rodhiitu billah” (HR. Abu Dawud no. 5072, Tirmidzi no. 3389); “Yaa Hayyu Yaa Qoyyum” (HR. An-Nasa’i, dishahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 227); tasbih 100x (HR. Muslim no. 2692); tauhid 10x (HR. An-Nasa’i Al-Kubra 6:10); kalimat Allah yang sempurna (HR. Ahmad 2:290).
Biografi Penulis
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd., Al-Hafizh adalah founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an di Qur’an Learning Center Yogyakarta. Beliau aktif mengembangkan pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang memadukan tahfizh, tadabbur, visualisasi makna, dan pembinaan spiritual agar masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Program Executive Tahfizh Yogyakarta
Bagi kaum muslimin yang ingin memperbaiki bacaan, memahami makna, dan menguatkan hafalan Al-Qur’an secara lebih terarah, silakan mengenal program Executive Tahfizh Yogyakarta atau hubungi WhatsApp +6281224003100


