Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kepada-Nya kita memohon pertolongan dalam urusan dunia dan agama. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya sekalian. Amma ba’du.”
Hadirin jamaah rahimakumullah,
Sahur seringkali dipandang sebatas rutinitas fisik untuk mengisi energi sebelum menahan lapar dan dahaga seharian. Padahal, dalam kacamata syariat, sahur adalah sebuah ibadah yang membedakan puasa umat Islam dengan puasanya umat-umat terdahulu. Di balik hidangan sahur kita, terdapat nilai-nilai adab dan sunnah yang apabila diamalkan, akan melipatgandakan pahala puasa kita.
1. Mengakhirkan Waktu Sahur
Berbeda dengan berbuka puasa yang disunnahkan untuk disegerakan, sahur justru dianjurkan untuk diakhirkan. Batas waktu sahur terbentang hingga terbitnya fajar shadiq (waktu subuh). Hal ini merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT agar umat Islam memiliki tenaga yang cukup serta tidak melewatkan shalat Subuh berjamaah.
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)
2. Mengonsumsi Kurma
Saudara-saudaraku sekalian,
Mungkin kita terbiasa sahur dengan porsi makanan yang mengenyangkan. Hal itu tentu tidak mengapa, namun tahukah kita apa hidangan sahur yang paling dipuji oleh Rasulullah SAW? Beliau mengajarkan bahwa sebaik-baik bekal sahur seorang mukmin adalah buah kurma.
نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ
“Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma.” (HR. Abu Daud, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)
Jika tidak memiliki kurma, niatkanlah sahur mengikuti sunnah Rasulullah SAW walau hanya dengan seteguk air putih. Jangan sampai kita meninggalkan sahur karena dikalahkan oleh rasa kantuk dan malas.
3. Memperbanyak Istighfar Menjelang Subuh
Waktu sahur yang berada di sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat mustajab untuk memohon ampunan. Sembari menanti adzan subuh, basahilah lisan kita dengan istighfar. Khususnya bagi para santri tahfizh dan pencari ilmu, waktu menjelang subuh ini adalah saat yang emas untuk memuroja’ah hafalan sembari menata hati menghadap Allah SWT, bukan sekadar dihabiskan untuk menonton televisi atau bermain gawai.
Kesimpulan dan Doa
Menghidupkan adab-adab sahur adalah wujud cinta dan ketaatan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Mari jadikan sahur kita bukan sekadar urusan perut semata, melainkan momen spiritual yang bernilai ibadah besar di mata Allah SWT.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Ya Allah, berkahilah rezeki yang telah Engkau karuniakan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka. Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan terimalah taubat kami, sungguh Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi dan Pendaftaran Executive Tahfizh:
Qur’an Learning Center Yogyakarta merupakan aset wakaf yang dikelola oleh Baitulmaal Muamalat.
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

