Adab Membaca Al-Qur’an: Kiat Meraih Keberkahan Ilahi
Sahabat Qur’an yang dirahmati Allah. Al-Qur’an adalah Kalamullah, pedoman hidup yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Membaca, memahami, dan mengamalkannya adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, tahukah kita bahwa membaca Al-Qur’an memiliki adab-adab yang perlu diperhatikan? Kali ini, kita akan membahas adab membaca Al-Qur’an yang disarikan dari kitab “Fathul Karim Al-Mannan fi Adab Hamalatil Qur’an” karya seorang ulama besar, Syekh Ali Adh-Dhibba’ (wafat 1380 H).
Kitab ini merupakan ringkasan dari berbagai kitab ulama terkemuka lainnya seperti At-Tibyan, Al-Itqan, Al-Lathaif, Al-Ithaf, An-Nihayah, dan Tuhfatun Nazhirin. Di dalamnya, Syekh Ali Adh-Dhibba’ menguraikan adab-adab penting bagi pembaca Al-Qur’an, penulisnya, pengajarnya, pelajarnya, serta mereka yang menghadiri majelis-majelis Al-Qur’an.
Keutamaan Al-Qur’an dan Pembacanya
Sebelum membahas adabnya, mari kita renungkan terlebih dahulu keutamaan Al-Qur’an dan pahala yang dijanjikan bagi para pembacanya. Allah SWT telah memuliakan kita dengan Al-Qur’an, sebagaimana yang disebutkan dalam mukadimah kitab:
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي أنزل القرآن وشرفنا بحفظه وتلاوته، وتعبدنا بتدبره ودراسته وجعل ذلك من أعظم عبادته
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an dan memuliakan kita dengan menjaganya (menghafalnya) dan membacanya, serta menjadikan kita beribadah dengan mentadabburi dan mempelajarinya, dan menjadikan hal itu sebagai sebesar-besar ibadah.”
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits Qudsi:
«من شغله القرآن وذكري عن مسألتي أعطيته أفضل ما أعطي السائلين»
“Barangsiapa yang disibukkan dengan Al-Qur’an dan mengingat-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku akan berikan kepadanya yang lebih utama daripada apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta.”
Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan orang yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an. Allah SWT akan memberikan yang terbaik baginya, bahkan lebih baik dari apa yang diminta oleh orang lain.
Beberapa Adab Membaca Al-Qur’an
Meskipun kitab “Fathul Karim Al-Mannan” memuat adab yang lebih rinci, berikut beberapa poin penting yang bisa kita jadikan pedoman:
- Niat yang Ikhlas: Membaca Al-Qur’an semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau mendapatkan dunia.
- Bersuci: Disunnahkan berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an.
- Tempat yang Layak: Membaca Al-Qur’an di tempat yang bersih dan tenang, seperti masjid atau mushola.
- Menghadap Kiblat: Lebih utama menghadap kiblat saat membaca Al-Qur’an.
- Membaca dengan Tartil: Membaca Al-Qur’an dengan pelan dan jelas, serta memperhatikan tajwidnya.
- Mentadabburi Makna: Berusaha memahami makna ayat yang dibaca.
- Khusyuk dan Merenung: Merasakan kehadiran Allah SWT saat membaca Al-Qur’an.
- Mengamalkan Isi Al-Qur’an: Mengaplikasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memperhatikan adab-adab ini, semoga kita dapat meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Mari jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setia yang menemani kita dalam setiap langkah kehidupan.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-Nya yang cinta Al-Qur’an. Aamiin.
Ustadz Yadi Iryadi, S.Pd.
Founder Metode Yadain Litahfizhil Qur’an
Kepala Qur’an Learning Center Yogyakarta
Informasi Executive Tahfizh:
Website: kunjungi halaman ini
WhatsApp: +6281224003100

